Ini Sejarah Dibalik Tradisi Perang Obor Desa Tegalsambi Jepara, Berawal dari Legenda Ki Gemblong yang Menjaga Ternak

JATENG.AKURAT.CO, Ini Sejarah Dibalik Tradisi Perang Obor Desa Tegalsambi Jepara, Berawal dari Legenda Ki Gemblong yang Menjaga Ternak.
Di Kabupaten Jepara juga punya tradisi unik yang hanya dilakukan setahun sekali di sebuah desa pesisir di Jepara bernama Tegalsambi, Desa ini masuk wilayah Kecamatan Tahunan dan hanya berjarak sekitar 10 Menit dari Pantai Kartini Jepara.
Tradisi unik itu adalah Perang Obor atau bisa disebut Obor-Oboran. Ini bukan perang sungguhan lho, tapi sebuah tradisi dalam rangka tolak bala dan menarik wisatawan.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Unik Perang Obor di Desa Tegalsambi Jepara, Adanya Cuma Setahun Sekali
Perang Obor rutin digelar setiap pada Senin Pahing, malam Selasa Pon di Bulan Dzulhijjah dalam kalender Arab atau bulan Apit dalam kalender Jawa.
Sebenarnya tujuan dari Tradisi ini melambangkan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rezeki, kesehatan, dan keselamatan yang diberikan kepada masyarakat setempat sepanjang tahun.
Tapi tahukah anda, kalau Perang Obor berawal dari cerita legenda sosok Ki Gemblong yang datang ke desa Tegalsambi dan merawat hewan ternak milik seorang saudagar setempat.
Ini Sejarah Dibalik Tradisi Perang Obor Desa Tegalsambi Jepara, Berawal dari Legenda Ki Gemblong yang Menjaga Ternak
Asal-usul Perang Obor Jepara berasal dari legenda Ki Gemblong. Konon, dulu di Desa Tegalsambi, tinggal seorang pria kaya bernama Mbah Babadan.
Bisa dibilang dia adalah saudagar yang memiliki banyak hewan ternak berupa kerbau dan sapi.
Baca Juga: Menjelang Keberangkatan Ke Tanah Suci, 1.415 Koper Calon Jamaah Haji Jepara Siap Diserahkan
Saking banyaknya, Mbah Babadan tidak sanggup untuk mengurus semua hewan ternaknya sendirian.
Setelah itu, muncul Ki Gembong, seorang yang mampu menggembala semua hewan ternak milik Mbah Babadan.
Ki Gemblong dikenal sebagai seseorang yang rajin dan tekun dalam merawat hewan ternak. Mbah Babadan pun merasa sangat cocok dengan kepribadiannya.
Suatu ketika, saat Ki Gemblong sedang menggembala hewan ternak di tepi sungai, ia melihat banyak ikan dan udang di dalam sungai.
Ki Gemblong kemudian menangkap ikan serta udang, dan membakarnya di dalam kandang ternak.
Hal tersebut dilakukan Ki Gemblong berkali-kali, hingga ia terlalu sibuk makan dan melupakan tugas utamanya, yaitu merawat hewan-hewan ternak milik Mbah Babadan.
Akibat diabaikan Ki Gemblong, semua hewan ternak menjadi kurus dan sakit. Mbah Babadan mulai curiga dengan hal yang dialami ternaknya.
Akhirnya, ia menyaksikan sendiri Ki Gemblong sedang menikmati ikan dan udang bakar di dalam kandang ternak. Seketika itu, Mbah Babadan marah dan memukul Ki Gemblong menggunakan pelepah kelapa yang sudah dibakar.
Tidak terima dengan pukulan itu, Ki Gemblong memberi membalas memukul menggunakan pelepah kelapa yang sudah dibakar.
Kemudian terjadilah Perang Obor, yang membuat kandang ternak habis terbakar dan besarnya api membuat semua hewan ternak milik Mbah Babadan melarikan diri.
Mbah Babadan dan Ki Gemblong terkejut melihat semua hewan ternak di kandang yang mulanya sakit, tiba-tiba sembuh dan bisa melarikan diri setelah terjadi Perang Obor.
Peristiwa inilah yang mendasari munculnya keyakinan bahwa Perang Obor merupakan sebuah upaya tolak balak dan musibah dari desa Tegalsambi.
Perang Obor Desa Tegalsambi sudah masuk ke daftar acara rutin wisata Jepara. Sekarang tradisi ini tak hanya menarik wisatawan lokal Jepara,
Tapi juga pengunjung dari luar Jepara bahkan ada wisatawan bule yang kerap datang menonton acara ini.
Itulah informasi tentang Sejarah Dibalik Tradisi Perang Obor Desa Tegalsambi Jepara, Berawal dari Legenda Ki Gemblong yang Menjaga Ternak Seorang Saudagar. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless


