Jateng

Jejak Legenda: Pemain-Pemain Terbaik yang Pernah Berseragam Persib Bandung

Theo Adi Pratama | 24 September 2026, 10:19 WIB
Jejak Legenda: Pemain-Pemain Terbaik yang Pernah Berseragam Persib Bandung
Persib Bandung

JATENG.AKURAT.CO, Persib Bandung adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Berdiri sejak 14 Maret 1933, Maung Bandung telah mengoleksi berbagai trofi bergengsi, mulai dari era Perserikatan hingga Liga Indonesia modern.

Di balik deretan prestasi itu, ada banyak pemain hebat yang silih berganti mengenakan seragam kebanggaan Bobotoh.

Dari era 1970-an hingga kompetisi Super League saat ini, setiap generasi melahirkan bintang-bintang yang meninggalkan jejak mendalam.

Beberapa di antaranya bahkan dianggap sebagai yang terbaik sepanjang masa.

Nama-nama seperti Djadjang Nurdjaman, Robby Darwis, hingga David da Silva muncul sebagai legenda yang tak terlupakan.

Lantas, siapa saja pemain terbaik yang pernah membela Persib Bandung? Berikut ulasan lengkapnya.

Baca Juga: Dari Bepe hingga Ismed Sofyan: Ini Deretan Pemain Terbaik yang Pernah Membela Persija Jakarta

Djadjang Nurdjaman: Legenda dengan Rekor Juara Paling Langka

Djadjang Nurdjaman atau yang akrab disapa Djanur adalah sosok yang sulit dibantahkan sebagai legenda Persib.

Pria kelahiran Majalengka, 30 Maret 1964, ini bukan hanya pemain hebat pada era 1980–1990, tetapi juga pelatih yang sukses mengantar Persib meraih berbagai gelar prestisius.

Sebagai pemain, Djanur menjadi pahlawan pada final Kompetisi Perserikatan 1986 melawan Perseman Manokwari.

Gol tunggalnya pada menit ke-77 mengantar Persib meraih gelar yang telah dinanti selama 25 tahun.

Ia juga berperan pada gelar-gelar berikutnya, termasuk Perserikatan 1990.

Yang membuat Djanur istimewa, ia menjadi satu-satunya sosok dalam sejarah Persib yang meraih gelar juara sebagai pemain, asisten pelatih, dan pelatih.

Puncaknya pada 2014, ia memimpin Persib juara Indonesia Super League setelah 19 tahun tanpa gelar.

Robby Darwis: Pilar Pertahanan yang Tangguh

Robby Darwis adalah ikon pertahanan Persib sejak era 1980-an. Lahir di Bandung pada Oktober 1964, ia dikenal sebagai libero tangguh dengan julukan "Bima".

Bersama Persib, Robby membawa Maung Bandung meraih empat gelar juara, termasuk Perserikatan 1986, 1990, 1995, dan Liga Indonesia 1994/1995.

Kiprahnya di Persib juga mengantarkannya ke skuad Timnas Indonesia, di mana ia turut meraih dua medali emas SEA Games pada 1987 dan 1991.

Yusuf Bachtiar: "Si Kancil" Maestro Pencetak Gol

Yusuf Bachtiar adalah gelandang andalan Persib Bandung di era 1980-an dan 1990-an.

Pemain kelahiran Bandung, 14 Juni 1962, ini dijuluki "Si Kancil" karena kelincahan dan kepiawaiannya dalam mengolah bola.

Yusuf membela Persib dari tahun 1986 hingga 1996, dan sempat kembali pada 2001.

Selama 12 tahun bersama Persib, ia membawa Maung Bandung menjuarai Perserikatan 1989-1990, 1993-1994, dan Liga Indonesia 1994-1995.

Salah satu momen terbaiknya adalah mencetak gol tunggal ke gawang Malaysia pada final Piala Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam 1986.

Sutiono Lamso: Pencetak Gol Penentu Sejarah

Sutiono Lamso adalah nama yang tak bisa dilepaskan dari sejarah Persib Bandung.

Meski lahir di Patikraja, Purwokerto, Jawa Tengah, pria ini justru menjelma sebagai legenda Maung Bandung.

Prestasi terbesarnya adalah mencetak gol tunggal ke gawang Petrokimia Putra pada final Liga Indonesia pertama musim 1994/1995.

