Jateng

Wakil Menteri Luar Negeri Australia Kunjungi Sekolah Damai Wahid Foundation di SMAN 11 Semarang

Theo Adi Pratama | 24 Agustus 2023, 18:31 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Australia Kunjungi Sekolah Damai Wahid Foundation di SMAN 11 Semarang

AKURAT.CO SEMARANG - Program Sekolah Damai yang diinisiasi Wahid Foundation sejak 2017 didukung oleh Australia Indonesia Partnership for Justice (AIJP2) menerima kunjungan dari Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Australia, Tim Watts MP serta Wakil Duta Besar (Wadubes) Australia untuk Indonesia, Steve Scott.

Kunjungan tersebut diterima di Sekolah Damai binaan Wahid Foundation SMAN 11 Semarang pada Selasa (22/8/2023).

Pada kunjungan tersebut hadir sejumlah perwakilan siswa, guru, dan kepala sekolah binaan yaitu, SMAN 11 Semarang, SMAN 7 Semarang, SMAN 10 Semarang, SMAN 13 Semarang, SMAN 1 Cepiring Kendal, dan juga unsur pemerintah daerah seperti Kepala Bakesbangpol Jawa Tengah, Haerudin dan Kabid PSMA Dinas Pendidikan Jawa Tengah Kustrisaptono.

Baca Juga: KKN MIT 16 Posko 92 UIN Walisongo Semarang Berpartisipasi Dalam Pengajian dan Santunan di Desa Bumiayu

Wamenlu Tim Watts menyatakan, kedatangannya ke Sekolah Damai ingin melihat langsung dan mendengarkan cerita baik tentang toleransi dan penghargaan akan keragaman di sekolah. Apalagi, baik Australia maupun Indonesia merupakan negara multiagama dan multibudaya.

"Saya mewakili orang-orang Australia yang memiliki asal-usul dari semua penjuru dunia, dan tentu saja mereka membawa agama dari berbagai belahan dunia. Saya bangga untuk mewakili komunitas Islam, Buddha, Sikh, dan Kristen yang sangat besar," ujar Watt dalam sambutannya.

Wamenlu Tim Watts mendengar dengan seksama cerita-cerita siswa, guru, dan kepala Sekolah Damai dalam mengelola kebinekaan dan menerapkan prinsip anti-kekerasan, anti-toleransi dan anti-diskriminasi di masing-masing sekolah mereka. Watts mengapresiasi inisiatif Sekolah Damai yang mampu merangkul semua golongan.

Baca Juga: Baru Satu Tahun Digunakan, Fasilitas SMPN 45 Semarang Masih Sangat Kurang

Watts juga bertukar cerita, sebagai pejabat publik yang mewakili daerah pemilihan yang multiagama, pengalamannya bersentuhan dengan penduduk berlatar agama berbeda-beda membuatnya terkesan.

"Kita punya kata bijak di Australia, bahwa paham multikultural Australia itu berhasil jika kita berupaya mewujudkannya."

"Upaya yang Anda lakukan di Sekolah Damai ini untuk mempromosikan perdamaian, toleransi dan keberagaman adalah upaya yang sama dengan yang kita lakukan untuk membangun harmoni, saling memahami dan persatuan di Australia," kata Watts.

Mujtaba Hamdi, Direktur Eksekutif Wahid Foundation, mengaku terhormat mendapat kunjungan Wakil Menteri Australia.

Baca Juga: Cek Pembangunan SMPN 16 Semarang, Dewan Sebut Kualitas Pintu Kelas Jelek

“Sekolah Damai yang dirintis sejak 2017 ini dijalankan untuk menjawab berbagai tantangan intoleransi dan penetrasi ideologi ekstrem ke sekolah. Kami sangat senang upaya kami bersama mitra menghasilkan capaian yang diapresiasi Pak Wakil Menteri secara langsung,” ujar Mujtaba.

Sekolah Damai, lanjut Mujtaba, kini berkembang luas. Awalnya di Jawa Tengah, terdapat 5 pilot Sekolah Damai.

"Kini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah membantu menerapkan Sekolah Damai di 79 Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK),” kata Mujtaba.

Baca Juga: Pemprov dan Kadin Kalimantan Selatan Puji Batik Identix, Berkualitas Bisa Tembus Pasar Ekspor

Mujtaba juga menyampaikan apresiasinya terhadap mitra sekolah, pemerintah provinsi dan khususnya Pemerintah Australia melalui Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ2).

“Inisiatif Sekolah Damai ini terwujud tentu berkat kerjasama yang baik antara pihak Indonesia dan Australia. Kami berterima kasih kepada AIPJ2 yang terus mendukung upaya-upaya kami menjaga harmoni dalam kebinekaan di Indonesia,” ucap Mujtaba.

Kunjungan Wamenlu Tim Watts bersama Wadubes Steve Scott diakhiri dengan berkeliling untuk meninjau sejumlah fasilitas sekolah. Tim Watts juga sempat bermain bola bersama siswa SMAN 11 Semarang. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.