Banjir Demak Meluas ke Jalan Mijen-Welahan Jepara, Ini Rute Alternatif Disiapkan

AKURAT.CO, Banjir yang melanda Kabupaten Demak pada Selasa (13/2/2024) kini semakin meluas, mempengaruhi jalur strategis Jalan Mijen-Welahan di Desa Ngelo Wetan, Kecamatan Mijen.
Kedalaman banjir yang mencapai 20 sentimeter sejak Selasa malam (12/2/2024) memaksa arus lalu lintas untuk dialihkan.
Menurut laporan dari akun Instagram @demakhariini, air limpasan dari Karanganyar sudah menyebabkan genangan di Jalan Raya Welahan-Jepara ke Mijen-Demak.
Kondisi ini mengakibatkan Satlantas Polres Demak mengeluarkan himbauan untuk penggunaan jalur alternatif bagi kendaraan, khususnya bagi kendaraan pribadi roda 4 ke atas, yang disarankan melewati Dempet-Godong-Purwodadi-Brati-Undaan Kudus-Proliman Tanjung Kudus.
Baca Juga: Tragedi Semarang: Balapan Liar Renggut Nyawa Empat Bocah
“Kami mengimbau pengguna jalan pantura Demak untuk sementara menggunakan jalur alternatif mengingat kedalaman banjir di Jalan Kudus-Demak di Kecamatan Karanganyar yang mencapai 1,5 meter,” ujar perwakilan Satlantas Polres Demak melalui unggahan di Instagram.
Bagi pengendara sepeda motor, disarankan untuk melewati wilayah Wedung Demak, menunjukkan upaya Polres Demak dalam memberikan solusi bagi pengendara yang terdampak banjir.
Pemprov Jateng juga telah menawarkan rute alternatif untuk menghindari area tergenang, memfasilitasi perjalanan dari Semarang menuju Kudus dan sebaliknya dengan rute yang lebih aman.
Baca Juga: Banjir Demak Merambah Welahan Jepara : Apa Langkah Selanjutnya?
Kondisi ini menandakan pentingnya koordinasi dan informasi yang cepat dari pihak berwenang untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari banjir yang melanda wilayah Demak, terutama dalam memastikan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.
Pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti rute alternatif yang telah disediakan demi menghindari risiko yang lebih besar.
Kejadian ini kembali mengingatkan akan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya selama musim hujan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless





