Jateng

Adib; Dico Maju di Pilwalikot Semarang akan Berdampak Serius ke Pilgub Jateng dan Pilkada Kendal

Afri Rismoko | 12 Juli 2024, 15:21 WIB
Adib; Dico Maju di Pilwalikot Semarang akan Berdampak Serius ke Pilgub Jateng dan Pilkada Kendal

 

Akurat.co - Wacana memunculkan nama Dico M Ganinduto sebagai Calon Walikota Semarang sangat mengejutkan.

Pengumuman itu disampaikan oleh ketua umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto setelah bertemu dengan Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep.

 Namun hanya Airlangga yang mendeklarasikan pencalonan tersebut, sementara Kaesang tidak ikut deklarasi. 

Menurut Dr M Kholidul Adib, pengamat politik UIN Walisongo Semarang, majunya Dico di Kota Semarang akan merubah konstalasi pilkada di ibu kota Jawa Tengah dan Kabupaten Kendal. 

Baca Juga: Petinggi Golkar Siapkan Dico Ganinduto untuk Kursi Walikota Semarang 2024

Adib menjelaskan, pertama, dengan memunculkan nama Dico M Ganinduto koalisi Indonesia Maju (KIM) sebagai kumpulan partai pendukung Jokowi dan Prabowo Subianto akan serius melawan PDIP yang masih menimbang-nimbang Hevearita G Rahayu sebagai Incumbent walikota Semarang yang dinilai belum mendapatkan lawan yang sepadan. 

"Dengan mengusung Dico tentu Mbak Ita (Hevearita) akan mendapatkan lawan tanding yang sama-sama berbobot sehingga pilwalkot Semarang akan berjalan dengan seru akan terjadi pertarungan sengit antara partai pendukung Prabowo versus PDIP," ujar Adib pada Jum'at (12/7/2024). 

Apalagi, lanjut Adib, hingga hari ini hubungan Prabowo dan Megawati masih belum mencair dan akan berdampak di Pilkada. 

Kedua, dengan munculnya wacana mengusung Dico di Pilwalkot Semarang maka akan memuluskan upaya KIM untuk mengusung pasangan Ahmat Lufhfi bergandengan dengan Kaesang Pangarep di Pilgub Jateng.

Baca Juga: Petinggi Golkar Siapkan Dico Ganinduto untuk Kursi Walikota Semarang 2024

Sejauh ini, kata Adib, nama Ahmad Luthfi (Kapolda Jateng) sudah santer sebagai bakal calon Gubernur Jateng yang didorong Jokowi melalui KIM dan sejauh ini Partai Golkar termasuk yang paling getol mendengungkan nama Ahmad Luthfi. 

"Munculnya nama Kaesang sebagai calon wakil gubernur Jateng yang akan mendampingi Ahmad Luthfi akan menunjukkan betapa jelasnya cawe-cawe Jokowi akan total terlibat dalam memenangkan pasangan ini di Pilgub Jateng malawan jago PDIP," beber Adib. 

Walau dari isu yang beredar sebetulnya Ahmad Luthfi sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh untuk diajak menjadi wakilnya seperti Taj Yasin yang pada periode sebelumnya pernah menjadi wakil gubernur Jateng. 

Ketiga, dengan majunya Dico M Ganinduto di Pilwalkot Semarang maka akan mengubah konstalasi Pilkada di Kabupaten Kendal. 

Selama ini konstalasi Pilkada Kendal hanya memunculkan dua figur kuat sebagai calon Bupati Kendal yaitu Dico M Ganinduto yang merupakan kader Partai Golkar dan Mirna Anisa sebagai kader Partai Gerindra. 

Sementara PKB sebagai partai pemenang pertama pileg 2024 maupun PDIP sebagai pemenang kedua lebih realistis hendak mengambil posisi wakil bupati. 

Apalagi terdengar santer isu bahwa Partai Gerindra hanya akan fokus di 4 daerah saja di Pilkada serentak di Jawa Tengah salah satunya di Kendal Partai Gerindra mentarget menang mengembalikan Mirna Anisa yang pernah menjadi bupati Kendal kembali menjabat Bupati Kendal periode mendatang. 

"Mungkin juga dengan mengusung Dico M Ganinduto di Pilwalkot Semarang sudah menjadi obrolan di tingkat elit DPP Partai KIM di Jakarta karena Partai Gerindra berkeingjnan mengusung Mirna Anisa di Kendal dan agar tidak tempur dengan Dico dari Partai Golkar maka pencalonan Dico digeser ke Kota Semarang agar dapat memuluskan jalan bagi Mirna Anisa di Kendal," beber Adib. 

Baca Juga: Petinggi Golkar Siapkan Dico Ganinduto untuk Kursi Walikota Semarang 2024

Di sisi lain perkembangan politik ini akan membuat PKB dan PDIP di Kendal bisa kembali lebih percaya diri untuk tampil entah dengan mengusung kadernya sebagai calon bupati atau koalisi untuk melawan Mirna Anisa. 

Koalisi PKB dan PDIP akan menjadi kekuatan besar di Kendal dan akan merepotkan bagi Mirna Anisa. Tetapi ini semua masih dinamis hingga bulan Agustus nanti masih terbuka berbagai kemungkinan untuk mengusung calon dalam pilkada.

"Cuma kalau Dico mau maju ke pilwakot Kota Semarang butuh kerja keras karena dia dianggap orang baru di Kota Semarang sehingga waktu yang mepet butuh kerja keras untuk sosialisasi dan membangun tim ke bawah," tuturnya. 

Apalagi suara Partai Golkar hasil pileg 2024 di Kota Semarang sangat kecil (4 kursi) sehingga masih butuh dukungan koalisi dari partai KIM yang lain seperti Partai Gerindra, PSI, Demokrat dan PAN. 

"Padahal Partai Demokrat masih kekeh untuk mengusung Yoyok Sukawi. Sementara PSI juga memberi ruang kepada figur lain seperti Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin," tutup Adib.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A