Ganjar Bicara Peran Politik Perempuan pada Kongres Perempuan Nasional

AKURAT.CO, SEMARANG- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hadir dalam Kongres Perempuan Nasional yang digelar di Gedung Prof Sudharto, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Kamis (24/8/2023).
Ganjar mengatakan perempuan harus terlibat dalam setiap pengambilan keputusan penting, termasuk keterwakilan mereka dalam peran politik dan jabatan publik.
"Ada banyak hal dalam konteks demokrasi tentu peran politik perempuan. Apakah ia dalam jabatan publik eksekutif maupun legislatif. Saya kira itu yang paling penting," kata Ganjar usai memberikan sambutan di hadapan peserta dari berbagai daerah itu.
Baca Juga: Napak Tilas Perjalanan KA Pertama, 78 Kepala Daerah Naik Kereta Wisata
Suara perempuan harus diperhitungkan dan menjadi representasi penggunaan hak suara saat mereka berada di masyarakat. Perempuan harus menjadi pejuang yang memperjuangkan haknya dalam setiap kebijakan.
"Agar kemudian dalam teori representasi pengambilan keputusan selalu ada wakilnya sehingga nanti akan ada pejuang yang didukung, ditaruh, diletakkan di dalam jabatan-jabatan publik sehingga seluruh keputusan-keputusan publik itu betul-betul akan berpihak kepada mereka," jelasnya
Ganjar mencontohkan, beberapa kebijakan publik yang sangat dekat dengan perempuan. Di antaranya masalah AKI-AKB, KDRT, stunting, juga kepedulian perempuan terhadap isu lingkungan.
Baca Juga: Dewan Akan Membantu Penambahan Fasilitas SMPN 45 Kota Semarang
"Banyak perempuan yang peduli sekali dengan isu lingkungan, termasuk stunting. Hak-hak mereproduksi dan sebagainya. Saya kira, hari ini perlu rekomendasi-rekomendasi itu," ungkap Ganjar.
Ganjar juga mengutip bagaimana perjuangan seorang perempuan tempo dulu. Ia mengutip sebuah cerita tentang pejuang tangguh asal Aceh, Potjut Meurah Intan, yang makamnya berada di Blora, Jawa Tengah. Ia merupakan pejuang yang gigih melawan Belanda pada akhir abad 19 hingga awal abad 20.
Ganjar menuturkan, Potjut Meurah Intan, tertangkap pada November 1902. Saat ditangkap, Potjut Meurah Intan mengalami dua luka di kepala, dua luka di bahu, sementara satu urat kening dan otot tumitnya putus. Potjut ditemukan terbaring di tanah penuh dengan darah dan lumpur.
Baca Juga: Wakil Menteri Luar Negeri Australia Kunjungi Sekolah Damai Wahid Foundation di SMAN 11 Semarang
"Namun beliau tetap tidak menyerah dan terus melawan. Beliau kemudian diasingkan ke Blora dan meninggal di sana. Makamnya ada di Blora dan sekarang kami rawat," ujar Ganjar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 5Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 6Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 7Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 8Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 9Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD







