Laga Kandang Malam Hari Perdana, PSIM Ingin Ulang Kemenangan atas Bali United di Stadion Sultan Agung

JATENG.AKURAT.CO, Atmosfer berbeda akan menyelimuti PSIM Yogyakarta saat menjamu Bali United FC pada pekan ke-22 BRI Super League.
Laga yang digelar di Stadion Sultan Agung, Senin (23/2) pukul 20.30 WIB, bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah malam yang penuh makna.
Bagi Laskar Mataram, ini menjadi laga kandang malam hari perdana musim ini. Lebih istimewa lagi, pertandingan tersebut berlangsung di momen awal bulan Ramadan—sebuah suasana yang sarat emosi, spiritualitas, dan harapan baru.
Baca Juga: Luka Lama di Dipta Masih Terasa, Misi Bali United Balas Kekalahan Hadapi PSIM di Kandang Lawan
Antusiasme di Tengah Tekanan
Sorak suporter yang memadati stadion malam nanti diyakini akan menghadirkan energi berbeda.
Bermain di bawah sorot lampu stadion untuk pertama kalinya musim ini menjadi pengalaman baru yang dinanti-nanti para pemain.
Antusiasme itu menjadi modal penting bagi PSIM yang tengah berusaha bangkit.
Dalam empat laga awal putaran kedua, PSIM belum sekalipun meraih kemenangan.
Dua kekalahan di pekan ke-18 dan 19, serta dua hasil imbang di pekan ke-20 dan 21, membuat langkah mereka sedikit tertahan.
Kini PSIM bertengger di peringkat ke-7 klasemen sementara dengan 32 poin.
Mereka terpaut tiga angka dari Persita di posisi ke-6 yang sudah memainkan laga pekan ke-22.
Artinya, kemenangan atas Bali United akan membuka kembali jalan untuk bersaing di papan atas.
Pengalaman Baru di Bawah Lampu Stadion
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menegaskan bahwa persiapan tim secara umum tidak banyak berubah.
Namun, ia mengakui ada nuansa berbeda menjelang laga malam ini.
“Persiapan kami pada dasarnya sama. Namun ini pertama kalinya kami bermain pada malam hari dengan lampu stadion menyala (di laga home). Ini akan menjadi pengalaman baru dan menarik tentunya bagi kami,” ujar Van Gastel.
Baginya, pertandingan ini bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga tentang bagaimana tim mampu beradaptasi dengan atmosfer yang baru.
Ramadan dan Penyesuaian Tim
Datangnya bulan Ramadan juga menjadi perhatian khusus bagi tim pelatih. Dengan kickoff yang lebih malam, manajemen fisik dan energi pemain menjadi hal krusial.
“Saya sudah berkomunikasi dengan staf pelatih lokal yang punya pengalaman soal Ramadan untuk menentukan apa yang terbaik dilakukan,” jelas Van Gastel.
PSIM telah menggeser jadwal latihan dari pagi ke sore hari agar para pemain bisa beradaptasi dengan kondisi berpuasa.
Selain itu, program hari pertandingan pun disesuaikan agar pemain yang menjalankan ibadah puasa dapat berbuka dengan baik sebelum bertanding.
“Kami juga menyesuaikan program pada hari pertandingan agar pemain yang berpuasa bisa berbuka dengan baik,” tambahnya.
Lebih dari Sekadar Tiga Poin
Pertandingan ini adalah persimpangan emosi.
Di satu sisi ada tekanan untuk kembali ke jalur kemenangan, di sisi lain ada semangat baru yang dibawa oleh malam Ramadan pertama di kandang sendiri.
Di bawah cahaya lampu Stadion Sultan Agung, PSIM tak hanya mengejar tiga poin.
Mereka mengejar momentum, kepercayaan diri, dan keyakinan bahwa kebangkitan bisa dimulai dari satu malam yang penuh arti.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







