Jateng

Sejarah dan Kisah Perjalanan Candi Songgoriti: Peninggalan Warisan Bersejarah di Kota Batu

Theo Adi Pratama | 29 Januari 2024, 12:00 WIB
Sejarah dan Kisah Perjalanan Candi Songgoriti: Peninggalan Warisan Bersejarah di Kota Batu

AKURAT.CO Sejarah, Kota Batu, selain dikenal dengan beragam destinasi wisatanya, juga menyimpan jejak sejarah yang memukau, salah satunya adalah Candi Songgoriti.

Candi ini, terletak di Desa Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, menghadirkan keunikan dan misteri dalam keberadaannya.

Baca Juga: Bangunan Sejarah di Yogyakarta: Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia, Mengenang Bhakti Wanitatama

Keberadaan Candi Songgoriti

Candi Songgoriti terbuat dari batu andesit dan hanya menyisakan bagian batur persegi panjang dengan panjang 14,7 meter, lebar 8,25 meter, dan tinggi 0,85 meter.

Meskipun bagian atapnya telah runtuh, bagian bawah ruang induk candi ini ternyata merupakan sumber air panas yang memancar dari dalam tanah.

Sejarah dan Fungsi Candi

Sejarawan asal Malang, Suwardono, menyatakan bahwa Candi Songgoriti memiliki kemiripan arsitektur dengan bangunan abad ke-9 hingga ke-10 Masehi.

Candi ini dikategorikan sebagai candi patirthan, dibangun sehubungan dengan sumber air panas yang keluar dari tanah atau artesis.

Mata air panas tersebut, semburan dari sungai bawah tanah yang diyakini bersumber dari Gunung Welirang, memicu pembangunan Candi Songgoriti oleh masyarakat Hindu.

Bagian bawah ruang induk candi dijadikan sebagai tempat aliran sumber air panas, dengan sistem pipa yang mengarahkannya ke kolam buatan yang dikelilingi dinding batu.

Baca Juga: Peninggalan Bangunan Sejarah di Yogyakarta: Situs Sokoliman, Memeluk Kekayaan Megalitikum Gunungkidul

Mitos dan Kepercayaan Masyarakat

Menariknya, Candi Songgoriti tidak memiliki pintu masuk, mengisyaratkan bahwa proses pemujaan tidak memerlukan akses ke dalam candi.

Masyarakat pada masa itu percaya bahwa air belerang dari Gunung Merapi adalah air suci yang mujarab.

Candi Songgoriti berperan sebagai transformator untuk air tersebut, dan kolam buatan menjadi tempat di mana air tersebut dialirkan melalui pancuran.

Korelasi dengan Prasasti Sangguran

Sebuah korelasi menarik muncul antara Candi Songgoriti dengan Prasasti Sangguran yang ditemukan tahun 928 Masehi.

Prasasti tersebut, yang saat ini berada di Inggris, menyebutkan adanya Desa Sangguran yang dijadikan sima atau desa perdikan.

Sima ini memberikan penghasilan untuk kelangsungan bangunan suci para pandai besi, yang Suwardono kaitkan dengan Candi Songgoriti.

Baca Juga: Bangunan Sejarah di Yogyakarta: Pesanggrahan Gambirowati, Pesona Arkeologi di Lereng Perbukitan Kapur

Penemuan dan Restorasi

Candi Songgoriti pertama kali ditemukan oleh Van Ijsseldijk pada tahun 1799. Pada tahun 1849 dan 1863, Pemerintah Hindia Belanda di bawah pimpinan Jonathan Rigg dan Brumund melakukan pemugaran.

Tahun 1902, J. Knebel melakukan inventarisasi, dan restorasi dilanjutkan pada tahun 1921.

Bentuk candi seperti sekarang adalah hasil restorasi antara tahun 1938-1944 oleh Oudheidkundige Dienst Hindia Belanda.

Peninggalan Bersejarah yang Menarik

Candi Songgoriti tidak hanya menjadi peninggalan bersejarah yang menarik untuk dipelajari, tetapi juga menyimpan misteri dan kekayaan kultural masyarakat Hindu pada masa lampau.

Keberadaan candi ini di tengah keindahan alam Kota Batu menjadi bukti bahwa sejarah dan kepercayaan dapat bersatu dalam warisan yang tak ternilai.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.