Wali Kota Semarang Saksikan Pelantikan DPPI, Siap Cetak Agen Pancasila di Tengah Tantangan Zaman

JATENG.AKURAT.CO, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyaksikan langsung pelantikan pengurus Duta Pancasila Paskibra Indonesia (DPPI) Kota Semarang, Rabu (11/2/2026).
Organisasi ini menjadi wadah resmi bagi Purnapaskibraka Duta Pancasila (PDP) yang ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
DPPI dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka serta Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022.
Kehadirannya bertujuan membina, mengarusutamakan, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat melalui para alumni Paskibraka yang telah mendapat pembinaan ideologi.
Dalam sambutannya, Agustina menegaskan bahwa DPPI harus menjadi “tiang penguat” bagi masyarakat.
Ia berharap para Duta Pancasila mampu menjadi teladan dalam bersikap, bertutur, dan bertindak di ruang sosial, termasuk di media sosial yang kerap dipenuhi narasi ideologi yang saling bertentangan.
“Walaupun jumlahnya tidak sebanding dengan seluruh anak muda di Kota Semarang, saya yakin dengan proses panjang menjadi Paskibraka dan pembinaan yang berkelanjutan, mereka akan menjadi lilin-lilin di tengah kegelapan ideologi,” ujar Agustina.
Menurutnya, esensi Pancasila dapat diperas dalam satu kata, yakni gotong royong. Dengan cara berpikir gotong royong, seseorang akan cenderung membangun hubungan baik, menciptakan kondusivitas, dan menghadirkan kedamaian di lingkungan tempat ia berada.
“Kalau kita terbiasa hidup dengan gotong royong, kita akan mudah menjalin hubungan baik dengan semua pihak. Dari situlah kedamaian dan kondusivitas bisa terwujud. Saya meyakini, dari tangan para Duta Pancasila inilah Semarang damai akan terwujud,” katanya.
Agustina juga menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan. Dalam waktu dekat, ia meminta Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang untuk mengumpulkan para Duta Pancasila dan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif guna memberikan penguatan nilai, termasuk melalui simulasi dan pengukuran empati.
“Kita harus memastikan empati mereka cukup. Kalau belum, harus diisi lagi. Dunia hari ini berat, arus globalisasi begitu cepat, dan gawai memengaruhi cara berpikir. Mereka harus terus ‘di-charge’ agar tetap menjadi Duta Pancasila sampai akhir hayat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang, Bambang Pramushinto, menjelaskan bahwa DPPI merupakan organisasi baru yang dibentuk untuk mewadahi para purna Paskibraka. Organisasi ini hadir di semua jenjang pemerintahan, mulai dari kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.
“DPPI adalah wadah interaksi dan komunikasi bagi purna-purna Paskibraka. Ini organisasi resmi, sehingga nanti akan kami fasilitasi, baik untuk koordinasi lintas stakeholder maupun kegiatan pembinaan,” ujarnya.
Di Kota Semarang, jumlah pengurus dan anggota DPPI saat ini tercatat sebanyak 42 orang. Namun, Bambang menyebut masih banyak purna Paskibraka lain yang belum terwadahi dan akan diajak bergabung melalui proses konsolidasi.
“Tugas utama DPPI adalah menjadi duta atau agen Pancasila. Anak-anak Paskibraka ini tidak hanya dipilih karena fisik yang baik, tetapi juga melalui seleksi berbasis kemampuan akademis. Mereka memiliki potensi besar sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
DPPI memiliki fokus pada pembinaan mental, karakter, dan pengabdian ideologi. Organisasi ini berbeda dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) yang bersifat sosial kemasyarakatan, meskipun keduanya sama-sama berasal dari alumni Paskibraka.
Dengan pelantikan ini, Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk mendukung peran DPPI sebagai garda terdepan pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, demi terwujudnya Semarang yang damai, kondusif, dan berkarakter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









