Jateng

BI Jateng Dukung Peringatan Hari Kartini ke-145, Perkuat Sektor Pariwisata melalui Optimalisasi Museum dan UMKM Pendukung

Arixc Ardana | 21 April 2024, 18:35 WIB
BI Jateng  Dukung Peringatan Hari Kartini ke-145, Perkuat Sektor Pariwisata melalui Optimalisasi Museum dan UMKM Pendukung

AKURAT.CO, Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah memberikan dukungan penuh dalam Peringatan Hari Kartini ke-145, yang diselenggarakan di Kabupaten Rembang, Minggu 21 April 2024.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Rembang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah (KPw BI Jateng), dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut, menjadi momentum penting dalam mengangkat semangat perjuangan Kartini untuk memajukan ekonomi Jawa Tengah secara inklusif.

Rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Maret 2024 tersebut, mengusung tema "Gelora Semangat Kartini untuk Ekonomi Jateng yang maju dan inklusif."

Baca Juga: Mengenal Sosok Mahmudah, Pejuang Kartini Masa Kini, Kisah 11 Tahun Mengemudi Mobil Tangki Pertamina

Tak hanya sebatas perayaan, tapi juga dilakukan serangkaian kegiatan pendukung seperti capacity building, program Kartini Mengajar, serta berbagai perlombaan dan sosialisasi.

Dalam puncak acara Hari Kartini ke-145, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting diantaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Rahmat Dwisaputra, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, Komisaris Allo Bank Avilianiserta Tasya Kamila.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, momentum Hari Kartini 2024 menjadi inspirasi dan motivasi bagi perempuan di seluruh Indonesia.

"Tantangan-tantangan yang dihadapi dan diperjuangan RA Kartini dalam memperjuangan ketidakadilan sosial dan keluar dari belenggu patriarki, harus menjadi semangat bagi Kartini-Kartini masa kini," katanya.

Dijelaskan dia, permasalahan-permasalahan perempuan Indonesia sangat kompleks dan multisektoral.

Persoalan ekonomi, pendidikan, pengasuhan anak, kekerasan terhadap perempuan, dan pernikahan di usia dini hulunya adalah kemiskinan.

Apabila perempuan perempuan Indonesia berdaya secara ekonomi, maka persoalan kemiskinan dapat diminimalisir.

Oleh karena itu, lanjut dia, butuh sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh perempuan tersebut.

“Kerja sama itu akan menjadi kekuatan untuk menyelesaikan isu-isu perempuan yang sangat kompleks dan multisektor," kata Bintang.

Salah satu momen bersejarah adalah pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan tema “MEMBATIK DENGAN MEDIA SYAL OLEH PESERTA TERBANYAK” melalui kegiatan 1000 Millenial Membatik.

Selain itu, ada juga talkshow “Refleksi Perjuangan Kartini untuk Wanita Masa Kini”, peluncuran Jenama Produk Kartini Bangun Negeri (KABARI) “Jagad Phoenix”, dan mini pameran UMKM.

Dukungan Bank Indonesia dalam perayaan Hari Kartini tak hanya sebatas simbolis, tapi juga praktis.

Salah satu fokusnya adalah memperkuat sektor pariwisata melalui optimalisasi Museum RA. Kartini dan UMKM pendukung pariwisata.

"Selain itu, BI juga berkomitmen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pengembangan kelompok subsisten," papar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, Rahmat Dwisaputra.

Kedepannya, diharapkan Peringatan Hari Kartini dapat menjadi agenda nasional tahunan yang diselenggarakan di kota-kota yang memiliki keterkaitan sejarah dengan R.A Kartini.

"Untuk mewujudkannya, sinergitas dari berbagai pihak seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, komunitas, dan institusi/kelompok lainnya sangatlah diperlukan," pungkasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.