Investasi di Semarang Tumbuh Pesat, Telekomunikasi hingga Perdagangan Masih Dominan

JATENG.AKURAT.CO, Kota Semarang terus menunjukkan daya tarik kuat sebagai magnet investasi di Jawa Tengah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Diah Supartiningtyas, menyebut sektor telekomunikasi, transportasi, dan perdagangan masih menjadi penopang utama realisasi investasi di ibu kota provinsi tersebut.
Menurut Diah, ketertarikan investor ke Semarang tidak lepas dari dua faktor utama. Pertama, kesiapan infrastruktur kota yang dinilai jauh lebih maju dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah.
Kedua, kemudahan perizinan yang kini seluruhnya berbasis daring, sehingga lebih cepat, transparan, dan tidak berbelit.
“Perizinan sekarang sudah online, tidak perlu tatap muka, dan persyaratannya jauh lebih sederhana. Ini mendorong investor untuk datang dan menanamkan modal di Kota Semarang,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Selain faktor pendukung tersebut, Pemerintah Kota Semarang juga aktif mempromosikan potensi daerah melalui ajang forum bisnis internasional bertajuk Service yang digelar setiap tahun.
Forum ini mempertemukan pelaku usaha dengan pemerintah dan diikuti oleh investor dari dalam maupun luar negeri. Pada 2025, kegiatan tersebut telah memasuki penyelenggaraan ke-18.
Dalam forum itu, Pemkot tidak hanya menawarkan aset, tetapi juga potensi ekonomi Kota Semarang secara menyeluruh. Beberapa aset strategis yang ditawarkan antara lain kawasan Plaza Simpang Lima, Lapangan Manjaran Golf, Gombel, Taman Lele, hingga kawasan Tinjomoyo.
Sejumlah investor telah melakukan penjajakan untuk memanfaatkan aset-aset tersebut, meski prosesnya tetap harus mengikuti regulasi pengelolaan barang milik daerah sesuai aturan Kementerian Dalam Negeri.
“Jumlah investor yang sudah masuk untuk penjajakan lebih dari empat. Ini masih tahap awal, karena setiap kerja sama harus melalui tahapan sesuai peraturan,” jelasnya.
Diah menambahkan, investasi di Semarang tidak hanya bertumpu pada aset, tetapi juga pada potensi kota sebagai pusat perdagangan dan jasa. Hal ini terlihat dari pesatnya pertumbuhan hotel, pusat perbelanjaan, dan kawasan niaga.
Pada Mei mendatang, Mall 23 di wilayah WUJ dijadwalkan resmi dibuka. Selain itu, pada 2029 mendatang, Mall Park One juga direncanakan mulai beroperasi.
“Ini menunjukkan bahwa investor tertarik pada Semarang sebagai kota bisnis. Meski daerah sekitar memiliki kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, Semarang unggul dari sisi hiburan, kuliner, hotel, dan jasa,” katanya.
Dengan karakter tersebut, Kota Semarang semakin mengukuhkan diri sebagai Kota Perdagangan dan Jasa.
Diah menilai, sektor industri memang memiliki daya saing kuat di kawasan ekonomi khusus, namun Semarang memilih memperkuat peran di sektor jasa, pariwisata, kuliner, perhotelan, dan hiburan.
Terkait target investasi, Diah menyebut bahwa dalam dokumen RPJMD, target 2026 berada di kisaran Rp9,9 triliun. Sementara itu, target dari pemerintah pusat melalui BKPM biasanya lebih tinggi. Pada 2025, target investasi Kota Semarang mencapai lebih dari Rp11 triliun.
“Insya Allah saya optimistis. Tahun 2025 Semarang sudah mampu melampaui target, dan kami yakin tren positif ini bisa terus berlanjut,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










