5 Aplikasi Lari Pilihan: Dari Latihan Anti Cedera hingga Treadmill Rasa Komunitas Global (Part 3)

JATENG.AKURAT.CO, Selamat datang di seri terakhir rekomendasi aplikasi jogging!
Setelah mengulas aplikasi yang fokus ke komunitas dan pelatih pribadi, kali ini kita akan melihat aplikasi dengan fitur unik, mulai dari program lari anti-cedera, pelacakan GPS yang andal, hingga pengalaman lari indoor yang seru.
Pilih yang paling cocok untuk mendukung perjalanan larimu, baik di luar ruangan maupun di atas treadmill!
1. None to Run: Fokus Lari Nyaman dan Anti Cedera
Bagi kamu yang benar-benar memulai dari nol dan takut cedera, None to Run adalah solusinya. Tersedia di Android dan iOS, aplikasi ini menawarkan program gratis untuk pemula.
Poin Plus:
- Program 12 minggu yang dirancang agar kamu bisa lari nyaman selama 25 menit terus-menerus.
- Termasuk latihan kekuatan dan mobilitas untuk mencegah cedera—ini jarang ada di aplikasi lari lain!
- Bebas iklan, durasi latihan singkat, dan terintegrasi dengan Apple Health.
Poin Minus:
- Programnya cenderung kaku; kurang fleksibel jika kamu ingin mengubah jadwal.
- Minim panduan medis atau dukungan dari ahli.
- Beberapa fitur advance memerlukan koneksi internet atau langganan berbayar.
2. Map My Run by Under Armour: Pemetaan Rute yang Handal
Dikembangkan oleh brand olahraga Under Armour, Map My Run (Android dan iOS) sangat andal dalam melacak lari menggunakan GPS.
Poin Plus:
- Menggunakan GPS untuk memetakan rute secara detail.
- Pelacakan dasar (durasi, kecepatan, jarak, detak jantung) cukup lengkap dan mudah digunakan.
- Interface yang ramah pemula.
Poin Minus:
- Membutuhkan koneksi data yang stabil untuk fungsi pemetaan maksimal.
- Fitur sosialnya (komunitas) tidak sekuat aplikasi seperti Strava.
- Akurasi GPS kadang kurang konsisten, dan fitur gratisnya terbatas untuk analisis data mendalam.
3. Peloton: Sensasi Lari Indoor Premium
Jika kamu sering lari di dalam ruangan atau di treadmill, Peloton (Android dan iOS) menawarkan pengalaman live run yang unik, meskipun tidak gratis permanen.
Poin Plus:
- Bisa terhubung dengan berbagai merek treadmill, tidak harus treadmill Peloton.
- Kamu bisa mengikuti kelas lari live sesuai jadwal dan mendengarkan instruksi coach untuk sesi lari indoor.
- Hasil lari tetap tercatat secara akurat meskipun indoor.
Poin Minus:
- Biaya langganan lumayan tinggi setelah masa uji coba gratis berakhir.
- Fungsi utamanya terbatas jika tidak digunakan bersama peralatan lari.
- Integrasi dengan perangkat lain (seperti Apple Watch) terkadang kurang maksimal.
4. Stride: Lari Kompetitif di Lingkungan Lokal
Stride adalah pendatang baru (Android dan iOS) yang menyuntikkan elemen kompetitif ke dalam rutinitas jogging-mu. Aplikasi gratis ini fokus pada pelacakan GPS dan komunitas.
Poin Plus:
- Fitur komunitas lokal yang memungkinkan kamu terhubung dengan pelari di sekitar.
- Dapat menampilkan ranking kecepatan lari di wilayah tertentu, memicu motivasi untuk merebut posisi teratas.
- Ideal untuk melacak jarak lari secara simpel.
Poin Minus:
- Fitur tambahan masih terbatas karena aplikasi ini relatif baru.
- Lebih cocok untuk pelari yang senang interaksi dan kompetisi.
5. Garmin Connect: Ekosistem Lengkap untuk Pengguna Smartwatch Garmin
Aplikasi ini wajib dimiliki jika kamu adalah pengguna smartwatch Garmin. Garmin Connect (Android dan iOS) adalah pusat data aktivitas harianmu.
Poin Plus:
- Pelacakan metrik harian yang sangat lengkap (langkah, kalori, aktivitas, kualitas tidur, hingga detak jantung istirahat).
- Sinkronisasi data yang seamless dengan jam tangan Garmin.
- Bisa mengatur perhitungan metrik kesehatan sesuai kebutuhan personal.
Poin Minus:
- Hanya bisa digunakan jika kamu memiliki perangkat wearable Garmin.
- Performa aplikasi kadang terasa lambat saat memuat data.
- Sinkronisasi data nggak selalu mulus, dan kadang masih ada bug.
Dengan 15 pilihan aplikasi yang sudah kita ulas dalam 3 bagian, kini kamu punya arsenal lengkap untuk memilih pendamping lari terbaik. Ingat, aplikasi hanyalah alat; konsistensi adalah kunci utamanya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










