Jateng

Baru Satu Tahun Digunakan, Fasilitas SMPN 45 Semarang Masih Sangat Kurang

Afri Rismoko | 24 Agustus 2023, 16:41 WIB
Baru Satu Tahun Digunakan, Fasilitas SMPN 45 Semarang Masih Sangat Kurang

 

 

AKURAT.CO, SEMARANG – SMPN 45 Semarang belum memiliki fasilitas memadai sebagai sebuah bangunan yang menaungi 191 siswa-siswi. Hal tersebut disebabkan karena bangunan sekolah yang berada di Jalan Rejomulyo I Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan itu baru satu tahun diresmikan.

Dari sisi konstruksi, bangunan dinilai kokoh, namun fasilitas penunjang di sana masih sangat kurang. Hal itu yang menjadi perhatian Sugeng Budiarto selaku Kepala SMPN 45 Semarang.

“Kami Sekolah yang baru berdiri 15 Agustus 2022 sehingga fasilitas di sekolah ini juga masih minimalis. Kami masih membutuhkan fasilitas seperti UKS, kantin, laboratorium, dan perpustakaan. Jujur kami sangat berharap agar fasilitas-fasilitas tersebut segera diadakan karena kami tidak bisa menunggu lama-lama,” ujar Sugeng di hadapan Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang yang melakukan sidak pada Kamis (24/8/2023).

Baca Juga: Cek Pembangunan SMPN 16 Semarang, Dewan Sebut Kualitas Pintu Kelas Jelek

“Sekolah ini kan juga perlu diakreditasi sebelum kelulusan. Sehingga untuk sarana dan prasarana pokok perlu segera direalisasikan,” pinta Sugeng lagi.

Sugeng merasa kasihan kepada siswa-siswinya ketika berkegiatan di luar. Rasa kasihannya muncul karena lapangan SMPN 45 hanya seadanya alias tanah yang belum dibangun.

“Mungkin yang ada ini masih bisa digunakan, tapi kedepan tentunya perlu pembenahan agar bisa digunakan untuk kegiatan olahraga seperti voli, basket, atau sepakbola,” ungkapnya.

Baca Juga: DPRD Soroti Pembangunan SMPN 16 Semarang

“Terus untuk pembetonan kami baru berencana untuk sebagian saja,” tandasnya.

Sugeng berharap lapangan bisa dibenahi sampai ke ujung. Karena kalau sudah ada gedung tapi lapangan masih seadanya menurut Sugeng kurang sempurna.

Permintaan Sugeng itu kemudian disambut oleh Siffin Al-Mufti selaku Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang. Siffin berpesan kepada Kepala Sekolah dan jajarannya agar tidak terjebak dengan keterbatasan fisik karena pembangunan SDM jauh lebih penting.

“Artinya sekolah harus eksis termasuk dari sisi soft skill, karena biar bagaimanapun SMPN 45 harus segera menyesuaikan dengan kurikulum Merdeka Belajar dengan berbagai pelatihan-pelatihan yang menadi skala prioritas,” ujarnya menjawab permintaan Sugeng.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A