Elon Musk Luncurkan 'Grok': Evolusi AI Terbaru dari Startup xAI

AKURAT.CO, Sebuah terobosan di dunia kecerdasan buatan diumumkan oleh Elon Musk melalui startup xAI miliknya, dengan debut AI yang menggemparkan, Grok. Di malam yang hening, tweet Musk pada Jumat, 3 November 2023, memecah kesunyian dengan berita bahwa xAI telah secara diam-diam mengembangkan model AI canggih.
Grok, yang baru-baru ini menjadi merek dagang dari xAI, diumumkan memiliki kemampuan percakapan yang mengesankan, diduga mengandalkan fondasi pengetahuan serupa dengan ChatGPT dan model pembuat teks lainnya.
Selain menjawab pertanyaan secara interaktif, Grok dilaporkan memiliki "akses real-time" ke informasi dan kemampuan untuk menjelajah internet untuk mengumpulkan data terbaru, menurut laporan TechCrunch.
Baca Juga: Ganjar Dapat Dukungan Dari Dinasti Nusantara, Sebuah Komunitas Budaya di Banyumas Raya
Menariknya, Musk memberi petunjuk bahwa Grok akan berhati-hati dalam menanggapi pertanyaan sensitif dan berpotensi berbahaya, dengan menunjukkan respons yang lebih bertanggung jawab.
Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, Grok tampaknya menampilkan nuansa humor dalam responsnya, suatu pendekatan yang mungkin membedakannya dari pendahulunya, ChatGPT.
xAI, di bawah bimbingan Musk dan tim yang terdiri dari para veteran industri AI seperti DeepMind, OpenAI, dan Google, menjanjikan inovasi besar. Musk mengindikasikan bahwa model AI perdana, mungkin adalah Grok itu sendiri, akan dirilis ke "grup terpilih" pada hari Sabtu, 4 November.
Baca Juga: Presiden Jokowi dan Prabowo Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina
Selain itu, pelanggan paket Premium Plus X yang baru diluncurkan akan mendapatkan akses eksklusif ke Grok setelah masa beta awal.
Rincian tentang Grok masih terbatas, namun yang jelas adalah xAI telah menjalin kerjasama dengan Oracle untuk pelatihan AI. Larry Ellison dari Oracle, seorang teman Musk, telah menyampaikan kekaguman akan proyek tersebut. Sementara itu, xAI belum secara terbuka membagikan informasi tentang cara kerja atau kemampuan spesifik model AI tersebut.
Dengan visi Musk yang ambisius untuk menciptakan AI yang mampu "memahami sifat alam semesta yang sebenarnya," dunia menanti-nantikan apa yang akan dibawa oleh Grok. Musk, yang dikenal karena aspirasinya yang tidak konvensional, telah mengutarakan keinginannya untuk menciptakan "AI yang mencari kebenaran secara maksimal" dalam wawancara dengan Tucker Carlson.
Pemisahan Musk dari OpenAI beberapa tahun yang lalu menandakan arah baru bagi miliarder tersebut dalam mengeksplorasi potensi AI. Setelah meninggalkan dewan OpenAI pada tahun 2018, Musk tampaknya mengejar visinya sendiri dengan sumber daya dan data yang lebih independen.
Dengan mengawasi perkembangan ini, kita mungkin sedang menyaksikan lahirnya sebuah kecerdasan buatan yang akan meredefinisi interaksi manusia dengan teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









