Jateng

OJK Percepat Reformasi Pasar Modal, Transparansi Saham dan Kepercayaan Investor Jadi Prioritas

Arixc Ardana | 22 Oktober 2026, 17:57 WIB
OJK Percepat Reformasi Pasar Modal, Transparansi Saham dan Kepercayaan Investor Jadi Prioritas

JATENG.AKURAT.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan reformasi pasar modal Indonesia harus diwujudkan melalui langkah nyata untuk memperkuat transparansi, integritas, serta kepercayaan investor di tengah perhatian pasar global terhadap status pasar modal Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pihaknya memahami perhatian investor menyusul pengumuman MSCI mengenai konsultasi potensi perubahan klasifikasi pasar Indonesia.

OJK, kata Friderica, menghormati penilaian independen MSCI dan berkomitmen menjawab berbagai perhatian investor melalui reformasi yang konsisten.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers pada Rabu (21/10).

“Kepercayaan investor harus dibangun melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan. OJK berkomitmen membangun pasar modal Indonesia yang adil, transparan, kompetitif, dan memiliki kredibilitas global,” kata Friderica.

Kapitalisasi Pasar Indonesia Capai USD589 Miliar

Friderica menyebut fundamental pasar modal Indonesia masih kuat. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar USD589 miliar atau menjadi yang terbesar kedua di kawasan ASEAN.

Selain itu, jumlah investor di pasar modal Indonesia telah mencapai 31,1 juta.

Kinerja perusahaan tercatat juga menunjukkan perkembangan positif. Dalam periode 12 bulan hingga Juni 2026, pendapatan perusahaan tercatat tumbuh 15,9 persen, sedangkan laba bersih meningkat 16,3 persen.

Meski demikian, OJK menilai penguatan kualitas pasar tetap diperlukan untuk menjaga kepercayaan investor dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

OJK Perkuat Dialog dengan Investor

OJK terus berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus memastikan reformasi berjalan secara berkelanjutan.

Selain memperkuat koordinasi, OJK akan meningkatkan dialog dengan investor guna memperoleh masukan yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas pasar modal Indonesia.

Friderica menegaskan, komunikasi dengan investor tidak hanya bertujuan menyampaikan langkah reformasi yang telah dilakukan, tetapi juga mendengarkan pandangan dan rekomendasi dari pelaku pasar.

“Kami tidak hanya ingin menyampaikan langkah yang telah dilakukan, tetapi juga mendengarkan pandangan dan rekomendasi investor. Masukan tersebut penting untuk memastikan reformasi benar-benar meningkatkan kualitas pasar dan memperkuat kepercayaan investor dalam jangka panjang,” jelasnya.

Transparansi Kepemilikan Saham Jadi Prioritas

Lebih lanjut, Friderica menjelaskan OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan lembaga terkait akan memprioritaskan penerapan sejumlah kebijakan reformasi pasar modal.

Langkah tersebut mencakup peningkatan ketentuan saham yang beredar di publik atau free float, penguatan transparansi kepemilikan saham, serta peningkatan kualitas perusahaan tercatat.

Melalui langkah-langkah tersebut, OJK berharap pasar modal Indonesia semakin transparan, memiliki integritas yang kuat, serta mampu memenuhi ekspektasi investor global.

Reformasi yang dijalankan secara konsisten diharapkan tidak hanya menjawab perhatian terhadap klasifikasi pasar Indonesia, tetapi juga memperkuat kepercayaan investor dalam jangka panjang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.