Baru Satu Tahun Digunakan, Fasilitas SMPN 45 Semarang Masih Sangat Kurang

AKURAT.CO, SEMARANG – SMPN 45 Semarang belum memiliki fasilitas memadai sebagai sebuah bangunan yang menaungi 191 siswa-siswi. Hal tersebut disebabkan karena bangunan sekolah yang berada di Jalan Rejomulyo I Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan itu baru satu tahun diresmikan.
Dari sisi konstruksi, bangunan dinilai kokoh, namun fasilitas penunjang di sana masih sangat kurang. Hal itu yang menjadi perhatian Sugeng Budiarto selaku Kepala SMPN 45 Semarang.
“Kami Sekolah yang baru berdiri 15 Agustus 2022 sehingga fasilitas di sekolah ini juga masih minimalis. Kami masih membutuhkan fasilitas seperti UKS, kantin, laboratorium, dan perpustakaan. Jujur kami sangat berharap agar fasilitas-fasilitas tersebut segera diadakan karena kami tidak bisa menunggu lama-lama,” ujar Sugeng di hadapan Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang yang melakukan sidak pada Kamis (24/8/2023).
Baca Juga: Cek Pembangunan SMPN 16 Semarang, Dewan Sebut Kualitas Pintu Kelas Jelek
“Sekolah ini kan juga perlu diakreditasi sebelum kelulusan. Sehingga untuk sarana dan prasarana pokok perlu segera direalisasikan,” pinta Sugeng lagi.
Sugeng merasa kasihan kepada siswa-siswinya ketika berkegiatan di luar. Rasa kasihannya muncul karena lapangan SMPN 45 hanya seadanya alias tanah yang belum dibangun.
“Mungkin yang ada ini masih bisa digunakan, tapi kedepan tentunya perlu pembenahan agar bisa digunakan untuk kegiatan olahraga seperti voli, basket, atau sepakbola,” ungkapnya.
Baca Juga: DPRD Soroti Pembangunan SMPN 16 Semarang
“Terus untuk pembetonan kami baru berencana untuk sebagian saja,” tandasnya.
Sugeng berharap lapangan bisa dibenahi sampai ke ujung. Karena kalau sudah ada gedung tapi lapangan masih seadanya menurut Sugeng kurang sempurna.
Permintaan Sugeng itu kemudian disambut oleh Siffin Al-Mufti selaku Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang. Siffin berpesan kepada Kepala Sekolah dan jajarannya agar tidak terjebak dengan keterbatasan fisik karena pembangunan SDM jauh lebih penting.
“Artinya sekolah harus eksis termasuk dari sisi soft skill, karena biar bagaimanapun SMPN 45 harus segera menyesuaikan dengan kurikulum Merdeka Belajar dengan berbagai pelatihan-pelatihan yang menadi skala prioritas,” ujarnya menjawab permintaan Sugeng.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal





