Jateng

Banjir Belum Surut, Jalur Pantura Kudus-Demak Terjebak Kemacetan Ekstrem

Afri Rismoko | 9 Februari 2024, 13:16 WIB
Banjir Belum Surut, Jalur Pantura Kudus-Demak Terjebak Kemacetan Ekstrem

AKURAT.CO, Banjir yang melanda Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, belum juga menunjukkan tanda-tanda akan surut.

Kejadian ini berdampak langsung pada lalu lintas di jalur pantai utara (pantura) Kudus-Semarang, yang hingga kini masih mengalami kemacetan panjang.

Pengamatan di lapangan menunjukkan kemacetan yang didominasi oleh truk-truk yang berusaha menuju Semarang.

Kondisi banjir di Karanganyar, Demak, terpantau masih serius dengan ketinggian air yang mencapai atap rumah di beberapa area.

Baca Juga: Jejak Selat Muria: Bagaimana Sejarah Alam Mempengaruhi Banjir Serentak di Pati, Kudus dan Demak serta Grobogan

Akibatnya, banyak kendaraan, terutama truk, terjebak dalam banjir dan terpaksa berhenti.

Evakuasi oleh relawan masih terus dilakukan untuk membantu warga yang terdampak.

Salah satu sopir, Cucu, mengungkapkan kefrustrasiannya karena terjebak dalam kemacetan sejak hari sebelumnya.

"Saya dari Probolinggo mau ke Jakarta. Sejak kemarin siang saya sudah di sini. Semaleman ya di sini," keluhnya pada Jumat (9/2/2024).

Baca Juga: Banjir Demak Meluas, Jumlah Pengungsi: 8.170 Jiwa Mengungsi di Sembilan Lokasi

Upaya untuk mengambil rute alternatif lewat Jepara juga gagal karena kondisi jalan yang sama-sama macet.

Sopir lain, Sutrisno, yang dalam perjalanan dari Pasuruan ke Semarang dengan muatan air mineral, juga mengalami nasib serupa.

"Stagnan di sini belum tahu bisa jalan atau tidak. Sebenarnya sudah ditunggu tetapi ya bagaimana lagi kondisinya seperti ini," kata Sutrisno, menandakan bahwa kemacetan telah mempengaruhi banyak pihak, termasuk kegiatan ekonomi.

Kemacetan di jalur pantura Kudus-Semarang ini menjadi salah satu dampak langsung dari banjir yang masih melanda area Karanganyar, Demak.

Pemerintah dan instansi terkait diimbau untuk segera mengatasi masalah banjir dan kemacetan yang berdampak pada mobilitas warga dan logistik di wilayah tersebut.

Sementara itu, Dalam upaya penanganan dan pemulihan kondisi pasca-banjir yang melanda Karanganyar, Demak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus telah mendirikan tiga posko bantuan.

Lokasi posko yang strategis di Terminal Induk Jati, Tanggulangin, dan Balai Desa Jati Wetan dipilih untuk memudahkan akses bagi warga terdampak banjir serta distribusi logistik.

Syarif Hidayah, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kudus, pada Jumat (9/2/2024), menjelaskan pemilihan lokasi posko didasarkan pada kedekatannya dengan area tergenang banjir.

“Kami ingin memastikan posko mudah diakses, baik untuk evakuasi warga maupun penyaluran bantuan logistik,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A