Banjir Belum Surut, Jalur Pantura Kudus-Demak Terjebak Kemacetan Ekstrem

AKURAT.CO, Banjir yang melanda Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, belum juga menunjukkan tanda-tanda akan surut.
Kejadian ini berdampak langsung pada lalu lintas di jalur pantai utara (pantura) Kudus-Semarang, yang hingga kini masih mengalami kemacetan panjang.
Pengamatan di lapangan menunjukkan kemacetan yang didominasi oleh truk-truk yang berusaha menuju Semarang.
Kondisi banjir di Karanganyar, Demak, terpantau masih serius dengan ketinggian air yang mencapai atap rumah di beberapa area.
Akibatnya, banyak kendaraan, terutama truk, terjebak dalam banjir dan terpaksa berhenti.
Evakuasi oleh relawan masih terus dilakukan untuk membantu warga yang terdampak.
Salah satu sopir, Cucu, mengungkapkan kefrustrasiannya karena terjebak dalam kemacetan sejak hari sebelumnya.
"Saya dari Probolinggo mau ke Jakarta. Sejak kemarin siang saya sudah di sini. Semaleman ya di sini," keluhnya pada Jumat (9/2/2024).
Baca Juga: Banjir Demak Meluas, Jumlah Pengungsi: 8.170 Jiwa Mengungsi di Sembilan Lokasi
Upaya untuk mengambil rute alternatif lewat Jepara juga gagal karena kondisi jalan yang sama-sama macet.
Sopir lain, Sutrisno, yang dalam perjalanan dari Pasuruan ke Semarang dengan muatan air mineral, juga mengalami nasib serupa.
"Stagnan di sini belum tahu bisa jalan atau tidak. Sebenarnya sudah ditunggu tetapi ya bagaimana lagi kondisinya seperti ini," kata Sutrisno, menandakan bahwa kemacetan telah mempengaruhi banyak pihak, termasuk kegiatan ekonomi.
Kemacetan di jalur pantura Kudus-Semarang ini menjadi salah satu dampak langsung dari banjir yang masih melanda area Karanganyar, Demak.
Pemerintah dan instansi terkait diimbau untuk segera mengatasi masalah banjir dan kemacetan yang berdampak pada mobilitas warga dan logistik di wilayah tersebut.
Sementara itu, Dalam upaya penanganan dan pemulihan kondisi pasca-banjir yang melanda Karanganyar, Demak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus telah mendirikan tiga posko bantuan.
Lokasi posko yang strategis di Terminal Induk Jati, Tanggulangin, dan Balai Desa Jati Wetan dipilih untuk memudahkan akses bagi warga terdampak banjir serta distribusi logistik.
Syarif Hidayah, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kudus, pada Jumat (9/2/2024), menjelaskan pemilihan lokasi posko didasarkan pada kedekatannya dengan area tergenang banjir.
“Kami ingin memastikan posko mudah diakses, baik untuk evakuasi warga maupun penyaluran bantuan logistik,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless

