Jateng

Bangun Kesiangan Lupa Sahur, Puasa Ramadhan Batal? Ini Hukum Sahur dalam Puasa Ramadhan

Arixc Ardana | 11 Maret 2024, 01:44 WIB
Bangun Kesiangan Lupa Sahur, Puasa Ramadhan Batal? Ini Hukum Sahur dalam Puasa Ramadhan

AKURAT.CO, Bangun Kesiangan Lupa Sahur, Puasa Ramadhan Batal? Ini Hukum Sahur dalam Puasa Ramadhan

Untuk memahami hal ini, mari kita tinjau beberapa aspek penting terkait dengan rukun, syarat sah, dan syarat wajib puasa

Rukun adalah segala sesuatu yang harus dikerjakan, dan jika salah satunya ditinggalkan, maka ibadah tersebut dianggap tidak sah

Baca Juga: Baca Niat jadi Syarat Sah Puasa Ramadhan, Segera Baca Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh agar Tidak Batal Akibat Lupa Baca Niat

Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban ibadah yang dijalankan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Saat menjalankan puasa Ramadhan, terdapat syarat dan rukun yang harus dipenuhi dengan benar.

Syarat puasa meliputi keberagamaan Islam, baligh, berakal sehat, suci dari haid dan nifas, serta dikerjakan pada waktu yang diperkenankan untuk berpuasa.

Sementara, niat merupakan rukun puasa yang paling utama. 

Niat puasa haruslah ada di dalam hati dan merupakan bagian yang wajib, sementara mengucapkan niat secara lisan hukumnya adalah sunnah.

Dari pemahaman ini bisa diketahui bahwa sahur sebelum menjalankan puasa, tidaklah diwajibkan bagi setiap individu yang hendak berpuasa.

Pandangan ini ditegaskan dalam "Tuntunan Ibadah Pada Bulan Ramadhan di Masa Darurat Covid-19" yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Menurut pandangan ini, sahur termasuk dalam kategori sunah berpuasa.

Jadi, meski tidak sahur, puasa Ramadhan tetap sah, selama tidak melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa

Disisi lain, meski sahur tidak menjadi syarat sah puasa Ramadhan, namun umat muslim yang berpuasa dianjurjan untuk sahur

Riwayat dari Abu Dzarr menegaskan anjuran untuk menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.

Rasulullah saw. memberikan petunjuk bahwa umatnya akan tetap baik selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.

Oleh karena itu, meskipun sahur tidak diwajibkan, Rasulullah sangat menganjurkan umat Islam untuk menjalankan sahur.

Bahkan, beliau menyebutkan bahwa sahur sepenuhnya mengandung berkah.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, Rasulullah saw. bersabda,

"Hendaklah kalian bersahur meskipun hanya seteguk air."

Meskipun sahur dilakukan dengan seteguk air putih, hal ini sangat dianjurkan.

Dengan menjalankan sahur, seseorang memperoleh kekuatan fisik untuk menjalani puasa, terutama jika siang hari diisi dengan beraktivitas mencari nafkah atau berkegiatan lainnya

***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.