Jateng

Banjir Demak Meluas, Jumlah Pengungsi: 8.170 Jiwa Mengungsi di Sembilan Lokasi

Afri Rismoko | 9 Februari 2024, 08:52 WIB
Banjir Demak Meluas, Jumlah Pengungsi: 8.170 Jiwa Mengungsi di Sembilan Lokasi

AKURAT.CO, Banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus berdampak luas dengan meningkatnya jumlah pengungsi.

Menurut data sementara dari BPBD Kabupaten Demak, sebanyak 8.170 jiwa telah mengungsi ke sembilan lokasi pengungsian hingga Kamis, 8 Februari 2024, pukul 21.00 WIB.

Banjir yang dimulai sejak Senin, 5 Februari 2024, telah merendam 30 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Demak, menyebabkan ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka.

Salah satu lokasi pengungsian utama adalah posko Terminal Jati di Kudus, dimana pengungsi korban banjir beristirahat di tenda-tenda yang telah didirikan.

Baca Juga: Mengurai Jam Pertama Banjir Demak: Dari Jebolnya Tanggul hingga Evakuasi

Lokasi pengungsian lainnya juga telah disiapkan untuk menampung korban banjir yang terus berdatangan.

Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang/Basarnas Semarang, melaporkan bahwa Pos SAR Jepara telah mengirimkan tim untuk melakukan evakuasi korban banjir.

"Evakuasi masih berlangsung hingga malam ini, dan kami telah berhasil mengamankan 39 jiwa dari desa Karanganyar dan mengungsikan mereka ke desa Kedungwaru," ujar Budiono.

Baca Juga: Banjir Demak Darurat Bencana, Ribuan Jiwa Mengungsi

Jumlah korban yang dievakuasi diperkirakan akan terus bertambah seiring berlangsungnya proses evakuasi.

Situasi di desa Karanganyar semakin mendesak dengan banyaknya penduduk yang terjebak banjir, beberapa di antaranya terpaksa mengungsi ke atap rumah mereka.

Budiono berharap tim SAR gabungan dapat segera mengevakuasi penduduk di desa Karanganyar dan segera beralih ke desa Norowito, yang juga membutuhkan bantuan evakuasi.

Situasi ini menuntut respons cepat dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, relawan, dan komunitas lokal, untuk menyediakan bantuan dan dukungan bagi para pengungsi.

Kebutuhan mendesak seperti makanan, air bersih, pakaian, dan perlengkapan medis menjadi prioritas utama dalam penanganan kondisi darurat ini.

Banjir Demak telah menimbulkan tantangan besar bagi warga setempat dan pihak berwenang.

Upaya penanganan dan pemulihan masih terus dilakukan untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh bencana ini.

Pemerintah Kabupaten Demak bersama dengan lembaga-lembaga terkait berupaya keras untuk memastikan bahwa semua pengungsi mendapatkan bantuan yang diperlukan selama berada di lokasi pengungsian.

Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

Koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat setempat menjadi kunci dalam menghadapi bencana banjir di Demak dan meminimalisir dampak yang lebih luas lagi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A