Jateng

Jangan Dipaksa! Ini 9 Tips dan Strategi Cerdas Tetap Olahraga Saat Puasa Tanpa Takut Lemas

Theo Adi Pratama | 31 Januari 2026, 05:00 WIB
Jangan Dipaksa! Ini 9 Tips dan Strategi Cerdas Tetap Olahraga Saat Puasa Tanpa Takut Lemas

JATENG.AKURAT.CO, Menjaga konsistensi olahraga saat puasa sering kali terasa menantang.

Energi terbatas, jam makan berubah, dan rasa lelah mudah datang jika strategi yang digunakan kurang tepat.

Padahal, olahraga saat puasa justru bisa membantu menjaga kebugaran, metabolisme, dan kesehatan mental jika dilakukan dengan cara yang benar.

Kunci utamanya bukan memaksakan latihan berat, melainkan menyesuaikan intensitas, waktu, dan jenis olahraga dengan kondisi tubuh saat berpuasa.

Dengan pendekatan yang tepat, kamu tetap bisa aktif tanpa mengorbankan stamina maupun ibadah. Berikut ini tips konsisten olahraga saat puasa yang praktis, aman, dan mudah diterapkan.

1. Mulai dengan Intensitas Ringan

Saat puasa, tubuh berada dalam kondisi energi terbatas. Karena itu, awali rutinitas olahraga dengan latihan ringan seperti jalan cepat, stretching, yoga, atau mobility exercise.

Latihan ringan membantu tubuh beradaptasi tanpa menguras cadangan energi. Selain itu, risiko lemas dan cedera juga jauh lebih kecil dibandingkan langsung melakukan latihan berat.

2. Pilih Olahraga yang Kamu Suka

Konsistensi sangat dipengaruhi oleh rasa senang. Memilih olahraga yang kamu nikmati akan membuat latihan terasa lebih ringan secara mental.

Jika kamu menyukai senam, dance workout, atau latihan bodyweight sederhana, jadikan itu rutinitas. Olahraga yang menyenangkan membuatmu lebih mudah bertahan hingga akhir sesi.

3. Buat Jadwal Olahraga yang Realistis

Menentukan waktu latihan yang jelas akan membantu membangun kebiasaan. Waktu ideal olahraga saat puasa biasanya setelah berbuka atau menjelang berbuka dengan durasi singkat.

Misalnya, 20–30 menit setelah berbuka sudah cukup untuk menjaga kebugaran. Jadwal yang konsisten membantu tubuh menyesuaikan ritme energi secara alami.

4. Terapkan Teknik Micro Workout

Jika waktu dan energi terbatas, micro workout bisa menjadi solusi. Latihan singkat 5–10 menit beberapa kali sehari tetap efektif untuk menjaga aktivitas fisik.

Contohnya push-up, plank, squat, atau wall sit di rumah. Cara ini menjaga tubuh tetap aktif tanpa membuatmu kelelahan.

5. Catat Progres Latihan

Mencatat latihan harian membantu kamu melihat perkembangan, baik dari durasi, jumlah repetisi, maupun konsistensi latihan.

Melihat progres kecil yang tercapai akan meningkatkan motivasi dan membuatmu lebih disiplin menjalani rutinitas olahraga selama puasa.

6. Dengarkan Sinyal Tubuh

Puasa menuntut kepekaan ekstra terhadap kondisi tubuh. Jika muncul tanda lelah berlebihan, pusing, atau dehidrasi, sebaiknya kurangi intensitas atau hentikan latihan.

Mendengarkan sinyal tubuh membantu mencegah cedera dan menjaga kesehatan secara keseluruhan selama bulan puasa.

7. Kombinasikan Olahraga dengan Ibadah

Menggabungkan aktivitas fisik ringan dengan ibadah bisa menjadi strategi cerdas. Lakukan stretching atau yoga ringan sebelum atau setelah shalat tarawih.

Selain menjaga fleksibilitas, cara ini tidak mengganggu jadwal ibadah dan justru membantu tubuh lebih rileks.

8. Tetapkan Target Mingguan

Daripada target harian yang berat, buat target mingguan yang sederhana. Misalnya total durasi olahraga dalam seminggu atau jumlah sesi latihan.

Target mingguan membuat rutinitas terasa lebih fleksibel dan mudah dicapai, sehingga kamu tetap konsisten tanpa tekanan berlebih.

9. Gunakan Musik atau Podcast

Mendengarkan musik favorit atau podcast saat olahraga dapat meningkatkan mood dan fokus. Aktivitas fisik pun terasa lebih cepat dan tidak membosankan.

Bagi banyak orang, hiburan audio menjadi faktor penting agar olahraga tetap menyenangkan selama puasa.

Konsisten olahraga saat puasa bukan soal latihan berat, melainkan strategi yang tepat dan realistis.

Dengan intensitas ringan, jadwal teratur, dan mendengarkan tubuh, kamu tetap bisa menjaga kebugaran tanpa menguras energi.

Puasa tidak harus menjadi alasan berhenti bergerak. Justru dengan pendekatan yang benar, olahraga bisa menjadi pendukung kesehatan fisik dan mental selama Ramadan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.