Pengguna Mengeluh! WhatsApp Diam-Diam Ubah Aplikasi Windows Jadi Web Wrapper, Boros RAM dan Sering Lag

JATENG.AKURAT.CO, WhatsApp baru saja meluncurkan pembaruan besar-besaran untuk aplikasi Windows mereka, dan reaksi dari pengguna sama sekali tidak positif. Meta, perusahaan induk WhatsApp, secara efektif telah mengganti aplikasi native (aplikasi yang dibuat khusus untuk Windows) yang cepat dan ringan dengan sesuatu yang disebut “web wrapper.”
Sederhananya: aplikasi WhatsApp di desktop Anda kini pada dasarnya adalah situs web WhatsApp yang berjalan di dalam sebuah jendela aplikasi.
Perubahan ini, yang kabarnya telah beredar di versi Beta sejak Juli, kini resmi menyentuh pengguna versi stabil.
Mengapa Ini Terasa Seperti Downgrade
Perubahan mendasar pada arsitektur aplikasi ini langsung terasa dampaknya pada performa, dan inilah yang membuat pengguna kecewa:
1. Boros RAM dan Lebih Berat
Aplikasi WhatsApp Windows lama dibangun khusus untuk sistem operasi Windows, membuatnya cepat dan hemat sumber daya. Versi baru ini, karena berjalan seperti peramban web (web browser), jauh lebih berat.
- Pemakaian RAM: Hasil uji awal menunjukkan bahwa versi web wrapper ini menghabiskan lebih dari 300MB RAM hanya untuk memulai.
- Perbandingan: Bandingkan dengan versi lama yang dapat menangani ratusan chat hanya dengan menggunakan RAM kurang dari 100MB.
Karena berjalan di atas engine berbasis web, aplikasi ini terasa lebih lamban (sluggish).
Perpindahan antar chat tidak lagi instan, sering terjadi lag dan stutter (terjeda-jeda) yang sebelumnya tidak pernah ada.
2. Mengganggu Multitasking dan Alur Kerja
Bagi pengguna yang mengandalkan WhatsApp PC untuk bekerja dan multitasking sepanjang hari, perubahan tata letak dan fungsionalitas ini sangat mengganggu:
- Tampilan Choppy: Aplikasi terasa tersendat-sendat (choppy), terkadang seolah berjalan pada frame rate yang rendah.
- Keterbatasan Ukuran Jendela: Tata letak baru tidak mengizinkan Anda mengecilkan jendela aplikasi hingga hanya menampilkan chat aktif saja. Ini adalah kerugian besar bagi pengguna yang terbiasa menempatkan WhatsApp sebagai strip tipis di samping monitor mereka.
Secara keseluruhan, pengguna kini mendapatkan aplikasi yang lebih lamban, lebih haus daya, dan tidak lagi selaras dengan kebiasaan multitasking mereka.
Mengapa Meta Melakukan Perubahan Ini?
Meskipun Meta belum secara resmi mengomentari keluhan kinerja ini, alasan di balik peralihan ke web wrapper kemungkinan besar adalah efisiensi biaya dan pengembangan.
- Kode Tunggal: Mempertahankan satu kode berbasis web yang dapat digunakan di berbagai platform (Windows, macOS, dan web) jauh lebih murah daripada membangun dan memelihara aplikasi native terpisah untuk Windows.
- Fitur Lebih Cepat: Dengan mencerminkan situs web, fitur-fitur baru WhatsApp mungkin akan hadir lebih cepat di desktop. Namun, hal ini hanya akan terasa manfaatnya jika Meta segera mengoptimalkan kinerjanya.
Saat ini, pengguna Windows terpaksa menunggu dan berharap agar Meta memperbaiki pengalaman yang terasa lambat ini.
Jika tidak, web wrapper yang boros dan laggy ini mungkin akan menjadi normal baru bagi WhatsApp desktop.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










