Normalisasi Sungai Wulan Dimulai: Langkah Strategis Atasi Banjir dan Tingkatkan Produktivitas Lahan di Kabupaten Demak

JATENG.AKURAT.CO, Harapan panjang masyarakat Demak akan proyek normalisasi Sungai Wulan akhirnya mulai menunjukkan titik terang.
Dalam Rapat Koordinasi Teknis Persiapan Kegiatan Sosialisasi Dan Penertiban Dalam Rangka Pekerjaan Normalisasi Sungai Wulan Di Wilayah Kabupaten Demak yang berlangsung kemarin, Abdurrachman, ST., MT bersama tim ahli hadir langsung untuk mematangkan perencanaan proyek besar yang telah dinanti selama puluhan tahun tersebut.
Kehadiran mereka menjadi simbol nyata dari komitmen bersama dalam mendukung terlaksananya Flood Management in North Java Project (FMNJP), sebuah proyek strategis nasional untuk pengendalian banjir di wilayah utara Pulau Jawa.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi teknis semata, melainkan juga forum strategis untuk menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan, menyusun strategi pelaksanaan yang efektif, serta membagi peran dan tanggung jawab secara terstruktur.
Bupati Demak dr Hj Eistianah mengatakan Pemerintah Kabupaten Demak mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan bergerak dalam satu arah demi kelancaran dan keberhasilan proyek ini.
“Saya minta kepada para Camat dan Kepala Desa yang wilayahnya terdampak, untuk turut serta mensosialisasikan program ini dan melakukan pendekatan secara humanis kepada masyarakat. Dukungan masyarakat sangat penting untuk memastikan proyek ini berjalan lancar dengan hasil yang maksimal,” ujarnya.
Salah satu tantangan utama dari proyek normalisasi ini adalah kebutuhan lahan untuk menampung hasil galian sungai yang diperkirakan mencapai 15 juta meter kubik.
Jumlah ini tentu sangat besar, sementara ketersediaan lahan milik pemerintah, baik kabupaten maupun desa, masih sangat terbatas.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Demak menyatakan kesiapan untuk memberikan persetujuan penggunaan lahan pertanian yang selama ini kurang produktif karena sering tergenang air.
“Kami mempertimbangkan aspek tata ruang dan keberlanjutan lingkungan. Harapannya, setelah pengurugan menggunakan material hasil pengerukan sungai, lahan-lahan tersebut dapat bertransformasi menjadi lahan produktif yang bermanfaat bagi warga,” jelasnya.
Langkah ini diambil demi kepentingan strategis publik dan menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan yang aman dari bencana banjir.
Terlebih, banjir besar yang melanda Demak pada tahun 2024 menjadi pelajaran penting akan urgensi pelaksanaan normalisasi secara menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Demak juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat yang tetap melanjutkan proyek ini di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional.
“Ini adalah bentuk perhatian nyata pemerintah kepada masyarakat Demak. Mari kita syukuri dan sambut dengan kerja nyata dan sinergi bersama,” ujarnya.
Dengan tekad yang kuat dan kerja sama yang solid, normalisasi Sungai Wulan diharapkan akan menjadi tonggak baru dalam mewujudkan Kabupaten Demak yang bebas banjir dan memiliki ketahanan lingkungan yang lebih baik ke depannya. (adv-demak)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










