Jateng

162 Pendaki Berhasil Dievakuasi, Kebakaran Gunung Sumbing Masih Mengancam 306 Hektare Lahan

Muhammad Husni Mushonifi | 22 Oktober 2026, 04:14 WIB
162 Pendaki Berhasil Dievakuasi, Kebakaran Gunung Sumbing Masih Mengancam 306 Hektare Lahan

JATENG.AKURAT.CO, Keselamatan pendaki dan pencegahan meluasnya kebakaran menjadi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Sumbing. Meski seluruh pendaki yang berada di kawasan gunung telah berhasil dievakuasi, api masih menyala dan penanganan di sejumlah titik terus dilakukan oleh tim gabungan.

Sekitar 162 pendaki dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, kebakaran yang melanda lereng Gunung Sumbing diperkirakan telah berdampak pada 306 hektare lahan.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan meninjau lokasi kebakaran pada Rabu (21/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa upaya pengendalian api terus dilakukan untuk mencegah kebakaran menjalar ke kawasan hutan pinus, lahan pertanian, hingga permukiman warga.

Petugas gabungan masih harus menghadapi medan terjal yang menyulitkan proses pemadaman. Kondisi tersebut membuat upaya pelokalisiran api menjadi langkah penting agar kobaran tidak meluas ke area lain.

“Personel di lapangan terus berjuang naik ke atas, membatasi dan melokalisir api agar tidak melebar. Saat ini kondisi masih menyala dan kita terus berupaya padamkan. Kami juga menjajaki pengerahan helikopter water bombing yang disiagakan dari Gunung Lawu jika kondisi medan memungkinkan,” ujar Roy.

Pengerahan helikopter untuk menjatuhkan air dari udara menjadi salah satu opsi yang tengah dijajaki. Langkah tersebut dipertimbangkan untuk membantu pemadaman di area yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat, dengan tetap memperhatikan kondisi medan dan kelayakan operasi.

Berdasarkan data Polres Wonosobo, dari total 306 hektare kawasan terdampak, sekitar 140 hektare telah berhasil dipadamkan. Penanganan kini diarahkan pada dua hamparan titik api aktif yang masing-masing diperkirakan seluas 90 hektare dan 70 hektare.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan, sebanyak 180 personel yang terbagi dalam enam peleton dikerahkan untuk menangani titik-titik rawan, termasuk kawasan Banyumudal.

Selain memadamkan api secara langsung, petugas membuat sekat bakar atau firebreak untuk menghambat penjalaran kobaran. Warga yang berprofesi sebagai petani juga turut membantu dengan mengoperasikan mesin pompa air guna membasahi area yang berisiko terbakar.

Besarnya dampak kebakaran turut mendorong pembahasan penetapan status tanggap darurat bersama pemerintah daerah. Status tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pengerahan bantuan dan kebutuhan penanganan di lapangan.

Untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat, jalur pendakian Gunung Sumbing dan sejumlah gunung lain di Jawa Tengah ditutup. Kebijakan ini diberlakukan selama proses penanganan berlangsung dan hingga situasi dinyatakan aman.

Kapolda Jateng juga mengingatkan masyarakat serta pengelola kawasan Perhutani agar tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar. Pencegahan sumber api baru dinilai penting agar upaya pemadaman tidak semakin terbebani.

Dengan ratusan hektare lahan terdampak dan sejumlah titik api yang masih aktif, tim gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran. Keberhasilan pelokalisiran api menjadi penentu untuk mencegah dampak kebakaran meluas ke kawasan hutan dan lahan produktif di lereng Gunung Sumbing.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.