Jateng

Keranda di Atas Air, Prosesi Pemakaman Saat Banjir di Trimulyo

Afri Rismoko | 16 Maret 2024, 16:45 WIB
Keranda di Atas Air, Prosesi Pemakaman Saat Banjir di Trimulyo

AKURAT.CO, Di tengah kondisi banjir yang masih melanda wilayah Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, sebuah berita duka datang dari salah satu warganya.

Romlah (66), seorang warga RT 1 RW 2, Trimulyo, meninggal dunia pada Jumat malam, 15 Maret 2024, sekitar pukul 23.00 WIB, setelah lama berjuang melawan penyakit stroke yang dideritanya selama kira-kira 15 tahun.

Kabar wafatnya Romlah, istri dari Sukirman, menyebar cepat di tengah komunitasnya.

Karena wilayah tersebut masih terendam banjir, prosesi penguburan menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga dan warga sekitar.

Baca Juga: TERBARU! Hari Ini, Gempa Bumi dengan Magnitudo 4.1 Mengguncang Labuhan Bajo

Dalam sebuah upaya yang penuh haru, jenazah Romlah harus dibawa menggunakan perahu menuju pemakaman setempat di Trimulyo Timur, yang beruntungnya tidak terdampak oleh banjir.

Kerjasama dan solidaritas warga setempat terlihat jelas saat mereka bersama-sama mempersiapkan segala keperluan untuk penguburan.

Siti, tetangga almarhumah, mengungkapkan bahwa warga setempat telah menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang untuk meminta bantuan perahu.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Jateng, Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Bisa Memicu Fenomena Hujan Es, Ini Tanda-tanda Awal Pemicu Hujan Es

Sebelum bantuan tersebut tiba, warga sudah sibuk menyiapkan keranda dan peralatan lainnya yang diperlukan.

Ibu-ibu di lingkungan tersebut juga tidak ketinggalan untuk datang ke rumah duka, membantu keluarga yang berduka dan mendoakan jenazah.

Sekitar pukul 10.00 WIB, perahu dari BPBD tiba dan prosesi pengantaran jenazah pun dimulai.

Baca Juga: Misteri Rumah Angker di Jakarta Barat: Kisah Perampokan yang Meninggalkan Kisah Kelam dan Keangkeran

Dalam suasana yang penuh kebersamaan, personil TNI, Polri, dan BPBD bersama-sama dengan warga setempat, mengiringi jenazah yang diangkut dengan perahu, menerjang banjir setinggi perut orang dewasa, menuju ke pemakaman.

Setibanya di dekat area pemakaman yang terletak di daerah yang lebih tinggi dan terbebas dari banjir, keranda jenazah ditandu oleh warga dengan bantuan TNI dan Polri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A