Jateng

Keindahan dan Sejarah Omah Demit: Rumah Peninggalan Belanda di Bukit Patrum Photorium, Klaten

Theo Adi Pratama | 18 Januari 2024, 20:27 WIB
Keindahan dan Sejarah Omah Demit: Rumah Peninggalan Belanda di Bukit Patrum Photorium, Klaten

AKURAT.CO Sejarah, Jawa Tengah memiliki banyak destinasi wisata menarik, salah satunya adalah Omah Demit yang berdiri di atas bukit di Desa Krakitan, Bayat, Klaten.

Keberadaan bangunan ini tidak hanya memikat perhatian wisatawan dengan keindahan alam sekitarnya tetapi juga menyimpan misteri dari masa lalu, terutama pada zaman penjajahan Belanda.

Baca Juga: Bangunan Sejarah: Bale Palereman Tempat Transit Kendaraan Jenazah Raja-Raja Mataram di Imogiri, Monumen Bersejarah yang Terus Berfungsi

Sejarah dan Keberadaan

Omah Demit yang berdiri kokoh di ujung bukit ini membawa kita pada jejak sejarah masa lalu.

Lokasi ini, dikenal sebagai Bukit Patrum Photorium, dahulu merupakan kawasan pertambangan kapur yang aktif pada zaman kolonial Belanda.

Bangunan ini, yang sekarang dijuluki Omah Demit, merupakan peninggalan bersejarah dari masa itu.

Meskipun bangunan ini terlihat jelas dari mata, kebanyakan warga setempat percaya bahwa memasuki rumah ini tidak sembarangan.

Faktanya, tak ada akses jalan yang menuju ke rumah tersebut, dan tempat ini tidak dapat diakses karena tidak tersambung dengan kawasan bukit di sekitarnya.

Menurut Kepala Desa Krakitan, Nurdin, dulu ada akses yang menyambungkan, tetapi karena faktor alam dan dampak dari kegiatan pertambangan, akses tersebut ambrol.

Hal ini membuat Omah Demit berdiri sendiri di atas bukit dengan dimensi tak lebih dari 2 x 2 meter.

Baca Juga: Gedung Bersejarah: Omah Demamit, Jejak Sejarah di Pekarangan Bapak Agus Subiyanto

Misteri dan Legenda

Selain misteri terkait akses yang tertutup, Omah Demit juga dikenal sebagai tempat yang menyeramkan.

Warga sekitar meyakini bahwa rumah ini dulunya digunakan untuk menyimpan dinamit, bahan peledak yang digunakan dalam kegiatan pertambangan kapur.

Sejak generasi ke generasi, nama Omah Demit atau Rumah Hantu melekat padanya.

Masyarakat setempat meyakini bahwa rumah ini bukanlah tempat tinggal biasa.

Menurut cerita warga, pada masa penjajahan Belanda, rumah ini digunakan untuk menyimpan dinamit yang digunakan dalam kegiatan penambangan.

"Bangunan bersejarah, peninggalan zaman penjajahan Belanda. Menurut kakek dan nenek kami, dulu diperuntukkan menyimpan dinamit (bahan dan peralatan peledak) pemecah batuan kapur," ujar Hardi, warga sekitar.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Candi Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, Saksi Sejarah dan Kebudayaan yang Hidup

Transformasi Menjadi Objek Wisata

Meskipun memiliki aura misteri, kawasan Bukit Patrum Photorium, termasuk Omah Demit, kini telah diubah menjadi objek wisata.

Pada tahun 2017, kawasan perbukitan ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan diberi nama Bukit Patrum Photorium.

Sebagai objek wisata alam, tempat ini dulunya sering digunakan untuk kegiatan panjat tebing oleh komunitas pecinta alam.

Namun, akibat pandemi COVID-19, objek wisata ini ditutup sementara untuk umum.

Dengan keindahan alam yang memesona dan nuansa sejarah yang terasa kuat, Omah Demit di Bukit Patrum Photorium menjadi destinasi yang menarik bagi mereka yang mencari petualangan dan ingin merasakan kehadiran sejarah yang masih tersimpan di alam.

Baca Juga: Peninggalan Bangunan Bersejarah: Pasar Sangkeh, Keberlanjutan Sejarah dalam Arsitektur Belanda

Jangan biarkan misteri dan sejarah yang ditemui di Omah Demit membuatmu ragu untuk menjelajahi keindahan Bukit Patrum Photorium.

Meskipun mungkin menyeramkan, tempat ini menyimpan kisah yang patut dijelajahi oleh para pencinta sejarah dan alam.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.