Jateng

Kericuhan di Final Piala Bupati Semarang Cup 2024, Hasilkan Juara Bersama, Panitia Kaget Laga Final Diikuti Pemain Profesional

Afri Rismoko | 4 Juni 2024, 18:47 WIB
 Kericuhan di Final Piala Bupati Semarang Cup 2024, Hasilkan Juara Bersama, Panitia Kaget Laga Final Diikuti Pemain Profesional

AKURAT.CO, Pertandingan Final Turnamen Sepakbola Piala Bupati Semarang Cup 2024  Bener III di Lapangan Pule Desa Bener, Kecamatan Tengaran, berakhir dengan kericuhan yang viral di media sosial.

Pertandingan antara PS Putra Bakti Desa Patemon melawan PS Ar Rafi Ampel Kabupaten Boyolali berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PS Putra Bakti.

Namun, akibat kericuhan tersebut, hasil akhir turnamen diputuskan menjadi juara bersama dengan masing-masing tim mendapatkan hadiah sebesar 10 juta rupiah.

Baca Juga: Pengacara Wasit Korban Pengeroyokan Bener Bersatu Cup 2024 Piala Bupati Semarang Bakal Tempuh Jalur Hukum

Srinandha, Seksi Pertandingan, menyampaikan bahwa kericuhan yang terjadi sangat disayangkan dan mencoreng nama sepak bola.

"Ini adalah turnamen ketiga yang kami adakan, dan sebelumnya semua berjalan aman. Namun, kali ini terjadi kericuhan yang tidak bisa dihindari," ujarnya.

Aspek perizinan dan keamanan sudah dipersiapkan oleh panitia, namun tetap terjadi kekerasan yang melibatkan hampir semua panitia.

"Panitia hampir semua terkena kekerasan. Pemain terbawa emosi dan tidak bisa dikontrol. Yang penting, wasit dan asistennya aman," tambah Srinandha.

Baca Juga: Kronologi Insiden Kekerasan di Final Tarkam Bener Bersatu Cup 2024 Piala Bupati Semarang

Ketua Panitia Pertandingan, Anto Eko, menjelaskan bahwa pihaknya menginginkan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

"Panitia intinya tidak membuat ulah dan ingin damai. Kami tidak ingin masalah ini berlanjut ke ranah hukum," katanya.

Anto Eko sendiri mengalami cedera akibat kekerasan saat mencoba melindungi wasit.

Kerugian materiil juga dialami panitia, terutama terkait persiapan closing ceremony yang gagal.

"Kami sudah siapkan Rp 7 juta untuk closing ceremony, namun semuanya gagal," ungkap Anto Eko.

Meskipun demikian, panitia berkomitmen untuk melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Meskipun kericuhan terjadi, Srinandha menekankan bahwa para pemain dan official dari kedua tim sudah meminta maaf dan masalah dianggap selesai.

"Kami berharap evaluasi yang akan dilakukan panitia bisa memberikan solusi agar turnamen berikutnya berjalan lebih baik," katanya.

Turnamen tahun ini menjadi sorotan karena kehadiran beberapa pemain tim nasional, yang menarik perhatian penonton lebih banyak dari biasanya.

"Baru tahun ini ada pemain timnas yang ikut, makanya penontonnya banyak. Dari awal sampai final sebenarnya tidak ada masalah," ujar Srinandha.

Kericuhan yang terjadi di final Piala Bupati Semarang Cup 2024 memberikan pelajaran penting bagi semua pihak yang terlibat.

Evaluasi dan perbaikan diharapkan bisa dilakukan agar turnamen berikutnya bisa berjalan lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sepak bola di Jawa Tengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A