Jateng

Rekam Jejak Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Baru yang Pernah Kejar Buronan Narkoba Internasional Dewi Astutik

Muhammad Husni Mushonifi | 5 Oktober 2026, 18:49 WIB
Rekam Jejak Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Baru yang Pernah Kejar Buronan Narkoba Internasional Dewi Astutik

JATENG.AKURAT.CO, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan bukan nama baru dalam penanganan tindak pidana narkotika. Sebelum dipercaya menjadi Kapolda Jawa Tengah, perwira tinggi Polri tersebut memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan pemberantasan narkoba, termasuk menangani jaringan narkotika lintas negara.

Roy Hardi Siahaan lahir di Medan, Sumatra Utara, pada 16 Februari 1970. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 itu mengawali perjalanan kariernya melalui berbagai penugasan di lingkungan kewilayahan Polri.

Kariernya kemudian berkembang hingga mendapat sejumlah kepercayaan di Badan Narkotika Nasional (BNN). Di lembaga tersebut, Roy Hardi pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Kepala BNNP Maluku Utara, Kepala BNNP Kalimantan Tengah, Direktur Narkotika BNN, hingga Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN.

Posisi sebagai Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN membuat Roy terlibat dalam berbagai operasi pemberantasan jaringan narkotika, termasuk penanganan kasus yang memiliki dimensi internasional.

Salah satu operasi yang menjadi bagian dari rekam jejak tersebut adalah pengejaran Dewi Astutik alias Mami, buronan kasus narkotika internasional yang berhasil diamankan di Sihanoukville, Kamboja, pada 2025.

Dalam operasi tersebut, BNN berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, serta Bea dan Cukai.

Dewi Astutik dikaitkan dengan jaringan penyelundupan narkotika yang berhubungan dengan pengungkapan sekitar dua ton sabu dari jaringan Golden Triangle. Penangkapan di luar negeri itu menjadi salah satu contoh penanganan jaringan narkotika yang membutuhkan koordinasi lintas lembaga dan lintas negara.

Pernah Menangani Kasus di Semarang

Penunjukan Roy Hardi sebagai Kapolda Jawa Tengah juga memiliki kaitan dengan rekam tugasnya di wilayah ini.

Jauh sebelum dipercaya memimpin Polda Jateng, Roy pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Semarang. Pengalaman tersebut membuatnya pernah bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan kriminalitas dan dinamika penegakan hukum di Kota Semarang.

Selain Semarang, Roy juga pernah menjabat Kasat Reskrim Polrestabes Medan. Ia kemudian mengemban sejumlah tugas di bidang reserse di lingkungan Polda Jawa Barat sebelum dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Bengkulu.

Rangkaian penugasan tersebut menunjukkan perjalanan karier Roy yang cukup panjang di bidang penyidikan dan penegakan hukum, sebelum kemudian banyak bersentuhan dengan pemberantasan narkotika melalui penugasannya di BNN.

Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Roy Hardi Siahaan setelah ditunjuk sebagai Kapolda Jawa Tengah.

Sementara itu, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang sebelumnya menjabat Kapolda Jawa Tengah mendapat penugasan baru sebagai Wakalemdiklat Polri. Rotasi jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier di lingkungan Polri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.