Jateng

Mengurai Jam Pertama Banjir Demak: Dari Jebolnya Tanggul hingga Evakuasi

Afri Rismoko | 9 Februari 2024, 08:41 WIB
Mengurai Jam Pertama Banjir Demak: Dari Jebolnya Tanggul hingga Evakuasi

AKURAT.CO, Kondisi banjir di wilayah Demak-Kudus semakin memprihatinkan dengan meluasnya area yang terendam banjir.

Kejadian ini berawal dari jebolnya tanggul Sungai Wulan pada Kamis, 8 Februari 2024, sekitar pukul 12.00 WIB, yang mengakibatkan banjir merendam beberapa desa di Kecamatan Karanganyar, Demak.

Ketinggian air yang bervariasi, dari 1 hingga 3 meter, menyebabkan beberapa rumah terendam hingga atap.

Baca Juga: Evakuasi Dramatis di Atap Rumah, Pagi Ini: Cerita Warga Karanganyar Hadapi Banjir Demak

Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang/Basarnas Semarang, melaporkan bahwa Pos SAR Jepara telah mengirimkan tim untuk melakukan evakuasi korban banjir.

"Evakuasi masih berlangsung hingga malam ini, dan kami telah berhasil mengamankan 39 jiwa dari desa Karanganyar dan mengungsikan mereka ke desa Kedungwaru," ujar Budiono.

Jumlah korban yang dievakuasi diperkirakan akan terus bertambah seiring berlangsungnya proses evakuasi.

Baca Juga: Banjir Demak Darurat Bencana, Ribuan Jiwa Mengungsi

Situasi di desa Karanganyar semakin mendesak dengan banyaknya penduduk yang terjebak banjir, beberapa di antaranya terpaksa mengungsi ke atap rumah mereka.

Budiono berharap tim SAR gabungan dapat segera mengevakuasi penduduk di desa Karanganyar dan segera beralih ke desa Norowito, yang juga membutuhkan bantuan evakuasi.

Dalam upaya penanganan banjir ini, telah terlibat berbagai potensi SAR termasuk TNI, Polri, BPBD dari Kudus, Jepara, Demak, Grobogan, MDMC, LPBI NU, SARDA Jateng, Bankom Polri, dan lainnya yang tergabung dalam tim SAR gabungan.

Baca Juga: Banjir Bandang di Karanganyar Tutup Akses Jalan Pantura Demak-Kudus

Tim ini telah menerjunkan puluhan personel beserta 10 perahu karet untuk membantu proses evakuasi.

Kerja keras tim SAR gabungan dalam menghadapi banjir di Demak ini menjadi titik terang bagi warga yang terdampak.

Semua pihak berharap kondisi akan segera membaik dan warga yang terdampak dapat kembali ke kehidupan normal mereka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A