Jateng

Bukan Jodoh! Ini Deretan Pemain yang Gagal Bersinar di Persija Jakarta

Theo Adi Pratama | 24 September 2026, 10:38 WIB
Bukan Jodoh! Ini Deretan Pemain yang Gagal Bersinar di Persija Jakarta
Pemain yang gagal bersinar di Persija Jakarta

JATENG.AKURAT.CO, Persija Jakarta adalah salah satu klub terbesar di Indonesia dengan ekspektasi tinggi setiap musimnya.

Setiap pemain yang datang ke Macan Kemayoran selalu dituntut untuk tampil maksimal dan membawa tim meraih prestasi.

Namun, tidak semua rekrutan berhasil memenuhi harapan tersebut. Sejumlah pemain yang datang dengan label bintang justru gagal bersinar, kalah bersaing, atau bahkan tersisih dari skuad.

Mulai dari pemain asing yang minim kontribusi hingga pemain lokal yang tak kunjung berkembang, daftar ini menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Pada musim 2024/2025 dan 2025/2026, sejumlah nama tercatat gagal memberikan dampak signifikan bagi Persija. Berikut ulasan lengkapnya.

Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng! 7 Pemain Terbaik dan Legenda PSIS Semarang yang Pernah Ukir Sejarah Bersama Mahesa Jenar

Pedro Dias: Bek Asing yang Cepat Tergantikan

Pedro Dias didatangkan pada awal musim 2024/2025 dengan harapan bisa memperkuat lini belakang Persija.

Namun, performanya jauh dari ekspektasi. Bek asal Brasil itu hanya bermain selama 70 menit dari empat pertandingan, dengan sumbangan satu gol.

Kontraknya pun diputus pada awal tahun 2025. Ia menjadi salah satu contoh rekrutan asing yang gagal beradaptasi dengan kerasnya kompetisi Liga 1.

Baca Juga: Jejak Legenda: Pemain-Pemain Terbaik yang Pernah Berseragam Persib Bandung

Riko Simanjuntak: Winger Gaek yang Tersisih

Riko Simanjuntak adalah nama yang cukup lama identik dengan Persija.

Winger berusia 33 tahun itu menjadi bagian penting Macan Kemayoran sejak didatangkan pada 2017.

Namun, pada musim 2025/2026, ia tersisih dari skuad utama. Riko tidak masuk dalam daftar 32 pemain yang dipersiapkan untuk Super League.

Meski masih terikat kontrak, ia kalah bersaing dengan pemain muda dan rekrutan baru.

Performanya yang menurun membuat manajemen memilih untuk tidak memasukkannya ke dalam rencana tim.

Baca Juga: Dari Bepe hingga Ismed Sofyan: Ini Deretan Pemain Terbaik yang Pernah Membela Persija Jakarta

Gustavo Franca: Minim Kontribusi di Lini Serang

Gustavo Franca datang sebagai gelandang serang yang diharapkan menjadi motor serangan Persija.

Namun, ia hanya mencatatkan satu gol dan dua assist dari 13 pertandingan.

Sebagian besar penampilannya sebagai pemain pengganti. Persija pun melepasnya pada paruh musim ke Arema FC.

Ironisnya, di klub barunya itu, Franca justru tampil lebih baik dan menjadi andalan.

Hal ini menunjukkan bahwa masalahnya mungkin bukan pada kualitas pemain, melainkan pada ketidakcocokan sistem atau adaptasi.

Jean Mota: Gelandang Berpengalaman yang Tak Menyatu

Jean Mota didatangkan pada Februari 2026 dengan reputasi sebagai gelandang berpengalaman yang pernah membela Santos dan Inter Miami.

Namun, performanya bersama Persija jauh dari kata memuaskan. Hingga Mei 2026, ia hanya bermain dalam enam pertandingan dengan total 191 menit dan satu assist.

Ia kesulitan mendapatkan menit bermain reguler dan tak mampu memenuhi ekspektasi sebagai pengatur serangan utama tim. Kontraknya pun berakhir tanpa perpanjangan.

Mauro Zijlstra: Hijrah demi Menit Bermain, Malah Terhambat Cedera

Mauro Zijlstra memutuskan hijrah ke Persija dari FC Volendam pada bursa transfer Januari 2026 demi mendapatkan menit bermain.

Sayangnya, ia hanya mencatatkan tiga penampilan bersama Macan Kemayoran.

Dua laga sebagai pengganti, satu laga sebagai starter, dengan total menit bermain 16, 5, dan 55 menit.

Cedera pangkal paha yang dialaminya saat membela Timnas Indonesia membuatnya absen selama dua bulan.

Hingga akhir musim, ia belum mampu menunjukkan potensi terbaiknya.

Shayne Pattynama: Bek Sayap yang Kalah Bersaing

Shayne Pattynama didatangkan pada putaran kedua musim 2025/2026 dengan status pemain naturalisasi Timnas Indonesia.

Namun, ia kesulitan menembus starting XI. Dalam tiga laga pertamanya bersama Persija, ia hanya tampil dua kali sebagai pemain pengganti.

Pelatih Mauricio Souza lebih memilih Dony Tri Pamungkasi di posisi bek sayap kiri. Pattynama dianggap belum bisa bersaing secara konsisten.

Situasinya semakin tidak pasti setelah kedatangan Shin Tae-yong sebagai pelatih baru.

Cyrus Margono: Debut Horor, Langsung Dicadangkan

Cyrus Margono adalah kiper muda yang direkrut untuk menambah opsi di bawah mistar.

Namun, debutnya bersama Persija berakhir pahit. Ia kebobolan tiga gol saat melawan Bhayangkara FC, dan pertandingan berakhir dengan kekalahan 3-2.

Pelatih Mauricio Souza pun memutuskan untuk mencadangkannya, menilai ia belum layak menjadi kiper nomor satu.

Meski disebut memiliki potensi, Margono belum mendapatkan kesempatan kedua yang berarti.

Bruno Tubarao: Transfer Gagal yang Mengundang Kritik

Bruno Tubarao dicap sebagai transfer gagal oleh suporter Persija, Jakmania.

Meski nilai transfernya disebut mencapai Rp6,95 miliar, ia tidak mampu menunjukkan performa yang sepadan. Kritik tajam mengarah padanya sepanjang musim.

Pada akhirnya, Tubarao termasuk dalam daftar pemain Brasil yang hengkang pada Juni 2026. Ia kini dikabarkan memiliki peluang upgrade karier ke Serie A Brasil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.