Lupa Baca Niat Puasa Ramadhan, Apakah Puasa Batal dan Tidak Sah? Ini Penjelasan Ustad Buya Yahya

AKURAT.CO, Lupa Baca Niat Puasa Ramadhan, Apakah Puasa Batal dan Tidak Sah? Ini Penjelasan Ustad Buya Yahya
Saat menjalankan puasa Ramadhan, terdapat syarat dan rukun yang harus dipenuhi dengan benar, termasuk membaca niat puasa Ramadhan menjadi salah satu rukun puasa
Lalu bagaimana jika kita lupa membaca niat puasa pada malam harinya, apakah puasa Ramadhan kita batal dan tidak sah? simak jawaban selengkapnya disini
Baca Juga: Bangun Kesiangan Lupa Sahur, Puasa Ramadhan Batal? Ini Hukum Sahur dalam Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban ibadah yang dijalankan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Syarat puasa meliputi keberagamaan Islam, baligh, berakal sehat, serta memiliki kemampuan untuk menjaga dan melaksanakan puasa dengan sempurna.
Sementara, niat merupakan rukun puasa yang paling utama.
Niat puasa haruslah ada di dalam hati dan merupakan bagian yang wajib, sementara mengucapkan niat secara lisan hukumnya adalah sunnah.
Sementara rukun puasa lainnya yakni menahan diri dan menjauhi perilaku yang dapat membatalkan puasa dari waktu matahari terbit hingga terbenam
Dari penjelasan tersebut dapat dipahami jika niat menjadi salah satu rukun puasa, yang wajib dilakukan
Meski demikian, jika kita lupa membaca niat puasa Ramadhan apakah akan langsung membatalkan puasa Ramadhan?
Berikut ini penjelasan Ustad Buya Yahya.
Dalam tayangan YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya memberikan penjelasan terperinci mengenai sahur, niat, dan pandangan ulama, khususnya mazhab Imam Abu Hanifa, terkait puasa.
Simak ringkasan penjelasannya berikut:
1. Niat dan Sahur Menurut Jumhur Ulama
Buya Yahya menyampaikan bahwa menurut pandangan mayoritas ulama (jumhur ulama), seseorang yang berpuasa harus mengucapkan niat di malam hari dan juga disarankan untuk sahur.
Jika seseorang tidak mengucapkan niat dan tidak sahur, puasanya dianggap tidak sah menurut pandangan ini.
2. Pendapat Mazhab Imam Abu Hanifa
Buya Yahya kemudian menjelaskan pendapat mazhab Imam Abu Hanifa.
Menurut mazhab ini, jika seseorang lupa berniat puasa pada malam hari, namun ingin berpuasa di pagi harinya, maka dia diizinkan untuk berniat di pagi hari.
Ini berlaku khusus jika lupa tersebut bukan disengaja.
3. Kasus Orang Awam
Buya Yahya menyoroti bahwa orang awam, yang mungkin kurang familiar dengan tata cara formal, perlu mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi mereka.
Dia menegaskan bahwa jika seseorang benar-benar lupa, bukan karena kesalahan disengaja, maka puasanya tetap sah.
Buya Yahya menekankan pentingnya menghargai keinginan orang awam untuk berpuasa.
Dia menyarankan agar tidak mematahkan semangat mereka dengan mengatakan bahwa puasa tidak sah jika lupa mengucapkan niat.
Meskipun Buya Yahya menyampaikan pendapat Mazhab Imam Abu Hanifa yang memperbolehkan niat di pagi hari, dia menekankan bahwa hal tersebut tidak boleh digunakan sebagai pembenaran main-main.
Pendekatan ini hanya diperbolehkan dalam kasus darurat, di mana seseorang lupa dan belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa.
Buya Yahya menekankan bahwa pendekatan Mazhab Abu Hanifa dalam hal ini hanya boleh digunakan pada kasus darurat.
Dia mengingatkan bahwa tidak boleh disalahgunakan dan hanya diperbolehkan jika seseorang benar-benar lupa dan belum melakukan tindakan yang membatalkan puasa.
Dengan penjelasan ini, Buya Yahya memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai niat, sahur, dan kesesuaian dengan mazhab Imam Abu Hanifa dalam konteks puasa.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








