Pesona Gunung Lawu! Menguak Mitos Dibalik Larangan Memakai Baju Hijau, Bagaimana Penjelasan Logis Dibalik Larangan Ini?

JATENG.AKURAT.CO, Menjulang megah di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Gunung Lawu selalu memikat para pendaki dengan pesonanya yang luar biasa.
Keindahan alam yang memanjakan mata, jalur pendakian yang menantang, dan udara segar yang menyegarkan membuat Gunung Lawu menjadi salah satu gunung favorit para pendaki di Indonesia.
Namun, di balik keindahannya, Gunung Lawu juga menyimpan cerita misteri dan mitos yang menarik untuk ditelusuri.
Salah satu mitos yang paling terkenal adalah larangan bagi pendaki untuk memakai baju berwarna hijau.
Konon, memakai baju hijau saat mendaki Gunung Lawu dapat mendatangkan kesialan, bahkan tersesat.
Mari kita telaah mitos ini dan mencari penjelasan di balik mitos tersebut!
Mitos Larangan Menggunakan Baju Hijau di Gunung Lawu
Melyani Ekasari dan Nugroho Trisnu Brata dalam artikel "Fungsi Mitos, Etika Lingkungan dan Integrasi pada Aktivitas Mendaki Gunung Lawu" menjelaskan bahwa larangan menggunakan baju berwarna hijau ini merupakan salah satu pantangan yang disarankan bagi para pendaki yang ingin melakukan aktivitas hiking di Gunung Lawu.
Pantangan ini lebih spesifik lagi diperuntukkan untuk pakaian yang berwarna dasar hijau pupus.
Masyarakat sekitar meyakini bahwa baju yang berwarna hijau pupus merupakan pakaian yang dianggap keramat untuk dikenakan di Gunung Lawu.
Hanya orang-orang tertentu saja yang dianggap bisa mengenakan baju berwarna hijau pupus ini ketika berada di gunung tersebut.
Menurut mitos yang dipercaya oleh masyarakat sekitar, jika pendaki tetap menggunakan baju hijau pupus ketika mendaki, maka dirinya akan mendapatkan berbagai kemalangan selama proses pencarian.
Pendaki ini bisa saja mendapatkan gangguan dari makhluk yang tidak kasat mata yang bisa mengganggu proses pendakian.
Selain itu, jika pendaki tetap menggunakan pakaian berwarna hijau pupus, maka dirinya bisa mendapatkan marabahaya yang tidak diinginkan hingga proses kepulangan.
Tidak jarang, larangan menggunakan baju berwarna hijau ini juga berfungsi agar pendaki tetap selamat selama proses pendakian di Gunung Lawu.
Penjelasan Logis
Secara umum, mitos larangan menggunakan baju berwarna hijau yang diperuntukkan bagi pendaki berkaitan dengan keselamatan yang masing-masing melakukan aktivitas di Gunung Lawu.
Meskipun mitos tersebut tidak bisa dibuktikan kebenarannya secara sains, larangan menggunakan baju hijau ini bisa dilogikakan jika dikaitkan dengan proses pendakian gunung.
Pendakian gunung yang merupakan salah satu aktivitas fisik yang dilakukan di ruang terbuka, terdapat berbagai macam kemungkinan bahaya yang bisa terjadi ketika melakukan kegiatan tersebut.
Apalagi jika para pendaki tidak melakukan persiapan yang matang dalam proses pendakian, maka kemungkinan bahaya akan terjadi semakin besar.
Anda tentu pernah mendengar banyak kasus pendaki yang hilang ketika melakukan pendakian di gunung.
Tidak jarang pendaki tersebut tidak ditemukan oleh tim SAR yang melakukan proses pencarian terhadap kejadian tersebut.
Situasi inilah yang bisa dikaitkan dengan larangan menggunakan baju hijau bagi para pendaki.
Warna hijau yang identik dengan pepohonan dan tumbuhan lain yang terdapat di pegunungan ini bisa mempersulit proses pencarian jika terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan.
Oleh sebab itu, para pendaki disarankan untuk menggunakan warna terang lain agar mempermudah proses pencarian ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.
Mitos larangan menggunakan baju hijau saat mendaki Gunung Lawu merupakan salah satu kepercayaan yang telah lama ada di kalangan masyarakat sekitar.
Meskipun mitos ini tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, ada alasan logis di baliknya yang berkaitan dengan keselamatan pendaki.
Dengan memahami dan menghormati mitos ini, para pendaki dapat lebih berhati-hati dan menikmati keindahan Gunung Lawu dengan lebih aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Profil Instagram Wasit Persijap vs Persib Disorot, Ini Catatan 2 Laga yang Dipimpin Erfan Efendi
- 2Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 3PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 4Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 5Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 6Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 7Skor Akhir Persiku Remuk Redam Dihajar PSMS 6-0, Apa yang Jadi Penyebabnya?
- 81.000 Pelari Ramaikan Semarang, Bank Jateng Friendship Run 2026 Jadi Pemanasan Menuju Satu Dekade Borobudur Marathon
- 9Skor Akhir: Blunder Pemain Belakang Lawan, Persib Curi Kemenangan Persijap, Skor 1-2 untuk Maung Bandung
- 10Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang






