Jateng

Edu Farm Ngaliyan Jadi Percontohan Nasional, Stafsus Kemenko Pangan Beri Komentar

Theo Adi Pratama | 26 September 2025, 13:43 WIB
Edu Farm Ngaliyan Jadi Percontohan Nasional, Stafsus Kemenko Pangan Beri Komentar

JATENG.AKURAT.CO, Kota Semarang menjadi kota pertama yang mendapat kunjungan lapangan dari staf khusus Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Kamis (25/9) siang.

Kunjungan ini menjadi langkah awal Kemenko Pangan yang baru dibentuk di bawah kepemimpinan Menko Pangan Zulhas dalam mengimplementasikan visi swasembada pangan Presiden Prabowo.

Pemilihan Kota Semarang sebagai lokasi kunjungan perdana bukan tanpa alasan.

Kota ini memiliki karakter geografi unik, berada di garis tropis dengan suhu panas ekstrem, sekaligus memiliki potensi besar untuk pengembangan produksi pangan lokal dari lahan sempit di kawasan perkantoran hingga perumahan.

Fokus Urban Farming

Tami, Staf Asisten Deputi Produksi Pangan dan Perubahan Iklim Kemenko Pangan, menegaskan bahwa Semarang menjadi pintu masuk evaluasi kebijakan ketahanan pangan perkotaan.

“Sebagai kunjungan lapangan pertama kali dari Kemenko Bidang Pangan, kami ingin melihat implementasi langsung ketahanan pangan perkotaan. Kebijakan makro yang disusun harus diramu dengan realitas lapangan, termasuk kondisi iklim dan potensi daerah. Tema yang kami usung adalah tata kelola daerah dalam mendukung adaptasi perubahan iklim,” jelasnya.

Ia juga menyoroti Kecamatan Ngaliyan yang telah menjadi contoh penerapan urban farming melalui program Edu Farm.

Menurutnya, langkah ini dapat menjadi solusi konkret menghadapi inflasi pangan dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Di Kecamatan Ngaliyan sudah ada upaya bagus melalui urban farming. Pemerintah mengapresiasi inisiatif ini karena bisa ditiru masyarakat luas sebagai bagian dari adaptasi perubahan iklim dan ketahanan pangan,” imbuh Tami.

Harapan Ketahanan Pangan Lokal

Camat Ngaliyan, Moeljanto, menambahkan bahwa Edu Farm Park di wilayahnya menjadi simbol komitmen masyarakat terhadap swasembada pangan.

“Harapan kami, Edu Farm Park bisa mendorong warga memanfaatkan lahan yang ada untuk urban farming. Dengan begitu, ketahanan pangan lokal dapat terjaga, harga komoditas lebih stabil, dan inflasi bisa ditekan. Semua ini pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Moeljanto.

Ia menegaskan, keterbatasan lahan di kota besar seperti Semarang bukan alasan untuk tidak bercocok tanam.

Dengan pemanfaatan teknologi budidaya modern, masyarakat tetap dapat menghasilkan produk pangan dari lahan sempit.

Semarang Jadi Inspirasi Nasional

Kunjungan Kemenko Pangan ke Kota Semarang, khususnya Kecamatan Ngaliyan, menjadi sinyal penting bahwa konsep urban farming kini dilihat sebagai strategi nasional dalam menjaga ketahanan pangan.

Edu Farm Park Ngaliyan pun berpotensi menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan gejolak harga pangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.