Jateng

Bukan Sekadar Pelantikan, MES Jateng Siapkan Ekonomi Syariah Tembus Pasar Global

Muhammad Husni Mushonifi | 2 Oktober 2026, 20:51 WIB
Bukan Sekadar Pelantikan, MES Jateng Siapkan Ekonomi Syariah Tembus Pasar Global

JATENG.AKURAT.CO, Ekonomi syariah Jawa Tengah tengah diarahkan untuk tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga memiliki daya jangkau hingga pasar internasional. Gagasan tersebut menjadi salah satu agenda utama Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Rezza Arief Budy Artha, MBA.

Kepengurusan baru MES Jateng resmi dilantik di Padma Hotel Semarang, Jumat (2/10/2026). Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk Ketua Umum Pengurus Pusat MES yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani, Ketua Harian PP MES sekaligus Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Namun, agenda tersebut tidak sekadar menandai pergantian kepengurusan. MES Jateng membawa sejumlah program yang diarahkan untuk menghubungkan potensi ekonomi masyarakat dengan peluang pasar yang lebih luas.

Dari UMKM hingga Pesantren

Rezza mengatakan ekonomi syariah memiliki ruang pengembangan yang jauh lebih luas dibandingkan sektor keuangan. Karena itu, MES Jateng akan mendorong terbentuknya ekosistem yang melibatkan sektor riil, koperasi, UMKM, industri halal, pesantren, perdagangan, pariwisata, ekonomi digital hingga ekspor.

Menurut dia, pengembangan ekonomi syariah harus memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“MES Jateng mengusung tema ekonomi syariah yang inklusif, progresif, dan inovatif. Kolaborasi akan dibuka seluas-luasnya untuk memperbesar kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian Jawa Tengah,” ujar Rezza.

Pendekatan tersebut juga akan diarahkan agar selaras dengan agenda pembangunan Jawa Tengah, termasuk rencana pengembangan ekonomi syariah dan pariwisata ramah muslim yang berkelanjutan pada 2027.

Koperasi Didorong Masuk Pasar Ekspor

Salah satu program yang disiapkan adalah Koperasi Ekspor Merah Putih. Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas koperasi sekaligus membantu pelaku usaha membuka akses ke pasar ekspor.

Bagi MES Jateng, koperasi dan UMKM memiliki posisi strategis karena menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, produk lokal berpotensi dikembangkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga pasar luar negeri.

Agenda tersebut menjadi semakin relevan dengan dorongan agar ekonomi syariah terhubung dengan sektor perdagangan dan investasi.

Teknologi Jadi Bagian dari Ekonomi Syariah

Pengembangan ekonomi syariah juga tidak dilepaskan dari transformasi digital.

Melalui program SAN-RISE, MES Jateng akan memadukan pelatihan Artificial Intelligence (AI) dengan kemampuan bisnis. Program tersebut ditujukan terutama bagi generasi muda dan pelaku usaha yang harus beradaptasi dengan perubahan pola ekonomi akibat perkembangan teknologi.

Sementara itu, program PesantrenQu diarahkan untuk memperkuat kapasitas ekonomi digital pesantren.

Pesantren tidak hanya ditempatkan sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan, tetapi juga didorong memiliki aktivitas ekonomi yang produktif dan mampu memanfaatkan teknologi digital.

MES Jateng juga menyiapkan Halal Choice untuk memperkuat kesadaran serta ekosistem produk halal.

Di sisi lain, gagasan Kawasan Khusus Ekonomi Syariah disiapkan untuk mendorong terbentuknya ekosistem industri halal yang lebih terintegrasi.

Potensi Jateng Dibawa ke Jejaring Global

Ketua Umum PP MES Rosan P. Roeslani menilai pengembangan ekonomi syariah perlu dilihat dalam perspektif yang lebih luas.

Tidak berhenti pada penguatan ekonomi daerah dan nasional, potensi ekonomi syariah juga perlu dihubungkan dengan investasi, industri halal, perdagangan dan jaringan pasar internasional.

Bagi Jawa Tengah, peluang tersebut dapat dikaitkan dengan beragam potensi yang telah dimiliki, mulai dari industri, UMKM, pesantren, produk halal, ekonomi kreatif hingga sektor ekspor.

Karena itu, penguatan ekosistem menjadi penting agar potensi tersebut dapat memiliki akses terhadap pasar dan jaringan ekonomi yang lebih luas.

Pemerintah dan Dunia Usaha Didorong Bersinergi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut memberikan dukungan terhadap pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, MES, dunia usaha, koperasi, UMKM, pesantren, perguruan tinggi dan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem tersebut.

MES Jateng sendiri membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar pengembangan ekonomi syariah tidak berjalan secara sektoral.

Rezza mengajak masyarakat Jawa Tengah dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam pengembangan ekonomi daerah.

“Semua masyarakat Jawa Tengah, siapa pun Anda, apa pun background-nya, apa pun latar belakangnya, mari sama-sama berkolaborasi mengembangkan ekonomi di Jawa Tengah,” katanya.

Dengan agenda tersebut, periode kepengurusan MES Jateng 2026–2031 diarahkan bukan hanya menjadi fase penguatan organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas peran ekonomi syariah dalam sektor riil.

Dari koperasi dan UMKM, industri halal dan pesantren, hingga teknologi digital dan ekspor, berbagai sektor tersebut diharapkan dapat terhubung dalam satu ekosistem ekonomi syariah yang lebih luas.

Target akhirnya adalah membuka semakin banyak akses bagi potensi Jawa Tengah untuk terhubung dengan pasar nasional maupun global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.