Jateng

Marquez Akhiri Tren Buruk di Mandalika, Finis Keenam dan Menangi Sprint

Theo Adi Pratama | 11 Oktober 2026, 18:23 WIB
Marquez Akhiri Tren Buruk di Mandalika, Finis Keenam dan Menangi Sprint

JATENG.AKURAT.CO, Marc Marquez akhirnya mematahkan kutukan Sirkuit Mandalika pada gelaran MotoGP Indonesia 2026, Minggu (11/10/2026).

Pembalap Ducati Lenovo Team itu finis di posisi keenam pada balapan utama, sebuah hasil yang ia gambarkan sebagai "mimpi" mengingat sejarah buruknya di sirkuit tersebut. Sebelumnya, juara dunia tujuh kali itu tidak pernah sekali pun menyelesaikan balapan utama di Mandalika sejak 2022.

Namun, akhir pekan kali ini berjalan jauh lebih baik. Sehari sebelumnya, Marquez berhasil memenangi Sprint Race dan sempat merebut puncak klasemen dari Jorge Martin. Meski pada balapan utama ia harus rela tergeser oleh empat pembalap Aprilia dan Pedro Acosta, Marquez tetap pulang dengan kepala tegak.

Ia hanya kehilangan tiga poin dari Marco Bezzecchi dan tetap memiliki jumlah poin yang sama dengan Martin dibandingkan sebelum akhir pekan dimulai.

Hasil finis keenam di MotoGP Mandalika 2026 ini menjadi salah satu pencapaian paling berharga bagi Marquez sepanjang musim.

Kutukan Mandalika yang Akhirnya Terpecahkan

Sejak Sirkuit Mandalika masuk dalam kalender MotoGP pada 2022, Marc Marquez selalu gagal mencapai garis finis di balapan utama. Cedera, kecelakaan, dan berbagai masalah teknis seolah menghantui setiap kunjungannya ke Lombok.

Pada 2022, ia terjatuh saat sesi pemanasan dan tidak bisa turun balapan. Tahun berikutnya, ia kembali mengalami insiden yang memaksanya mundur. Tren buruk itu berlanjut hingga 2025, ketika ia kembali harus mengakhiri balapan lebih cepat.

Namun, pada 2026, Marquez datang dengan performa yang jauh lebih matang bersama Ducati. Ia tidak hanya menyelesaikan balapan, tetapi juga membawa pulang poin berharga yang menjaga posisinya di jalur perebutan gelar.

Hanya Kehilangan Tiga Poin, Itu Sebuah Mimpi

Dalam sesi wawancara usai balapan, Marquez mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih. "Jadi, ini mudah dijelaskan," ujarnya dikutip dari Crash.net. "Pada Kamis, jika Anda mengatakan kepada saya sepanjang akhir pekan saya hanya kehilangan tiga poin dari Marco Bezzecchi dan memiliki poin yang sama dengan Martin, itu adalah sebuah mimpi."

Marquez menegaskan bahwa hasil ini sangat berarti karena Mandalika merupakan salah satu sirkuit terburuk baginya. "Kami melakukannya di sirkuit terburuk untuk kami. Kami menjalani akhir pekan yang hebat, kami bisa konsisten sepanjang akhir pekan," tambahnya.

Masalah Ban Belakang yang Membatasi Performa

Meski puas dengan hasil akhir, Marquez tidak menampik bahwa balapan utama berlangsung sangat menantang. Ia mengalami penurunan daya cengkeram ban belakang yang signifikan, terutama pada paruh kedua balapan.

Kondisi tersebut membuatnya kesulitan mempertahankan kecepatan untuk bersaing di barisan depan. "Ban belakang mengalami penurunan yang sangat besar. Bagian depan terasa sempurna," jelas Marquez. Ia juga mengaku sengaja mengurangi risiko saat pengereman keras di Tikungan 10.

"Saya memang sedikit mengalah di Tikungan 10, tetapi itu adalah strategi saya. Tidak ada risiko, karena dengan 12 lap tersisa, saya tahu Acosta dan Ogura akan menyalip saya," ujarnya.

Aprilia Dominan, tetapi Marquez Tetap di Jalur Gelar

Balapan utama GP Indonesia 2026 menjadi pesta bagi Aprilia. Marco Bezzecchi keluar sebagai juara, diikuti Raul Fernandez di posisi kedua, Jorge Martin di posisi ketiga, dan Ai Ogura di posisi keempat. Pedro Acosta dari KTM melengkapi lima besar, sementara Marquez harus puas finis keenam.

Meski demikian, Marquez menegaskan bahwa perebutan gelar juara dunia masih terbuka lebar. "Kejuaraan dunia ini masih antara tiga pembalap," katanya. "Kita sudah melihat bahwa apa pun bisa terjadi. Bezzecchi memenangi dua balapan terakhir musim lalu dan tiga balapan pertama musim ini. Yang menyenangkan adalah saya bertarung melawan dua Aprilia," tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.