Jateng

5 Olahan Kue Keranjang Tradisional untuk Santapan Tahun Baru Imlek, Makna Mendalam dan Rasanya Lezat

Dody H | 15 Februari 2026, 14:05 WIB
5 Olahan Kue Keranjang Tradisional untuk Santapan Tahun Baru Imlek, Makna Mendalam dan Rasanya Lezat

JATENG.AKURAT.CO, Tahun Baru Imlek menjadi momen yang sangat dinanti bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Selain meriahnya rangkaian acara dan berkumpulnya keluarga besar, hidangan khas yang disajikan juga memiliki makna filosofis yang mendalam.

Salah satu jenis makanan yang tak pernah absen adalah kue keranjang, yang menjadi sebutan untuk berbagai kue tradisional dan biasanya disajikan dalam keranjang bambu atau anyaman.

Kue-kue ini tidak hanya menggugah selera dengan rasa yang khas, tetapi juga membawa harapan baik untuk tahun baru yang akan datang, seperti kemakmuran, kesehatan, dan kebahagiaan keluarga.

Berikut adalah 5 olahan kue keranjang yang cocok jadi santapan spesial di Hari Raya Imlek.

1. Kue Keranjang Kembang Goyang (Fa Gao)

Nama lain: Kue Pusing, Kue Bergetar

Makna filosofis: Kata "Fa" dalam bahasa Hokkien berarti "kemakmuran" atau "berkembang", sedangkan "Gao" berarti "tinggi".

Kue ini melambangkan harapan agar rejeki dan kehidupan semakin meningkat serta berkembang pesat.

Bentuknya yang melengkung ke atas seperti kembang juga melambangkan keberuntungan yang melimpah.

Cara membuat singkat: Dibuat dari tepung beras, gula pasir, ragi, dan air kapur sirih.

Setelah dicetak dan dikukus, permukaannya akan mengembang dan membentuk lekukan khas yang menyerupai bunga.

Rasa manis dan teksturnya yang lembut menjadi daya tarik utama.

2. Kue Keranjang Ang Ku Kue (Kue Bulan Imlek)

Nama lain: Kue Bulan Tionghoa, Kue Kacang Hijau

Makna filosofis: Bentuknya yang bundar seperti bulan purnama melambangkan keharmonisan keluarga dan kesempurnaan.

Isian kacang hijau atau kacang merah juga melambangkan kemakmuran dan keberuntungan.

Cara membuat singkat: Kulitnya terbuat dari tepung beras ketan dan tepung gandum, sedangkan isiannya bisa berupa kacang hijau yang sudah dihaluskan dengan gula.

Setelah dibentuk bulat dan diberi alas daun pandan, kue ini dikukus hingga matang dan biasanya dihiasi dengan cap merah khas.

3. Kue Keranjang Bakcang (Banh Chưng)

Nama lain: Kue Beras Daun Pisang

Makna filosofis: Kue ini melambangkan kesuburan tanah dan kelimpahan rejeki.

Bentuknya yang persegi panjang melambangkan empat arah angin dan kesempurnaan dalam kehidupan.

Di beberapa daerah, bakcang juga menjadi simbol rasa hormat kepada leluhur.

Cara membuat singkat: Dibuat dari beras ketan yang dicampur dengan isian daging babi, kacang hijau, telur asin, dan jamur kuping.

Semua bahan dibungkus rapi dengan daun pisang atau daun bambu, kemudian direbus atau dikukus dalam waktu lama hingga beras benar-benar matang dan menyerap rasa isian.

4. Kue Keranjang Kue Ku (Kue Ku Cincin)

Nama lain: Kue Cincin Imlek, Kue Bulat Merah

Makna filosofis: Bentuknya yang bulat dan sering dibuat berpasangan melambangkan keharmonisan dan kesatuan keluarga.

Warna merah yang dominan juga melambangkan keberuntungan, kehangatan, dan kehidupan yang penuh semangat.

Cara membuat singkat: Terdiri dari kulit tepung beras yang kenyal dan isian gula merah atau kacang hijau manis.

Setelah dibentuk bulat atau cincin dan dikukus, kue ini diberi warna merah dengan menggunakan pewarna makanan alami atau sintetis, kemudian sering dihiasi dengan pola tradisional.

5. Kue Keranjang Tahu Gim (Kue Tahu Isi)

Nama lain: Tahu Imlek, Kue Tahu Manis
Makna filosofis: Kata "Tahu" dalam bahasa Hokkien memiliki bunyi yang mirip dengan "ketahuian" atau "kesuksesan", sehingga melambangkan harapan agar bisa meraih keberhasilan dan kebijaksanaan dalam tahun baru.

Isian yang melimpah juga melambangkan kemakmuran.

Cara membuat singkat: Tahu putih yang dipotong dan dibelah menjadi dua, kemudian diisi dengan campuran udang cincang, daging babi, jamur kuping, dan bumbu khas.

Setelah itu, tahu digulung dalam tepung panir atau tepung terigu dan digoreng hingga kecokelatan, atau bisa juga dikukus untuk varian yang lebih sehat.

Kue keranjang bukan hanya sekadar hidangan lezat untuk dinikmati saat Tahun Baru Imlek, tetapi juga menjadi wadah untuk menyampaikan harapan baik dan nilai budaya yang kaya.

Setiap jenis kue memiliki makna tersendiri yang mengingatkan kita akan pentingnya keluarga, kemakmuran, dan keharmonisan.

Jika anda ingin merayakan Tahun Baru Imlek dengan hidangan spesial, cobalah membuat salah satu kue keranjang di atas atau mencari yang sudah jadi di toko kue tradisional terdekat.

Selamat merencanakan santapan spesial untuk perayaan tahun baru yang penuh berkah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dody H
D
Editor
Dody H