Jateng

Serba Serbi Ramadhan: Menjaga Kesehatan Ibu Hamil saat Menjalankan Puasa Ramadhan

Theo Adi Pratama | 11 Maret 2024, 17:38 WIB
Serba Serbi Ramadhan: Menjaga Kesehatan Ibu Hamil saat Menjalankan Puasa Ramadhan

AKURAT.CO, Seorang ibu hamil memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan tubuhnya dan bayi yang dikandung.

Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah asupan nutrisi harian.

Namun, ketika menjalani puasa Ramadhan, ibu hamil dihadapkan pada tantangan baru karena tidak diperbolehkan makan dan minum sepanjang hari.

Apakah ibu hamil boleh tidak berpuasa selama Ramadhan?

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, ibu hamil boleh untuk tidak berpuasa selama bulan Ramadhan.

Baca Juga: Memasuki Bulan Ramadhan, Ketahui Jenis-jenis Puasa serta Pentingnya Puasa dalam Kehidupan Umat Muslim

Namun, mereka harus mengganti puasanya di bulan lain atau membayar fidyah.

Fidyah merupakan bentuk denda yang harus dibayarkan sebagai ganti atas puasa yang tidak dilaksanakan.

Besaran fidyah biasanya setara dengan makanan pokok yang diberikan kepada orang miskin atau yang membutuhkan.

Haedar Nashir menekankan bahwa fidyah harus berupa makanan pokok suatu daerah dan tidak dapat diganti dengan uang.

Jika seorang ibu hamil tidak mampu memberikan makanan pokok sebesar nilai fidyah yang ditentukan, dia dapat memberikan fidyah sebesar kemampuannya.

Baca Juga: Bolehkan Tetap Makan Sahur Saat Adzan Subuh Berkumandang? Bagaimana Hukumnya, Apakah Puasa Kita Batal atau Tidak?

Meskipun demikian, Anwar Abbas, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyarankan agar seorang ibu hamil berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berpuasa atau tidak.

Ini karena seorang ibu hamil memiliki tanggung jawab ganda terhadap dirinya sendiri dan anak yang dikandungnya.

Apabila dokter menilai bahwa puasa Ramadhan akan mengganggu kesehatan ibu hamil dan janin, maka ibu hamil boleh tidak berpuasa.

Namun, dia tetap harus membayar fidyah untuk sejumlah hari puasa yang tidak dilaksanakan.

Besaran fidyah biasanya disesuaikan dengan nilai makanan yang setara dengan 1,5 kilogram beras.

Baca Juga: Lupa Baca Niat Puasa Ramadhan, Apakah Puasa Batal dan Tidak Sah? Ini Penjelasan Ustad Buya Yahya

Kesehatan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya adalah prioritas utama.

Oleh karena itu, sebaiknya ibu hamil mengikuti anjuran dokter dan konsultasi dengan para ahli agar dapat membuat keputusan yang bijaksana terkait puasa Ramadhan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.