Kericuhan di Final Piala Bupati Semarang Cup 2024, Hasilkan Juara Bersama, Panitia Kaget Laga Final Diikuti Pemain Profesional

AKURAT.CO, Pertandingan Final Turnamen Sepakbola Piala Bupati Semarang Cup 2024 Bener III di Lapangan Pule Desa Bener, Kecamatan Tengaran, berakhir dengan kericuhan yang viral di media sosial.
Pertandingan antara PS Putra Bakti Desa Patemon melawan PS Ar Rafi Ampel Kabupaten Boyolali berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PS Putra Bakti.
Namun, akibat kericuhan tersebut, hasil akhir turnamen diputuskan menjadi juara bersama dengan masing-masing tim mendapatkan hadiah sebesar 10 juta rupiah.
Srinandha, Seksi Pertandingan, menyampaikan bahwa kericuhan yang terjadi sangat disayangkan dan mencoreng nama sepak bola.
"Ini adalah turnamen ketiga yang kami adakan, dan sebelumnya semua berjalan aman. Namun, kali ini terjadi kericuhan yang tidak bisa dihindari," ujarnya.
Aspek perizinan dan keamanan sudah dipersiapkan oleh panitia, namun tetap terjadi kekerasan yang melibatkan hampir semua panitia.
"Panitia hampir semua terkena kekerasan. Pemain terbawa emosi dan tidak bisa dikontrol. Yang penting, wasit dan asistennya aman," tambah Srinandha.
Baca Juga: Kronologi Insiden Kekerasan di Final Tarkam Bener Bersatu Cup 2024 Piala Bupati Semarang
Ketua Panitia Pertandingan, Anto Eko, menjelaskan bahwa pihaknya menginginkan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.
"Panitia intinya tidak membuat ulah dan ingin damai. Kami tidak ingin masalah ini berlanjut ke ranah hukum," katanya.
Anto Eko sendiri mengalami cedera akibat kekerasan saat mencoba melindungi wasit.
Kerugian materiil juga dialami panitia, terutama terkait persiapan closing ceremony yang gagal.
"Kami sudah siapkan Rp 7 juta untuk closing ceremony, namun semuanya gagal," ungkap Anto Eko.
Meskipun demikian, panitia berkomitmen untuk melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Meskipun kericuhan terjadi, Srinandha menekankan bahwa para pemain dan official dari kedua tim sudah meminta maaf dan masalah dianggap selesai.
"Kami berharap evaluasi yang akan dilakukan panitia bisa memberikan solusi agar turnamen berikutnya berjalan lebih baik," katanya.
Turnamen tahun ini menjadi sorotan karena kehadiran beberapa pemain tim nasional, yang menarik perhatian penonton lebih banyak dari biasanya.
"Baru tahun ini ada pemain timnas yang ikut, makanya penontonnya banyak. Dari awal sampai final sebenarnya tidak ada masalah," ujar Srinandha.
Kericuhan yang terjadi di final Piala Bupati Semarang Cup 2024 memberikan pelajaran penting bagi semua pihak yang terlibat.
Evaluasi dan perbaikan diharapkan bisa dilakukan agar turnamen berikutnya bisa berjalan lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sepak bola di Jawa Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless




