Kesal Bayar Langganan Adobe, Developer Ini Bikin 7 Aplikasinya Gratis!

JATENG.AKURAT.CO, Gara-gara kesal bayar denda langganan Adobe, seorang developer asal Atlanta nekat bikin 7 aplikasi kloningan gratis yang sekarang viral di GitHub dan Reddit.
Siapa Brandon Thomas dan Kenapa Dia Melakukan Ini?
Brandon Thomas bukan developer kemarin sore. Pria yang berbasis di Atlanta ini punya pengalaman 15 tahun di industri teknologi.
Di Reddit, ia memakai handle u/ai_art_is_art. Awalnya, proyeknya cuma pelampiasan frustrasi.
Thomas kesal dengan praktik langganan Adobe yang menurutnya menjebak. Tahun 2026, Adobe memang sempat kena denda 150 juta dolar AS dari pemerintah Amerika Serikat karena dianggap mempersulit pengguna membatalkan langganan. Thomas pun berpikir: kenapa nggak bikin sendiri aja?
Dengan bantuan Claude Opus 5.5 dan bahasa pemrograman Rust, ia mulai membangun ulang aplikasi-aplikasi Adobe dari nol.
Pendekatannya disebut clean-room — artinya ia tidak menyalin kode Adobe, melainkan membangun ulang berdasarkan fungsionalitas yang bisa dilihat publik.
Hasilnya? Tujuh aplikasi yang kini tersedia gratis di situs resminya, getartcraft.com, dan repositori GitHub-nya.
"Saya sudah membuat pengganti open source 100% Rust clean-room untuk 7 aplikasi Adobe: Photoshop, Illustrator, Premiere, Lightroom, After Effects, InDesign, dan Acrobat Pro. Gratis," tulis Thomas di Reddit, seperti dikutip Gizmodo.
Tujuh Aplikasi yang Jadi Sorotan
Kamu mungkin udah familiar dengan Photoshop, Illustrator, atau Premiere.
Nah, versi kloningan Thomas ini dinamai dengan pola "Craft" di belakangnya. Berikut daftarnya:
PhotoCraft — pengganti Photoshop
VectorCraft — pengganti Illustrator
FilmCraft — pengganti Premiere Pro
LightCraft — pengganti Lightroom
EffectCraft — pengganti After Effects
DesignCraft — pengganti InDesign
PrintCraft — pengganti Acrobat Pro
Semuanya dirilis dengan lisensi MIT atau Apache 2.0, artinya benar-benar gratis dan open source.
Bisa jalan di Windows, Linux, macOS, bahkan di browser lewat WebAssembly.
Kenapa Ini Viral Banget?
Ada beberapa alasan kenapa proyek ArtCraft ini jadi bahan perbincangan hangat di jagat maya.
Pertama, ini semacam bentuk protes terhadap model bisnis langganan yang makin menjamur. Banyak orang pengen Photoshop tapi nggak sanggup bayar langganan bulanan yang terus naik.
Kedua, ini semua dibangun dengan bantuan AI. Thomas mengaku AI memungkinkannya bekerja seperti satu perusahaan utuh. Di akun X-nya, ia menulis: "Model AI memungkinkan saya bekerja sebagai perusahaan utuh. Saya melakukan 4x lebih baik dari pendapatan Google per karyawan."
Ketiga, proyek ini berhasil mendapat perhatian besar dalam waktu singkat. ArtCraft sudah dikutip oleh berbagai media teknologi internasional, dari CNET hingga Gizmodo.
Bahkan Thomas langsung mengumumkan proyek lanjutan: GridCraft, DeckCraft, dan WordCraft, yang menjadi alternatif gratis untuk Excel, PowerPoint, dan Word.
Tapi, Jangan Buru-buru Hapus Adobe
Meski terdengar menggoda, penting untuk tetap realistis. Thomas sendiri mengakui bahwa aplikasi-aplikasi ini masih dalam tahap awal.
PhotoCraft, misalnya, baru mencakup sekitar 25-35% kebutuhan kerja profesional. Fitur penting seperti Content-Aware Fill di Photoshop belum sepenuhnya berfungsi.
Gizmodo yang sempat mencoba PhotoCraft menyebut aplikasi ini "glitchy tapi terasa seperti Photoshop asli".
Artinya, untuk kebutuhan ringan seperti bikin undangan ulang tahun anak, ini sudah cukup.
Tapi kalau kamu desainer profesional dengan deadline ketat, Adobe masih jauh lebih matang.
Selain itu, ada juga kekhawatiran soal keamanan. Software yang dibangun cepat dengan AI memang minim pengujian bug dan celah keamanan. Jangan sampai data sensitifmu jadi taruhan.
Penutup
Terlepas dari segala kontroversinya, apa yang dilakukan Brandon Thomas adalah tamparan keras bagi model bisnis langganan yang selama ini dianggap lumrah.
ArtCraft bukan cuma soal gratis, tapi soal pesan: kalau kamu bikin produk yang bikin pengguna frustrasi, mereka akan mencari jalan keluar sendiri.
Dan di era AI, jalan keluar itu bisa datang lebih cepat dari yang kamu duga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Drama VAR! Persib vs Dewa United, Maung Dibikin Geram! Penalti di Akhir Laga Tak Diberikan
- 3Kapan Balapan F1 Berikutnya? GP Amerika Serikat 2026 di Austin, Ini Jadwal Lengkapnya
- 4Prediksi Skor Deltras FC vs Persela Lamongan: Duel Sengit Perebutan Puncak Klasemen Pegadaian Championship 2026/27
- 5MotoGP Mandalika 2026: Acosta dan Marquez Saling Memberi Posisi demi Hindari Penalti
- 6Ofero Ride Fest 2026 Hadir di Semarang, Kenalkan Motor Listrik Carria 1 dengan Jarak Tempuh 130 Kilometer
- 7Semarang Heritage Night Run 2026 Hadirkan Sensasi Lari Malam di Tengah Kekayaan Budaya Kota Lama
- 8Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 9Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 10Cegah Pembayaran Upah Tak Sesuai Kinerja, Pemkot Semarang Perkuat Sistem Evaluasi PJLP





