Jateng

Dari Bepe hingga Ismed Sofyan: Ini Deretan Pemain Terbaik yang Pernah Membela Persija Jakarta

Theo Adi Pratama | 24 September 2026, 10:14 WIB
Dari Bepe hingga Ismed Sofyan: Ini Deretan Pemain Terbaik yang Pernah Membela Persija Jakarta
Persija Jakarta

JATENG.AKURAT.CO, Persija Jakarta adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Sejak berdiri pada 28 November 1928, Macan Kemayoran telah mengoleksi 11 trofi juara Liga Indonesia, sebuah pencapaian yang sulit disamai klub lain.

Di balik deretan prestasi itu, ada banyak pemain hebat yang silih berganti mengenakan seragam kebanggaan The Jakmania.

Dari era Perserikatan hingga kompetisi Liga 1 modern, setiap generasi melahirkan bintang-bintang yang meninggalkan jejak mendalam.

Beberapa di antaranya bahkan dianggap sebagai yang terbaik sepanjang masa.

Pada 2023, Persija menggelar polling "Story of 95" untuk memilih pemain terbaik per lini.

Hasilnya, sejumlah nama legendaris muncul sebagai pilihan terbanyak.

Lantas, siapa saja pemain terbaik yang pernah membela Persija Jakarta? Berikut ulasan lengkapnya.

Bambang Pamungkas: Striker Legendaris Macan Kemayoran

Nama Bambang Pamungkas atau yang akrab disapa Bepe adalah yang paling sulit dibantahkan.

Striker kelahiran 10 Juni 1980 ini menjadi top skor Persija di berbagai era dan meraih gelar Pemain Terbaik pada 2001.

Dalam polling "Story of 95", Bepe mendominasi dengan 67,1 persen suara di sektor lini depan.

Sepanjang kariernya, Bepe mencatatkan total 200 gol bersama Persija di semua kompetisi.

Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak dalam laga derbi melawan Persib Bandung dengan sembilan gol.

Bepe menjalani empat periode berbeda bersama Persija, membuktikan loyalitas dan ketajamannya yang luar biasa.

Ismed Sofyan: Bek Setia Dua Dekade

Jika ada pemain yang identik dengan loyalitas, Ismed Sofyan adalah jawabannya. Bek sayap asal Aceh ini mengabdi selama hampir 21 tahun untuk Persija Jakarta.

Dalam polling "Story of 95", Ismed meraih 80,4 persen suara, tertinggi di antara semua kandidat di semua posisi.

Ismed bergabung dengan Persija pada 2001 dan menjadi andalan di posisi bek kanan hampir tanpa tergantikan.

Di usianya yang hampir 40 tahun, ia bahkan turut mengantar Persija meraih gelar Liga 1 2018 setelah puasa gelar selama 17 tahun.

Di level timnas, Ismed mengoleksi lebih dari 50 caps untuk Timnas Indonesia.

Andritany Ardhiyasa: Penjaga Gawang Terbaik Pilihan Jakmania

Di posisi penjaga gawang, nama Andritany Ardhiyasa muncul sebagai pilihan utama dalam polling "Story of 95" dengan perolehan 45 persen suara.

Kiper kelahiran Jakarta, 26 Desember 1991, ini telah membela Persija sejak 2010 dan mencatatkan sekitar 278 penampilan dengan 94 clean sheet.

Hingga musim 2026/2027, Andritany masih dipercaya memperkuat Macan Kemayoran.

Klub secara resmi memperpanjang kontraknya selama satu tahun, menegaskan statusnya sebagai salah satu kiper paling setia dan berpengaruh dalam sejarah Persija.

Tan Liong Houw: "Macan Betawi" dari Era 1950-an

Tan Liong Houw atau yang juga dikenal sebagai Latief Harris Tanoto adalah legenda Persija dari era 1950-an.

Ia mendapat julukan "Macan Betawi" dari suporter karena penampilannya yang konsisten dan berani.

Prestasi terbesarnya adalah membawa Persija meraih juara Kejuaraan Nasional PSSI 1954 setelah mengalahkan PSMS Medan.

Tan Liong Houw menjadi simbol kejayaan Persija di era awal kemerdekaan, dan namanya tetap dikenang hingga kini.

Sinyo Aliandoe: Sukses sebagai Pemain dan Pelatih

Sinyo Aliandoe adalah sosok langka yang berhasil meraih kesuksesan sebagai pemain sekaligus pelatih Persija.

Sebagai pemain, ia membawa Persija juara Kompetisi Perserikatan 1964 dengan rekor tak terkalahkan.

Setelah pensiun akibat cedera, Sinyo beralih menjadi pelatih dan kembali mempersembahkan gelar juara pada 1973 dan 1975.

Ia juga hampir membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 1986, menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Soetjipto Soentoro: Penyerang Bayangan dengan Insting Mematikan

Soetjipto Soentoro atau yang dikenal sebagai "Gareng" adalah penyerang bayangan legendaris Persija.

Ia ditemukan dari kompetisi internal dan langsung menembus tim utama pada usia 16 tahun.

Pada 1964, Gareng menjadi top skor Perserikatan dengan 16 gol dan membawa Persija juara tanpa kekalahan.

Di level timnas, ia menjadi bagian dari "kuartet tercepat Asia" bersama Iswadi Idris, Abdul Kadir, dan Jacob Sihasale.

Gareng juga mencatatkan delapan gol dalam satu pertandingan saat Indonesia mengalahkan Singapura 9-1 pada 1969.

Iswadi Idris: "Si Boncel" yang Mendunia

Iswadi Idris, yang akrab disapa "Si Boncel", adalah gelandang serang bertubuh mungil namun bertalenta besar.

Meski hanya setinggi 165 cm, kepiawaiannya mengolah bola dan kecepatannya membuatnya menjadi salah satu pemain paling ditakuti di Asia.

Iswadi membela Persija dari 1966 hingga 1980 dan membawa Macan Kemayoran juara Perserikatan pada 1973, 1975, dan 1978.

Ia juga tercatat sebagai pemain Indonesia pertama yang merintis karier di luar negeri, yakni di Australia.

Iswadi menjadi kapten Timnas Indonesia pada era 1970-an dan merupakan bagian dari generasi emas sepak bola Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.