Jateng

Cek Pembangunan SMPN 16 Semarang, Dewan Sebut Kualitas Pintu Kelas Jelek

Afri Rismoko | 24 Agustus 2023, 16:33 WIB
Cek Pembangunan SMPN 16 Semarang, Dewan Sebut Kualitas Pintu Kelas Jelek

 

 

AKURAT.CO, SEMARANG – Kualitas pintu kelas SMPN 16 dinilai sangat buruk oleh anggota Komisi D DPRD Kota Semarang yang melakukan sidak, kamis (24/8/2023).

Anggota Dewan yang melakukan sidak antara lain Rahmulyo Adi Wibowo, Anang Budi Santoso, Siffin Al-Mufti, dan Abdul Majid. Mereka mengetuk-ngetuk dan menggedor-gedor pintu-pintu yang hanya terbuat dari triplek yang sangat tipis.

“Wah ini bisa cepet rusak kalau begini,” ujar Rahmulyo yang menggedor dengan sedikit bertenaga.

“Menurut kami kualitasnya tidak standar, tapi nanti akan di cek lagi jika kualitasnya tidak sesuai kami minta untuk dibongkar, diganti lagi,” sambung Anang.

Baca Juga: DPRD Soroti Pembangunan SMPN 16 Semarang

Pembangunan gedung baru SMPN 16 Kota Semarang yang berada di sisi tanjakan Silayur berasal dari kompensasi tukar guling karena gedung lama di Jalan Sulanji Ngaliyan terdampak pembangunan jalan tol.

“Tukar gulingnya sebanyak 24 RKB (Ruang Kelas Belajar),” tandas Anang.

Selain pintu, dinding selokan yang masih dalam proses pembangunan juga tidak luput dari pengamatan. Anggota Komisi D lainnya, Rohaini tampak fokus mengamati kualitas kontruksi batu yang terkesan hanya ditumpuk saja.

“Wah ini asal-asalan, ditendang dikit langsung ambrol ini,” ungkapnya di depan pekerja kontruksi yang mengerjakan selokan.

“Kita minta seksi sarpras SMP Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk melakukan pengecekan ulang dalam waktu masa jaminan. Jadi pengecekan ulang dilakukan apakah kualitas bangunan sudah sesuai spesifikasi yang diajukan apa belum,” beber Rohaini.

Baca Juga: Menteri PPPA Apresiasi Semangat Jateng Konsisten Bangun Isu-isu Perempuan

Anang juga menegaskan kualitasnya tidak standar, dirinya akan meminta pembongkaran jika kualitasnya tidak sesuai standar.

“Jika kualitasnya tidak sesuai kami minta untuk dibongkar, diganti lagi,” tandasnya.

Pembangunan gedung SMPN 16 sendiri telah memasuki tahap kedua. Untuk tahap pertama berasal dari PT Jasa Marga dan anggarannya dari APBN. Kemudian untuk tahap kedua anggarannya dari APBD Kota Semarang dan akan digunakan untuk membangun beberapa Fasilitas Dasar (Fasad) dan beberapa RKB.

“Jadi tadi kita minta catatannya supaya konstruksi yang dibuat ini betul-betul memenuhi standar. Jangan sampai kemudian jadi masalah, karena Kota Semarang telah dinobatkan sebagai Kota Ramah Anak, maka bangunan sekolah juga harus ramah anak,” tandas Anang.

Baca Juga: Kemarau, PT Tirta Utama Jawa Tengah Diminta Perluas Cakupan Suplai Air Bersih

“Jangan sampai nanti misalnya bangunan yang dibuat roboh, atau fasad yang dibuat rusak dan membahayakan siswa maka harus diantisipasi,” tutup Anang.

Anang meminta paling lambat tahun ajaran baru 2024 sudah bisa ditempati. Namun begitu, Anang menyerahkan penilaian kelayakan gedung kepada Kepala Sekolah dan guru.

“Saya harap tahun ajaran baru SMPN 16 bisa ditempati, nanti seperti apa kami serahkan ke kepala Sekolah dan Guru. Jadi kita minta supaya bangunan aman dan nyaman bagi siswa,” pinta Anang.

Untuk pembangunan tahap kedua, ditargetkan selesai Oktober. Kemudian setelah itu akan dilanjutkan pembangunan tahap ketiga yang berasal dari APBD Kota Semarang.

Anggaran yang disediakan kurang lebih 10 miliar rupiah. Untuk keseluruhan tahap anggarannya mencapai 30 miliar rupiah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A