Tingkat Kesadaran Kesehatan Tinggi, Masyarakat Sambut Antusias Vaksin Rabies bagi Hewan Peliharaan

AKURAT.CO SEMARANG - Masyarakat Semarang, khususnya para pemilik hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, menyambut antusias vaksin rabies gratis yang digelar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Tengah 1 bekerjasama dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro (Undip).
Kegiatan yang digelar di Auditorium Imam Bardjo Kampus Undip Pleburan, Kota Semarang, Sabtu (5/8/2023) tersebut, sebagai upaya meningkatkan kesadaran bersama untuk kewaspadaan penyakit rabies.
"Saya senang ada kegiatan vaksinasi rabies gratis, yang diselenggarakan PDHI Cabang Jawa Tengah 1, apalagi memang sebelumnya saya juga sudah berencana untuk memvaksin kucing yang saya miliki," terang Anton, salah satu pemilik hewan peliharaan yang ikut vaksin.
Dipaparkan, kesadaran untuk melakukan vaksin rabies di kalangan pemilik hewan peliharaan sudah tinggi.
Mereka sadar jika dengan divaksin, tidak hanya melindungi hewan kesayangan namun juga para pemilik atau orang-orang disekitarnya.
"Kita tahu bahwa penyakit rabies ini sangat berbahaya, sebab jika tidak segera ditangani dengan baik, bisa menyebabkan kematian bagi hewan atau pun mereka yang terkena gigitan rabies," tambahnya.
Disisi lain, untuk memvaksin rabies, juga dibutuhkan dana yang tidak murah, setidaknya minimal Rp 150 ribu - Rp 200 ribu untuk sekali vaksin.
"Bagi saya harga tersebut cukup menguras kantong, apalagi saya punya tiga kucing yang harus divaksin. Maka saya secara pribadi, menyampaikan terimakasih atas kegiatan vaksinasi rabies ini yang digelar secara gratis," tambahnya.
Dalam kegiatan vaksinasi rabies tersebut juga turut digelar talkshow, salah satunya hadir sebagai pembicara Sub Koordinator Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng Drh. Yoyon Sunaryono.
Dijelasakan jika saat ini, Jateng sudah bebas rabies.
"Untuk mempertahankan capaian ini, kita lakuan sejumlah langkah. Termasuk mengalokasikan 1500 dosis vaksinasi rabies tiap Kabupaten /kota yang berada di daerah beresiko tinggi, khusunya daerah penyangga dengan Jawa Barat, Jawa Timur, seperti daerah Cilacap, Brebes, Tegal," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Prediksi Skor Madura United vs Persib: Ketajaman Dimitar Mitkov Jadi Ancaman, Ini yang Diwaspadai Igor Tolic
- 3Pentingnya Ketajaman Intuisi untuk Menghadapi Dinamika Kehidupan
- 4Rute Macet Semarang-Solo, 22 Oktober 2026: Mana yang Harus Dihindari, Mana yang Harus Diambil
- 5Hapkido Semarang Dominasi Porprov Jateng 2026, Raih Lima Emas dan Sabet Gelar Juara Umum
- 6Gempa BENGKULU Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Lebong Bengkulu, BMKG Catat Kedalaman 120 Km
- 7Apel Hari Santri 2026 di Kendal, Gus Rozin Ajak Santri Perkuat Persatuan dan Kuasai Era Digital
- 8Ponpes Al-Insaniyyah Salatiga Raih Penghargaan Pelopor Moderasi Beragama
- 9Hari Santri, Baznas Jateng Salurkan Rp697,89 Juta untuk 97 Jamban dan Empat Rumah Tidak Layak Huni
- 10Cek NIK Sekarang: Kamu Masuk Desil Berapa? Kalau 6 ke Atas, Jangan Berharap Bansos



