Jateng

Mengenal Sosok Mahmudah, Pejuang Kartini Masa Kini, Kisah 11 Tahun Mengemudi Mobil Tangki Pertamina

Arixc Ardana | 21 April 2024, 18:15 WIB
Mengenal Sosok Mahmudah, Pejuang Kartini Masa Kini, Kisah 11 Tahun Mengemudi Mobil Tangki Pertamina

AKURAT.CO, Merayakan Hari Kartini tidak lagi sekadar seremoni yang dilakukan dengan mengenakan kebaya.

Lebih dari itu, makna yang terkandung dalam perayaan hari nasional ini adalah tentang mengambil teladan dari sosok Kartini, yang inspiratif dan gigih dalam perjuangannya.

Saat ini, kita dapat menemukan banyak sosok "Kartini" di era modern yang menjadi inspirasi bagi kita semua.

Baca Juga: Marak Kendaraan Kehabisan BBM Saat Arus Balik, Petugas Bantu Mengisi Dengan Galon

Salah satu di antaranya adalah Mahmudah, seorang perempuan dari Purworejo yang telah memberikan kontribusi besar dengan mengemban tugas mengantarkan bahan bakar minyak )BBM) menggunakan mobil tangki milik Pertamina, ke berbagai kota seperti Yogyakarta, Purworejo, dan Magelang.

Mahmudah memulai perjalanannya dengan langkah nekat belajar mengemudikan mobil besar meskipun awalnya mendapat larangan dari orang tuanya.

Namun, dengan kegigihan dan ketekunan, perempuan berusia ini mampu menguasai keterampilan mengemudi kendaraan besar setelah memiliki empat orang anak.

Baca Juga: Permintaan LPG 3kg di Kota Semarang Melonjak, Pertamina Patra Niaga Tambahkan 128.000 Tabung, Antisipasi Kelangkaan

"Pertama kali saya menjadi sopir pada tahun 1996 sebagai pengemudi bus pariwisata. Saat itu, saya harus mengemudi dalam perjalanan yang cukup jauh dan jarang pulang. Meskipun saya merindukan suami dan anak-anak, saya tetap menjalaninya dengan penuh kesabaran," ujar Mahmudah.

Setelah mengakhiri pekerjaannya sebagai sopir bus pariwisata, Mahmudah memutuskan untuk bergabung sebagai Awak Mobil Tangki di PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu Yogyakarta.

"Saya telah bekerja sebagai Awak Mobil Tangki sejak tahun 2013 hingga saat ini. Awalnya, pekerjaan ini cukup berat karena saya harus beradaptasi dengan cuaca panas dan mengangkat pipa yang cukup berat untuk memasukkan BBM ke dalam Mobil Tangki," tambah Mahmudah.

Setelah mengabdi selama 11 tahun sebagai Awak Mobil Tangki, Mahmudah merasa bahagia dan bersyukur.

Sebab, selain dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, dia juga memiliki lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarganya di Purworejo.

"Alhamdulillah, saya merasa lebih bersyukur sekarang. Di sini, jam kerja teratur dan saya memiliki libur selama 2 hari. Hal ini memungkinkan saya untuk pulang setiap Jumat sore dan berkumpul dengan keluarga hingga Minggu," ujar Mahmudah.

Meskipun menjadi satu-satunya perempuan pengemudi mobil tangki di PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu Yogyakarta, kinerja Mahmudah dinilai cukup baik oleh Joko Isnanto, pengawas Awak Mobil Tangki di FT Rewulu.

"Kami selalu memperlakukan Mahmudah sama seperti Awak Mobil Tangki lainnya. Kinerjanya cukup baik, dia mudah diajak berkomunikasi, selalu siap jika mendapat tugas, dan tidak pernah ada masalah dengan rekan-rekan laki-laki di lapangan," ungkap Joko.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Ibu Kartini, "Tiada barang mustahil di dunia ini! Dan sesuatu yang hari ini kita anggap mustahil, bisa jadi kenyataan yang tidak terbantahkan besoknya!"

Kutipan ini mencerminkan semangat yang dimiliki oleh Mahmudah.

Meskipun bagi sebagian orang profesi sebagai pengemudi truk mungkin terdengar mustahil bagi seorang perempuan, namun bagi Mahmudah, itu adalah hasil yang dapat dicapai dengan semangat dan tekad yang kuat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.