Jateng

Rusuh di Tarkam, Bayu Pradana Disanksi Enam Bulan Tak Boleh Berpartisipasi di Kompetisi Resmi PSSI dan Denda Rp 50 Juta oleh Komdis PSSI Jateng

Afri Rismoko | 11 Juni 2024, 07:07 WIB
Rusuh di Tarkam, Bayu Pradana Disanksi Enam Bulan Tak Boleh Berpartisipasi di Kompetisi Resmi PSSI dan Denda Rp 50 Juta oleh Komdis PSSI Jateng

AKURAT.CO, Komite Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Tengah akhirnya menjatuhkan sanksi tegas terhadap Bayu Pradana, mantan pemain Barito Putra, terkait kericuhan di Piala Bupati Semarang, Bener Bersatu Cup 2024.

Bayu dijatuhi skorsing enam bulan dari semua kompetisi resmi PSSI dan dikenai denda sebesar Rp 50 juta karena terbukti melakukan penyerangan terhadap perangkat pertandingan dan menjadi pemicu utama kerusuhan.

Putusan Komdis tersebut atas terjadinya tingkah laku buruk pemain, kegagalan panitia pelaksana pertandingan perihal menjaga ketertiban dan keamanan serta Askab dalam hal tanggung jawab pada penerbitan administrasi pendukung terselenggaranya kegiatan serta kewenangan dalam menugaskan perangkat pertandingan.

Baca Juga: Tarkam Berujung Sanksi, Bayu Pradana dan 8 Pemain Lainnya Dihukum Komdis PSSI Jateng, Skorsing hingga Denda Puluhan Juta Rupiah

Hukuman tersebut paska terjadinya kericuhan di Piala Bupati Semarang, Bener Bersatu Cup 2024.

Hukuman dari Komdis PSSI Jateng ini dapat dilakukan karena pertandingan Piala Bupati Semarang, Bener Bersatu Cup 2024 mendapat rekomendasi dari Asosiasi Kabupaten (Askab) Semarang. Ismu Puruhito menjelaskan bahwa keputusan tersebut telah sesuai dengan ketentuan Kode Disiplin PSSI.

“Hal tersebut tertuang di Kode Disiplin PSSI 2023 Pasal 50 ayat 1 dan ayat 2, pasal 68 dan 69 tentang tingkah laku buruk terhadap perangkat pertandingan serta kegagalan panitia dalam menjalankan tanggung jawab” ujar Ketua Komdis Asprov PSSI Jateng.

Baca Juga: Ini Penjelasan Liga 4 dari Ketua PSSI Erick Thohir

Ismu juga mengatakan bahwa langkah tegas ini diharapkan mampu menyadarkan semua pelaku sepakbola di Jawa Tengah.

“Langkah tegas yang ditempuh Komdis Asprov PSSI Jateng untuk menciptakan sepakbola yang aman, nyaman dan fair play serta membantu Pemerintah menciptakan situasi kondusif. Semoga hukuman tersebut dapat membuat efek jera bagi yang bersangkutan dan menjadi pengingat bagi seluruh insan sepakbola Jawa Tengah untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang mencederai fairplay ” pungkas Ismu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A