Jateng

Sejarah Kuliner Nusantara: Getuk, Sebuah Camilan Khas Jawa dengan Keunikan dan Filosofi yang Menarik

Theo Adi Pratama | 22 Januari 2024, 11:00 WIB
Sejarah Kuliner Nusantara: Getuk, Sebuah Camilan Khas Jawa dengan Keunikan dan Filosofi yang Menarik

AKURAT.CO Sejarah, Getuk, makanan ringan yang terbuat dari singkong atau ketela pohon, telah menjadi ikon kuliner khas daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dengan rasa manis dan gurih yang khas serta tekstur lembut yang menarik hati, getuk tidak hanya sekadar camilan, tetapi juga menyimpan sejarah dan filosofi yang menarik.

Baca Juga: Peninggalan Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Makam Ratu Malang, Jejak Sejarah di Puncak Gunung Kelir

Asal Mula Getuk

Getuk berasal dari Magelang, Jawa Tengah, dan menjadi simbol kota tersebut.

Pada masa penjajahan Jepang, ketika beras langka, penduduk Magelang menggantikan beras dengan singkong sebagai bahan makanan utama.

Pada suatu hari di desa Karet, Magelang, seorang penduduk bernama Ali Mohtar menciptakan inovasi dengan membuat singkok kukus yang dihaluskan bersama gula merah, menjadi getuk lindri.

Proses penghalusan singkong awalnya dilakukan secara manual, namun pada tahun 1985, Mbah Ali berhasil menciptakan mesin penghalus singkong yang memungkinkan produksi getuk dalam jumlah besar dengan waktu yang lebih singkat.

Setelah meninggal, usahanya diambil alih oleh anak-anak dan cucunya.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Masjid Agung Puro Pakualaman, Perpaduan Sejarah dan Keindahan Arsitektur

Filosofi Getuk

Getuk tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga memiliki makna kesederhanaan.

Makanan ini mengajarkan rasa syukur atas apa yang Tuhan berikan, dan melalui kesederhanaan tersebut, kita diajak untuk berinovasi agar makanan sederhana bisa memiliki daya tarik dan nilai jual yang tinggi.

Seiring dengan perkembangan zaman, olahan dan bentuk getuk pun mengalami variasi yang beragam, tetapi tetap mengusung filosofi kesederhanaan.

Baca Juga: Peninggalan Bangunan Bersejarah: Kepatihan Danurejan, Warisan Sejarah dan Pusat Pemerintahan Yogyakarta

Fakta Menarik Tentang Getuk

  1. Muncul Pada Masa Penjajahan Jepang: Getuk bermula pada masa penjajahan Jepang di Kota Magelang ketika beras langka, dan singkong menjadi bahan pengganti yang mudah ditemukan.

  2. Dibuat Dengan Cara Manual: Awalnya, getuk dibuat secara manual. Namun, karena tingginya permintaan, Mbah Ali menciptakan mesin penghalus singkong pada tahun 1985, mempermudah proses produksi.

  3. Proses Pembuatannya Tidak Sulit: Usaha getuk yang dirintis oleh Mbah Ali dilanjutkan oleh anak-anak dan cucunya. Salah satu penerusnya, Sri Rahayu, mengakui bahwa proses pembuatan getuk tidak sulit dan dapat dilakukan oleh siapa saja.

  4. Cocok Untuk Hidangan Segala Acara: Selain menjadi makanan khas Magelang, getuk juga menjadi jajanan legendaris di Bojonegoro, Jawa Timur. Cocok dihidangkan dalam berbagai acara dan menjadi oleh-oleh yang disukai.

Baca Juga: Peninggalan Bangunan Sejarah: Pemeliharaan dan Pelestarian Cagar Budaya, Makam Raja Mataram di Kotagede

Getuk, dengan sejarah dan filosofi yang terkandung dalam setiap gigitannya, tidak hanya memuaskan lidah, tetapi juga memperkaya budaya dan tradisi masyarakat Jawa.

Keunikan getuk sebagai camilan yang mengajarkan kesederhanaan dan inovasi membuatnya tetap menjadi favorit di berbagai daerah di Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.