Jateng

Lando Norris Terpukul Masalah Kecepatan Trek Lurus McLaren di F1 Seri Malaysia 2026

Theo Adi Pratama | 5 Oktober 2026, 08:47 WIB
Lando Norris Terpukul Masalah Kecepatan Trek Lurus McLaren di F1 Seri Malaysia 2026

JATENG.AKURAT.CO, Nasib kurang beruntung harus dialami sang juara dunia bertahan F1 2025, Lando Norris, sepanjang akhir pekan gelaran Formula 1 di lintasan Malaysia.

Pebalap andalan McLaren tersebut harus berjuang ekstra keras mengemudikan jet darat miliknya yang mengalami penurunan kecepatan signifikan di lintasan lurus (straight-line speed).

Kendala teknis misterius yang hanya menyerang mobil Norris dan tidak berdampak pada rekan setimnya, Oscar Piastri, membuat sang pebalap Inggris kehilangan waktu berharga di setiap putaran.

Kendati sempat tercecer akibat insiden menghindar di tikungan pertama, Norris masih sanggup menunjukkan mental bertarung hingga berhasil mengamankan poin berharga di posisi kesembilan.

Baca Juga: Kekacauan Start F1 Seri Malaysia 2026: Verstappen dan Para Pembalap Semprot Regulasi Mesin Baru

Kehilangan Waktu Berharga dan Tekanan Jelang Seri Singapura

Masalah kurangnya top speed ini menjadi pukulan telak bagi Norris karena berulang kali menahan laju mobilnya saat hendak melancarkan aksi menyalip.

Ia mengaku kehilangan hingga dua persepuluh detik pada tiap lap dari total 55 putaran yang dijalani di sirkuit.

Kondisi ini jelas mempersulit posisinya di papan klasemen sementara perburuan gelar juara dunia. Jelang bergulirnya seri selanjutnya di GP Singapura, Norris menegaskan tak ingin menjadikan masalah teknis kendaraan sebagai alasan dan siap membenahi penampilannya.

"Saya tidak tahu pasti apa penyebabnya. Tim sudah berusaha keras, tetapi saya kehilangan hampir 0,2 detik setiap putaran. Selama 55 lap, itu sangat menyiksa dan membuat balapan terasa amat sulit," tutur Norris dengan nada kecewa seusai balapan.

Penjelasan Teknis Bos McLaren Soal Defisit Kecepatan

Kepala Tim McLaren, Andrea Stella, membenarkan adanya penurunan performa yang tercatat pada data telemetri mobil balap nomor start 4 tersebut sejak sesi kualifikasi Sabtu.

Menurut analisis statistik tim, mobil Norris mengalami kelemahan pada sektor yang membutuhkan akselerasi penuh dari dorongan daya mesin (power-limited section).

Kecepatan puncak (top speed) yang dihasilkan mobil Norris tercatat lebih lambat sekitar 1 hingga 2 km/jam dibanding jet darat standar McLaren.

Stella menyebut perbedaan angka tersebut sekilas nampak tipis dan sulit terlihat secara kasat mata di lintasan.

Namun, akumulasi dari defisit kecepatan di trek lurus tersebut tetap berdampak buruk pada catatan waktu putaran total yang dicapai Norris.

Momen Mencekam di Turn 1 dan Pengakuan Dosa Norris

Selain berkutat dengan performa mesin yang kurang maksimal, akhir pekan balapan Norris makin diwarnai ketegangan saat sesi Safety Car di penghujung laga.

Ketika mobil George Russell mogok di pinggir lintasan, rombongan pebalap di depannya mendadak melambat dramatis di area linier pacu.

Norris yang melaju kencang dari belakang terkejut melihat penumpukan mobil dan terpaksa membanting setir ke area gravel di Tikungan 1 guna menghindari tabrakan beruntun yang fatal.

Insiden ini sempat melempar posisinya turun ke urutan 11 sebelum akhirnya berhasil kembali menembus posisi sembilan besar.

Mengenai momen kritis tersebut, Norris secara dewasa tidak melimpahkan kesalahan pada pihak lain dan mengakui bahwa keterlambatan mengantisipasi jarak pandang murni merupakan kelalaiannya sebagai seorang pebalap profesional.

Evaluasi Tim Demi Mengamankan Poin Musim 2026

Hasil finis di urutan kesembilan memberikan suntikan poin penting bagi McLaren dalam mengamankan posisi di klasemen konstruktor.

Tim mekanik kini berpacu dengan waktu untuk mengidentifikasi penyebab pasti defisit performa pada sasis mobil Norris sebelum balapan malam bergengsi di Sirkuit Marina Bay Singapura dimulai.

Bagi Norris pribadi, seri berikutnya menjadi momentum pembuktian untuk bangkit dari masa-masa sulit.

Dengan evaluasi menyeluruh pada setelan elektronik dan aerodinamika, McLaren optimistis dapat mengembalikan performa kompetitif dua mobilnya di sisa kalender balap musim 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.