Jateng

Makin Liar, Adib Beri Analisa Skenario Jelang Pilwalkot Semarang

Afri Rismoko | 2 Agustus 2024, 10:30 WIB
Makin Liar, Adib Beri Analisa Skenario Jelang Pilwalkot Semarang

Akurat.co - Terkait perkembangan konstalasi peta kandidat pilwalkot Semarang hingga hari ini memang baru ada satu calon Walikota yaitu Yoyok Sukawi yang diusung 6 koaiisi partai menengah ke bawah yaitu Partai Demokrat (6 kursi), PKS (6 v), PKB (5 kursi), PAN (1 kursi), Nasdem (1 kursi) dan PPP (1 kursi) total 20 kursi. 

Namun untuk calon wakil walikota koalisi 6 partai ini belum menentukan sosok siapa yang akan disandingkan dengan Yoyok Sukawi, walau PKB minta wakil tetapi Yoyok masih melihat perkembangan peta. 

Pengamat politik UIN Walisongo, Dr M Kholidul Adib mengatakan ada informasi yang berkembang jika Yoyok mengajak Gerindra (7 kursi) gabung dengan menjadikan Iswar Aminuddin (Sekda Kota Semarang) sebagai calon wakil walikota mendampingi Yoyok. 

Baca Juga: KPK Panggil Ketua Gapensi Kota Semarang dan Direktur PT Deka Sari untuk Pemeriksaan, Sembilan Saksi Sudah Berikan Keterangan: Siapa Saja Mereka?

"Jika Gerindra ikut gabung maka total kursi koalisi pengusung Yoyok akan menjadi 27 kursi," ujar Adib pada Jum'at (2/8/2024). 

Secara politik keberadaan Yoyok Sukawi sebagai kader Partai Demokrat yang juga sebagai bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) bisa diterima oleh Prabowo Subianto. 

Jika koalisi ini terwujud maka akan mengancam Dico M Gandindutto yang baru mendapat dukungan dari Partai Golkar (4 kursi) dan kemungkinan PSI (5 kursi) total baru dapat 9 kursi sehingga belum bisa mengusung calon walikota Semarang. 

Namun jika ajakan Yoyok kepada Gerindra gagal maka Dico masih punya peluang mengajak koalisi Gerindra. Namun jika Gerindra tidak mau dengan Dico dan lebih memilih mengusung Iswar sebagai wakil Yoyok maka nasib Dico diujung tanduk dan sulit untuk mendaftar ke KPU. 

Baca Juga: SEA V League 2024: Indonesia Hadapi Juara Bertahan Thailand dalam Duel Pembuka

Sedangkan kemungkinan Dico Ganindutto untuk berpasangan dengan kader PDIP peluangnya masih kecil karena PDIP hingga sekarang belum jelas menentukan figur siapa yang akan diusung pasca penggeledahan KPK yang menimpa Hevearita G Rahayu Walikota Semarang yang semula digadang untuk diusung PDIP. 

"Apalagi jika melihat peta nasional dimana Partai Golkar dan PSI gabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang dalam pilpres mengusung Prabowo-Gibran, maka tambah kecil kemungkinan jika Partai Golkar dan PSI akan koalisi dengan PDIP," tandas Adib. 

PDIP Dikeroyok

Adib menambahkan, justru yang terbuka kemungkinan adalah Partai Golkar dan PSI akan ikut gabung mengusung Yoyok-Iswar. Jika ini terjadi maka total partai yang akan mengusung Yoyok-Iswar menjadi 36 kursi. 

Mereka akan menyisakan PDIP (14 kursi) untuk mengusung jagonya sendiri yang hingga sekarang belum diumumkan. Walhasil jika analisa ini terjadi maka Pilwalkot Semarang hanya akan diikuti dua pasang calon saja dimana Yoyok Sukawi-Iswar yang diusung KIM plus (PKS, PKB, PPP dan Nasdem) versus PDIP. 

"Dengan Bahasa lain PDIP akan dikeroyok oleh semua partai di Kota Semarang. Jika situasi tersebut terjadi maka Dico M Ganindutto akan kembali ke Kendal," ungkapnya.

Adib mengungkap kabar terbaru bahwa Gerindra kemugkinan besar akan mengusung Iswar Aminuddin, hanya saja posisinya sebagai Walikota atau Wakil Walikota itu yang menurut Adib pelru ditunggu dalam beberapa hari ke depan. 

"Jika upaya Yoyok Sukawi untuk menggaet Iswar sebagai wakllnya berhasil maka peta kemungkinan besar seperti yang tadi saya ulas," ungkapnya. 

Tetapi jika upaya Yoyok untuk menggaet Iswar gagal dan Iswar beserta Gerindra tetap ingin mengusung Iswar sebagai Calon Walikota maka Gerindra harus mencari mitra koalisi karena jumlah kursi yang ia miliki (7 kursi) belum cukup untuk mengusung jago sendiri. 

"Dengan siapa Iswar dan Gerindra akan berkoalisi dan posisinya sebagai walikota atau wakil walikota, itu masih kita tunggu perkembangannya," ujarnya. 

Langkah Gerindra

Terkait langkah Gerindra, Adib melihat setidaknya ada tiga opsi bagi Gerindra yang mau mengusung Iswar dalam membangun koalisi. 

Pertama, Gerindra koalisi dengan Dico M Ganindutto yang mau diusung Partai Golkar dan kemungkinan PSI. Namun info yang berkembang Gerindra kecil mengambil opsi ini karena Gerindra dengan 7 kursi masak menjadi wakil Dico yang diusung Partai Golkar (4 kursi). 

Kedua, Gerindra dan Iswar koalisi dengan PDIP misalnya Iswar menjadi walikota yang diusung oleh PDIP dan Gerindra. 

"Opsi ini juga mungkin terjadi karena sejak jauh hari pengurus Gerindra Semarang tidak mempermasalahkan jika koalisi dengan PDIP tergantung siapa figur yang akan diusung jika menemukan kecocokan maka tidak mustahil koalisi PDIP - Gerindra akan terjadi," beber Adib. 

Masalahnya, kata Adib, hingga sekarang PDIP belum menentukan calonnya sehingga opsi koalisi PDIP dan Gerindra di Kota Semarang masih agak remang-remang. 

Ketiga, opsi Gerindra yang mengusung Iswar koalisi dengan Yoyok Sukawi yang sudah diusung oleh Partai Demokrat., PKS, PKB, PPP, PAN, dan nasdem seperti analisa saya sebelumnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A