Jateng

Mengenal Tradisi Unik Perang Obor di Desa Tegalsambi Jepara, Adanya Cuma Setahun Sekali

Afri Rismoko | 10 Mei 2024, 18:56 WIB
Mengenal Tradisi Unik Perang Obor di Desa Tegalsambi Jepara, Adanya Cuma Setahun Sekali

AKURAT.CO JATENG - Mengenal Tradisi Unik Perang Obor di Desa Tegalsambi Jepara, Adanya Cuma Setahun Sekali.

Jepara sudah terkenal di seantero Nusantara karena menjadi kota Ukir yang melegenda sejak ratusan tahun lalu, tak hanya itu, wisata Pantai juga tak kalah keren dengan Bali.

Tapi di Jepara juga punya tradisi unik yang hanya dilakukan setahun sekali di sebuah desa pesisir di Jepara bernama Tegalsambi, Desa ini masuk wilayah Kecamatan Tahunan dan hanya berjarak sekitar 10 Menit dari Pantai Kartini Jepara. 

Baca Juga: Menjelang Keberangkatan Ke Tanah Suci, 1.415 Koper Calon Jamaah Haji Jepara Siap Diserahkan

Tradisi unik itu adalah Perang Obor atau bisa disebut Obor-Oboran. Ini bukan perang asli lho, tapi sebuah tradisi dalam rangka tolak bala dan menarik wisatawan.

Tradisi Unik Perang Obor di Desa Tegalsambi Jepara, Adanya Cuma Setahun Sekali

Perang Obor rutin diadakan setiap pada Senin Pahing, malam Selasa Pon di Bulan Dzulhijjah dalam kalender Arab atau bulan Apit dalam kalender Jawa. 

Tradisi ini melambangkan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rezeki, kesehatan, dan keselamatan yang diberikan kepada masyarakat setempat sepanjang tahun.

Perang Obor berisi acara yang menampilkan aksi para pemuda yang saling memukulkan pelepah kelapa dan daun pisang kering yang sudah dibakar, diyakini sebagai upaya tolak bala dan musibah agar desa menjadi aman.

Baca Juga: Warga Jepara Simak! Ini Jadwal Samsat Keliling Jepara Hari Ini 8 Mei 2024

Obor pada upacara tradisional ini menggunakan gulungan atau bedelan 2 (dua) atau 3 (tiga) pelepah kelapa yang sudah kering dan bagian dalamnya diisi dengan daun pisang kering.  

Obor yang telah tersedia dinyalakan bersama untuk digunakan sebagai alat untuk saling menyerang sehingga sering terjadi benturan–benturan obor yang dapat mengakibatkan pijaran–pijaran api yang besar, yang menimbulkan nama Perang Obor

Dalam tradisi unik di kota ukir ini, lebih dari 40 warga Jepara berpartisipasi dalam permainan, dengan masing-masing peserta membawa dan melemparkan obor ke arah lawan-lawannya.

Yang menarik perhatian adalah jumlah obor yang dinyalakan untuk acara ini, yang mencapai 350 obor.

Tentu saja hal ini menciptakan suasana yang magis dan tibanya langit malam Desa Tegalsambi.

Sebelum perang obor dimulai, suasana ritual diisi dengan doa dan upacara adat.

Pada Perang Obor Desa Tegalsambi ini juga ada sebuah jajanan langka bernama Kintelan, jajanan ini berbentuk bulat seperti ketan dan rasanya manis. Kintelan jarang ditemui dan hanya di jualan di sekitaran Tegalsambi.

Baca Juga: 6 Kuliner Unik yang Bisa Kamu Cobain di Pasar Sore Karangrandu Jepara, Ada Pecel Horok-Horok

Perang Obor Desa Tegalsambi sudah masuk ke daftar acara rutin wisata Jepara. Sekarang tradisi ini tidak hanya menarik wisatawan lokal Jepara, 

Tapi juga pengunjung dari luar Jepara bahkan ada wisatawan bule yang sering datang menonton acara ini. *** 

 





Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A