Jateng

Bawaslu Semarang Libatkan Pramuka Perkuat Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029

Muhammad Husni Mushonifi | 24 September 2026, 15:04 WIB
Bawaslu Semarang Libatkan Pramuka Perkuat Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029

JATENG.AKURAT.CO, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang memperluas upaya pengawasan pemilu berbasis masyarakat dengan memperkuat peran generasi muda melalui Saka Adhyasta Pemilu.

Langkah tersebut ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus Majelis Pembimbing (Mabi) serta Pimpinan Saka Adhyasta Pemilu Kota Semarang yang digelar dalam rangkaian perkemahan selama tiga hari, 6-8 September 2026.

Kegiatan dipusatkan di kawasan eks Edupark Sumurejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Selain menjadi ajang pengukuhan kepengurusan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembinaan bagi anggota Pramuka agar memahami demokrasi dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Peserta kegiatan berasal dari sejumlah sekolah di Kota Semarang, yakni SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang, SMA Negeri 9 Semarang, dan SMA Unggulan Nurul Islami. Kegiatan juga diikuti anggota Saka Adhyasta Pemilu dari Kabupaten Kendal dan Kabupaten Rembang.

Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Ketua Mabi Saka Adhyasta Pemilu Provinsi Jawa Tengah, jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Semarang, perwakilan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, serta Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gunungpati.

Dukungan juga datang dari jajaran Bawaslu di wilayah sekitar, seperti Bawaslu Kabupaten Semarang, Bawaslu Kabupaten Demak, dan Bawaslu Kota Salatiga.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi dalam membangun kesadaran demokrasi, khususnya di kalangan generasi muda. Saka Adhyasta Pemilu diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah partisipasi masyarakat dalam mengawal tahapan pemilu.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Semarang, Bambang Pramusinto, mengapresiasi pengukuhan tersebut. Menurutnya, keterlibatan Pramuka dalam pengawasan pemilu dapat memperluas pemahaman generasi muda mengenai demokrasi sekaligus mendorong mereka berperan aktif di tengah masyarakat.

“Pramuka tidak hanya belajar tentang kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga bagaimana menjadi bagian dari masyarakat. Melalui Saka Adhyasta Pemilu, adik-adik bisa belajar mengenal demokrasi, memahami pentingnya pengawasan, dan ikut menjaga suasana yang kondusif,” kata Bambang.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, Bawaslu dan generasi muda perlu terus diperkuat agar pendidikan demokrasi tidak hanya berlangsung secara formal, tetapi juga tumbuh melalui keterlibatan langsung di masyarakat.

Sementara itu, Ketua Mabi Saka Adhyasta Pemilu Kota Semarang, Arief Rahman, mendorong anggota Pramuka yang telah dikukuhkan untuk mengambil peran lebih aktif dalam pengawasan partisipatif.

Menurut Arief, keberadaan Saka Adhyasta Pemilu bukan hanya berkaitan dengan organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar sekaligus mengabdikan diri dalam kehidupan demokrasi.

“Saka Adhyasta Pemilu ini bukan sekadar wadah organisasi, melainkan ruang pengabdian nyata bagi generasi muda untuk bertumbuh, belajar, dan bergerak bersama demi tegaknya demokrasi yang berintegritas,” ujar Arief.

Melalui kegiatan perkemahan dan pengukuhan tersebut, Saka Adhyasta Pemilu Kota Semarang diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu kekuatan pengawasan partisipatif yang melibatkan generasi muda secara berkelanjutan.

Peran tersebut dinilai penting untuk memperluas pendidikan demokrasi sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses pemilu, termasuk menghadapi Pemilu 2029.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.