Tradisi Angpao Tahun Baru Imlek: Makna Filosofis, Aturan Pakai, dan Makna Kontemporer yang Wajib Diketahui

JATENG.AKURAT.CO, Tahun Baru Imlek selalu identik dengan rangkaian tradisi yang kaya makna, mulai dari hidangan spesial hingga simbol-simbol keberuntungan yang menghiasi setiap sudut rumah.
Salah satu tradisi yang paling dinanti, terutama oleh anak-anak, adalah pemberian angpao (atau juga disebut hongbao dalam bahasa Mandarin, ang pow dalam bahasa Hokkien).
Tak hanya sekadar hadiah uang, angpao membawa pesan filosofis mendalam yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian penting dari perayaan di negara-negara dengan populasi Tionghoa besar seperti Cina, Taiwan, dan Singapura, tetapi juga telah menyebar dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek di Indonesia.
Apa Itu Angpao dan Makna Filosofisnya?
Angpao adalah amplop merah kecil yang berisi uang tunai. Warna merah pada amplop memiliki makna khusus yang melambangkan keberuntungan, kehangatan, cinta, dan perlindungan dari energi negatif.
Sedangkan uang di dalamnya melambangkan harapan akan kemakmuran, rejeki yang melimpah, dan kehidupan yang sejahtera di tahun baru yang akan datang.
Secara sejarah, tradisi angpao berasal dari cerita rakyat Tionghoa kuno tentang seorang anak yang diselamatkan dari gangguan makhluk jahat dengan cara memberikan uang dalam amplop merah.
Sejak itu, angpao dipercaya mampu melindungi penerimanya dari bahaya dan membawa keberuntungan.
Aturan dan Tata Cara Memberikan Angpao
Ada beberapa aturan tidak tertulis yang harus diperhatikan dalam tradisi pemberian angpao agar tetap sesuai dengan nilai budaya:
- Pemberi utama: Umumnya diberikan oleh orang dewasa yang sudah bekerja kepada anak-anak, kaum muda yang belum bekerja, atau orang tua sebagai bentuk kasih sayang dan doa restu.
- Jumlah uang dalam angpao: Harus berupa angka genap, karena angka ganjil biasanya dikaitkan dengan kesedihan atau perayaan kematian.
Beberapa angka dianggap lebih berbahagia, seperti 8 (melambangkan kemakmuran) dan 6 (melambangkan kelancaran).
- Cara memberikan dan menerima: Harus dilakukan dengan kedua tangan sebagai bentuk rasa hormat.
Penerima sebaiknya tidak membuka angpao di depan pemberi untuk menghindari kesan kurang sopan.
- Amplop yang digunakan: Harus bersih, baru, dan berwarna merah atau warna cerah lainnya yang melambangkan keberuntungan. Amplop bekas atau berwarna gelap sebaiknya tidak digunakan.
Makna Kontemporer Tradisi Angpao
Seiring berjalannya waktu, tradisi angpao juga mengalami perkembangan.
Di era digital saat ini, muncul konsep angpao digital yang bisa dikirim melalui aplikasi perbankan atau media sosial. Meskipun bentuknya berbeda, makna dasarnya tetap sama yakni menyampaikan doa restu dan harapan baik.
Selain itu, angpao juga kini sering diberikan dalam berbagai kesempatan selain Tahun Baru Imlek, seperti pernikahan, kelahiran anak, atau perayaan ulang tahun.
Bahkan, beberapa perusahaan menggunakan angpao sebagai bentuk bonus atau apresiasi kepada karyawan saat akhir tahun.
Di Indonesia, tradisi angpao juga telah menyatu dengan budaya lokal. Banyak keluarga non-Tionghoa yang juga ikut merayakan dengan memberikan atau menerima angpao sebagai bentuk semangat gotong-royong dan keharmonisan antar komunitas.
Tradisi angpao bukan hanya tentang uang yang diberikan, tetapi lebih pada nilai kasih sayang, rasa hormat, dan harapan akan kebaikan yang disampaikan melalui setiap amplop merah tersebut.
Meskipun bentuk dan cara pemberiannya bisa berubah seiring perkembangan zaman, makna filosofis yang mendasar tetap terjaga dan menjadi jembatan penghubung antar generasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









