Jateng

Persiku Ungkap Biang Kerok Kekalahan Telak dari Sumsel United, Ini Kata Pelatih

Arixc Ardana | 11 Oktober 2026, 18:36 WIB
Persiku Ungkap Biang Kerok Kekalahan Telak dari Sumsel United, Ini Kata Pelatih
Persiku Kudus harus mengakui keunggulan Sumsel United dengan skor mencolok 1-5 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Sabtu (10/10/2026).

JATENG.AKURAT.CO, KUDUS – Persiku Kudus mengungkap penyebab kekalahan telak saat bertandang ke markas Sumsel United pada pekan kelima Pegadaian Championship 2026/2027.

Faktor kelelahan fisik akibat kendala perjalanan menuju Palembang disebut menjadi salah satu penyebab Macan Muria gagal mempertahankan performa sepanjang pertandingan.

Persiku Kudus harus mengakui keunggulan Sumsel United dengan skor mencolok 1-5 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Sabtu (10/10/2026).

Hasil ini sekaligus memperpanjang tren negatif Persiku yang telah menelan empat kekalahan sepanjang musim ini.

Padahal, Macan Muria sempat memberikan perlawanan sengit pada babak pertama. Tim besutan caretaker Bambang Pujo Sumantri itu bahkan mampu menyamakan kedudukan setelah tertinggal lebih dahulu.

Namun, situasi berubah drastis selepas turun minum. Penurunan kondisi fisik pemain Persiku dimanfaatkan Sumsel United untuk mencetak empat gol tambahan sekaligus memastikan kemenangan besar di hadapan pendukung sendiri.

Persiku Sempat Mengimbangi Sumsel United pada Babak Pertama

Caretaker Persiku Kudus, Bambang Pujo Sumantri, menilai anak asuhnya sebenarnya mampu menjalankan strategi dengan cukup baik pada babak pertama.

Persiku datang ke Palembang dengan target mencuri poin. Karena itu, tim pelatih telah menyiapkan pendekatan permainan yang memungkinkan Macan Muria memberikan perlawanan kepada tuan rumah.

Meski Sumsel United berhasil membuka keunggulan lebih dahulu, Persiku tidak kehilangan momentum untuk membalas.

Gol cepat Sumsel United dicetak Razan Syifa Nur Akbar pada menit keenam. Persiku kemudian menyamakan kedudukan melalui Muhammad Isa pada menit ke-26.

Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir. Hasil tersebut menunjukkan Persiku masih mampu mengimbangi permainan tuan rumah dalam 45 menit pertama.

"Babak pertama berjalan dengan bagus, taktik kami memang minimal ambil poin. Jual beli serangan sampai akhirnya skor menjadi imbang 1-1," papar Bambang Pujo Sumantri.

Sayangnya, performa Persiku tidak mampu dipertahankan setelah memasuki babak kedua. Macan Muria justru kesulitan membendung serangan Sumsel United yang tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Kendala Penerbangan Enam Jam Jadi Sorotan

Bambang Pujo Sumantri tidak menampik bahwa kondisi fisik pemain menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil pertandingan.

Menurutnya, masalah tersebut bahkan sudah diperkirakan sebelum tim bertolak ke Palembang. Persiku mengalami kendala perjalanan setelah jadwal penerbangan yang semula direncanakan pada pagi hari mengalami penundaan selama enam jam.

Situasi tersebut membuat perjalanan tim terganggu dan berdampak pada kesiapan fisik para pemain menjelang pertandingan.

"Tim kami yang awalnya berangkat pagi, terkena delay selama enam jam dan tidak jadi berangkat. Ini yang membuat fisik anak-anak drop. Terlihat di babak kedua fisik menurun," ujar Bambang.

Kondisi itu menjadi persoalan tersendiri bagi Persiku ketika harus menghadapi Sumsel United yang mampu menjaga intensitas permainan.

Dalam pertandingan dengan tempo tinggi, kebugaran pemain menjadi faktor penting untuk mempertahankan konsentrasi, menjalankan strategi, dan mengantisipasi serangan lawan.

Ketika kondisi fisik menurun, organisasi pertahanan berisiko kehilangan keseimbangan. Situasi inilah yang membuat Persiku semakin kesulitan mengimbangi permainan tuan rumah pada babak kedua.

Meski demikian, kendala perjalanan bukan satu-satunya aspek yang menentukan hasil pertandingan. Persiku juga perlu mengevaluasi performa tim setelah jeda agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Empat Gol Sumsel United Hancurkan Harapan Macan Muria

Memasuki babak kedua, Sumsel United langsung meningkatkan tekanan terhadap pertahanan Persiku Kudus.

