Jateng

Luka Lama di Dipta Masih Terasa, Misi Bali United Balas Kekalahan Hadapi PSIM di Kandang Lawan

Arixc Ardana | 23 Februari 2026, 20:02 WIB
Luka Lama di Dipta Masih Terasa, Misi Bali United Balas Kekalahan Hadapi PSIM di Kandang Lawan

JATENG.AKURAT.CO, Pekan ke-22 BRI Super League menjadi momentum krusial bagi Bali United FC. Serdadu Tridatu akan melakoni laga tandang ke markas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Senin (23/2) malam pukul 20.30 WIB.

Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Bagi kedua tim, laga di Bantul menjadi kesempatan menghentikan tren kurang memuaskan pada awal putaran kedua musim 2025/26.

Saat ini Bali United berada di posisi ke-11 klasemen sementara dengan 28 poin. Mereka terpaut empat angka dari PSIM yang menempati peringkat ke-7.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Plumbon Limpung Batang, Siswi Kelas 9 SMP Tewas Terlindas Truk

Jarak yang relatif tipis membuat duel ini diprediksi berlangsung ketat.

Kedua tim sama-sama berambisi memperbaiki posisi sekaligus memulihkan kepercayaan diri setelah serangkaian hasil yang belum memuaskan.

Bagi Bali United, pertandingan ini menjadi titik balik yang sangat dinanti. Lebih dari sekadar angka di papan klasemen, laga ini menyangkut arah perjalanan musim mereka.

Evaluasi Total dari Johnny Jansen

Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, memastikan timnya datang dengan persiapan matang.

Evaluasi menyeluruh telah dilakukan menyusul rentetan hasil negatif.

"Ada beberapa hal yang kami ubah untuk bisa meraih kembali poin sempurna. Kami bicara dengan pemain, menunjukkan beberapa video pertandingan, dan mencari solusi untuk rencana kita bersama," ujar pelatih asal Belanda tersebut.

Ia menegaskan tidak akan membuka seluruh strategi yang disiapkan. "Saya tidak bisa menjelaskan secara penuh rencana itu, tetapi kita akan berusaha melakukan maksimal demi hasil yang terbaik," imbuhnya.

Pendekatan taktis dan komunikasi intens dengan pemain menjadi fokus utama dalam sepekan terakhir.

Luka Lama yang Belum Sembuh

Kenangan pahit masih membekas di kubu Bali United. Pada pertemuan putaran pertama di Stadion Kapten I Wayan Dipta, mereka harus mengakui keunggulan PSIM dengan skor 1-3.

Hasil tersebut menjadi catatan penting jelang laga tandang kali ini. Meski demikian, Bali United pernah menunjukkan dominasinya saat laga pra musim di stadion yang sama, ketika Laskar Mataram takluk dengan enam gol tanpa balas.

Artinya, secara kualitas, kedua tim pernah saling mengalahkan. Faktor mental dan momentum akan sangat menentukan.

Sama-sama Kehilangan Ritme

PSIM belum menemukan kembali konsistensi permainan seperti di putaran pertama. Laskar Mataram menelan kekalahan dari Persebaya Surabaya dan Borneo FC, lalu hanya bermain imbang melawan Persis Solo serta Persik Kediri.

Grafik performa yang menurun mulai memunculkan tanda tanya terhadap stabilitas tim yang sebelumnya tampil solid di papan atas.

Situasi Bali United pun tak jauh berbeda. Serdadu Tridatu tumbang dari Persik, Persebaya, dan Persija Jakarta, serta hanya mampu meraih satu poin saat ditahan Semen Padang.

Dengan kondisi tersebut, duel di Stadion Sultan Agung akan menjadi ajang pembuktian siapa yang lebih siap bangkit.

Pertaruhan Arah Musim

Laga ini menjadi persimpangan bagi dua tim dengan ambisi besar. PSIM ingin kembali menjaga asa di papan atas, sementara Bali United bertekad mengembalikan marwah sebagai tim pesaing serius.

Di tengah tekanan dan ekspektasi, satu hal yang pasti: pertandingan di Bantul bukan hanya soal hasil akhir. Ini tentang momentum, kepercayaan diri, dan upaya mengubah cerita musim sebelum terlambat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.