Gol itu membawa Persib meraih gelar juara Liga Indonesia perdana. Sepanjang kariernya, Sutiono mencetak 41 gol untuk Persib, menjadikannya salah satu top skor sepanjang era Liga Indonesia sebelum akhirnya dilampaui David da Silva.

David da Silva: Top Skor Sepanjang Era Liga Indonesia

David da Silva adalah penyerang asal Brasil yang menorehkan tinta emas dalam sejarah Persib Bandung.

Meski baru bergabung pada 2022, ia langsung menjadi mesin gol Maung Bandung.

Dalam 103 penampilannya bersama Persib, David da Silva mencetak 69 gol, sebuah rekor yang menjadikannya top skor Persib sepanjang era Liga Indonesia.

Ia melampaui legenda-legenda sebelumnya seperti Sutiono Lamso (41 gol) dan Cristian Gonzales (40 gol).

Musim terbaiknya datang di 2023-2024 saat mencetak 30 gol dan menjadi top skor Liga 1.

David juga menjadi top skor Persib di kompetisi Asia dengan 3 gol dari 4 penampilan di AFC Champions League Two.

Eka Ramdani: Gelandang Ikonik dengan Julukan "Ebol"

Eka Ramdani adalah salah satu figur paling berpengaruh di lini tengah Persib Bandung.

Lahir di Purwakarta, 18 Juni 1984, ia memulai perjalanan sepak bolanya di SSB UNI Bandung pada 1997.

Karier seniornya dimulai pada 2001 bersama Persib, dan ia sempat menjadi kapten tim selama tujuh tahun.

Eka kembali ke Persib pada 2018 dan resmi pensiun setahun kemudian, menandai Persib sebagai klub pertama dan terakhir dalam karier profesionalnya.

Meski sempat dicap pengkhianat karena pindah ke Persisam Samarinda pada 2011, namanya tetap dikenang sebagai gelandang cerdas yang menjadi pilar Maung Bandung.

Yudi Guntara: Gelandang Serang dengan Visi Tajam

Yudi Guntara adalah gelandang serang Persib Bandung era 1990-an yang dikenal memiliki visi bermain tajam dan kemampuan mengalirkan umpan presisi.

Pada usia 17 tahun, ia sudah dipercaya masuk skuad senior oleh pelatih Dede Rusli.

Bersama Persib, Yudi Guntara turut membawa Maung Bandung meraih dua gelar besar: Juara Perserikatan 1993/1994 dan Juara Liga Indonesia 1994/1995.

Menariknya, ia sempat menyeberang ke Persija Jakarta demi melanjutkan pendidikannya, namun tetap dikenang sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Persib.

Cristian Gonzales: Pemain Naturalisasi Pertama yang Melegenda

Cristian Gonzales adalah penyerang naturalisasi asal Uruguay yang menjadi pemain naturalisasi pertama Persib Bandung.

Didatangkan pada Januari 2009, Gonzales langsung menjadi sosok penting di lini depan Maung Bandung.

Di musim pertamanya bersama Persib, Gonzales mencatatkan 31 penampilan dan mengoleksi 18 gol.

Secara total, ia mencetak 41 gol untuk Persib, menjadikannya salah satu penyerang tersubur dalam sejarah klub.

Gonzales kemudian resmi berstatus WNI pada November 2010 dan menjadi legenda Timnas Indonesia.

Risnandar Soendoro: "Franz Beckenbauer Asia"

Risnandar Soendoro adalah pemain belakang terbaik yang pernah dilahirkan Persib Bandung.

Lahir di Bandung pada 1948, ia memulai karier sepak bolanya di UNI pada 1966 sebelum bergabung dengan Persib Junior setahun kemudian.

Mapan di tim senior Persib sejak 1968, Risnandar dipanggil menjadi anggota skuad tim nasional pada 1970.

Ia mendapat julukan "Franz Beckenbauer Asia" karena kemampuannya sebagai pemain bertahan yang tangguh.

Prestasi individunya sangat cemerlang: ia terpilih sebagai pemain terbaik kompetisi Perserikatan pada 1972-1973 dan pemain terbaik nasional 1973.

Risnandar meninggal dunia pada 3 Maret 2016, meninggalkan warisan sebagai salah satu legenda terbesar Persib.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.