Tuan rumah hanya membutuhkan waktu dua menit setelah pertandingan dilanjutkan untuk kembali unggul. Tomi Darmawan mencetak gol pada menit ke-47 yang mengubah skor menjadi 2-1.

Petaka bagi Persiku berlanjut enam menit kemudian. Zahran Rizki Alamsah melakukan gol bunuh diri pada menit ke-53 sehingga keunggulan Sumsel United bertambah menjadi 3-1.

Tertinggal dua gol membuat Persiku semakin berada dalam tekanan. Di sisi lain, Sumsel United semakin percaya diri untuk melanjutkan serangan.

Felipe Ryan Alves kemudian memperlebar keunggulan tuan rumah melalui gol pada menit ke-72.

Penderitaan Persiku ditutup oleh Kenneth Ngwoke yang mencetak gol pada menit ke-87. Skor akhir 5-1 memastikan Sumsel United mengamankan tiga poin di kandang sendiri.

Bagi Persiku, empat gol yang bersarang pada babak kedua menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih. Selain membenahi kondisi fisik, Macan Muria perlu meningkatkan konsentrasi dan menjaga kedisiplinan pertahanan ketika menghadapi tekanan lawan.

Bambang Pujo Sumantri pun memberikan apresiasi kepada Sumsel United atas penampilan mereka setelah turun minum.

"Kami respek kepada Sumsel United yang bermain bagus pada babak kedua. Selamat atas tiga poinnya," imbuh pelatih yang menggantikan Kahudi Wahyu Widodo tersebut.

Persiku Kudus Semakin Terpuruk di Dasar Klasemen

Kekalahan dari Sumsel United semakin memperberat perjalanan Persiku Kudus di Pegadaian Championship 2026/2027.

Macan Muria kini masih berada di dasar klasemen sementara dengan koleksi minus satu poin. Hasil buruk tersebut juga menjadi kekalahan keempat Persiku sepanjang musim ini.

Situasi ini tentu menjadi perhatian bagi tim pelatih dan para pemain. Persiku membutuhkan evaluasi menyeluruh agar bisa segera bangkit dan memperbaiki posisi di klasemen.

Kendala kebugaran akibat perjalanan perlu menjadi bahan evaluasi dalam mempersiapkan pertandingan tandang berikutnya. Selain itu, kemampuan mempertahankan konsistensi permainan selama 90 menit juga harus ditingkatkan.

Persiku sebenarnya mampu menunjukkan perlawanan pada babak pertama. Namun, performa tersebut belum cukup untuk membawa pulang poin dari Palembang.

Pemain bertahan Persiku Kudus, Bagus Pradana, mengakui bahwa timnya telah berusaha memberikan penampilan terbaik meski hasil akhir belum sesuai harapan.

"Kami sudah bermain semaksimal mungkin. Tapi memang hasilnya belum berpihak," tandas Bagus.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan skuad Macan Muria setelah gagal memenuhi target dalam lawatan ke markas Sumsel United.

Evaluasi Fisik dan Pertahanan Jadi Pekerjaan Rumah Persiku

Kekalahan 1-5 dari Sumsel United menjadi peringatan bagi Persiku Kudus untuk segera melakukan pembenahan.

Penundaan penerbangan selama enam jam memang mengganggu persiapan tim. Namun, Persiku tetap perlu mencari solusi agar kondisi fisik pemain lebih terjaga ketika menghadapi jadwal pertandingan yang padat dan perjalanan tandang yang melelahkan.

Selain kebugaran, sektor pertahanan juga membutuhkan perhatian serius. Empat gol yang bersarang pada babak kedua memperlihatkan betapa pentingnya menjaga konsentrasi dan koordinasi antarpemain hingga pertandingan berakhir.

Persiku juga harus berupaya mempertahankan pendekatan permainan positif yang sempat terlihat pada babak pertama ketika mereka mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Dengan evaluasi yang tepat, Macan Muria diharapkan bisa memperbaiki performa dan kembali bersaing untuk mendapatkan poin pada pertandingan selanjutnya.

Kini, tantangan terbesar Bambang Pujo Sumantri adalah membangkitkan kepercayaan diri pemain sekaligus memastikan persoalan fisik dan pertahanan tidak kembali menjadi penghambat.

Bagi Persiku Kudus, kebangkitan tidak cukup hanya bermodalkan semangat. Konsistensi permainan, kesiapan fisik, dan efektivitas dalam mengantisipasi serangan lawan akan menjadi faktor penting untuk mengakhiri tren negatif di Pegadaian Championship 2026/2027.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.